Kamis, 13 Desember 2018 03:01:33 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 328
Total pengunjung : 449743
Hits hari ini : 1925
Total hits : 4146122
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Diberi Cek Kosong, 251 Customer SIPOA Lapor ke Polda jatim






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 11 Maret 2018 08:05:52
Diberi Cek Kosong, 251 Customer SIPOA Lapor ke Polda jatim

Surabaya,pl.com - 251 warga yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS) dari berbagai tempat yang tinggal di Surabaya serta Sidoarjo, melaporkan PT Sipoa Legacy Land ke Polda Jatim, Sabtu (10/3/2018) sore.

Ratusan warga tersebut melapor karena menerima cek kosong dari pembelian properti dari PT Sipoa Legacy Land

"Laporan ini tidak penipuan saja, tetapi juga ada dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," kata Masbuhin kuasa hukum para korban pembelian properti.

Advokat dan Consultant Hukum dari kantor hukum Masbuhin and Partners (Masbuhin, Firman Wahyudien, Kuswandi dan Muadim Bisri) menyatakan siap mendampingi klien sejak kasus ini bergulir. Kurang Iebih 251 orang yang tergabung dalam PCS mendukung langkah tersebut.

Apalagi para customer selama melakukan pembelian properti, pihak Sipoa Group telah memberikan lembaran cek untuk pengembalian unit properti yang hingga kini bangunan tak kunjung terealisasi.

"Ternyata lembar cek pengembalian uang dari Sipoa kosong. Dari sini ratusan orang tertipu jadi harus dilaporkan," lanjut Masbuhin.

Korban yang melapor kali ini adalah kelompok kedua, tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa. Sebelumnya, pada Desember 2017, ada sekitar seratus korban tergabung dalam Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa atau P2S sudah melaporkan Sipoa Group ke Polda Jatim. Belum diketahui pasti tindaklanjut kasus itu.

Dia menjelaskan, pengembang yang dilaporkan itu berdiri dalam bendera PT Sipoa Legacy Land, membawahi sebelas perusahaan dengan 18 proyek properti. Properti yang ditawarkan kepada korban berupa hunian murah, seperti Royal Avatar dan Royal Mutiara Residence. Lokasinya di Tambak Oso, Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Korban yang ditangani Masbuhin kebanyakan mendaftar ke Sipoa sejak 2015 untuk unit apartemen senilai Rp200 jutaan. Uang muka Rp15 juta dicicil 30 bulan, begitu pula dengan pembayaran pokoknya juga dicicil langsung ke pengembang, bukan melalui KPR. Sipoa berjanji untuk serah terima unit pada 2019.

Korban mulai resah setelah lahan yang dijanjikan sebagai lokasi hunian hingga sekarang masih berupa lahan kosong. Tidak ada tanda-tanda proyek dikerjakan. Kejanggalan lainnya, jelas Masbuhin, rekening pembayaran cicilan tidak pada satu rekening, tetapi berubah-ubah kurang lebih 22 rekening. "Kami deteksi menggunakan 22 rekening," ujarnya.

Setelah bergejolak, Sipoa berjanji mengembalikan uang para customer dan direalisasikan dengan menyerahkan lembaran cek. Ternyata, korban tidak bisa mencairkan cek tersebut alias bodong. "Hari ini kami laporkan ke Polda terkait penipuan dan TPPU," tandasnya.

Adapun nama-nama Perusahaan dan proyek property adalah sebagai berikut PT Sipoa Propertindo Abadi, dengan proyek property : Royal Mutiara Residence 1 Royal Mutiara Residence 2, PT Sipoa Internasional Jaya, dengan proyek property : Royal Mutiara Residence 3, PT Graha Indah Jaya, dengan proyek property : Royal Park Residence Royal Town Regency New Mount Afatar, PT Bahtera Sungai Jedine, dengan proyek property : Surabaya Sipoa City, PT Royal Prosperiti Prima, dengan proyek property : Royal Blue Ocean Village Royal Dancing Tower Royal Sunset Village, PT SIPOA, dengan proyek property : Royal Business Park 1 Royal Business Park 2.

PT Megah Surya Indah Jaya, dengan proyek property : Royal Crown Palace Royal Crown Resdience, PT. Guna Candra Imanoel Jedine Prosperiti, dengan proyek property ; Royal Park Village, PT Bumi Samudra Jedine, dengan proyek property : Royal Afatar World, PT. Bali Binar Graha, dengan proyek property : Royal Mutiara Village 1 Royal Mutiara Vilage 2 Sunset Riverview Village. mwp

dilihat : 136 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution