Kamis, 19 Juli 2018 18:49:58 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 189
Total pengunjung : 406877
Hits hari ini : 1037
Total hits : 3709245
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PLN Harus Antisipasi Hadapi Kenaikan Harga Energi Primer






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 05 Maret 2018 15:15:02
PLN Harus Antisipasi Hadapi Kenaikan Harga Energi Primer

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Satya Widya Yudha menilai, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik merupakan keputusan politik. Satya mengatakan, dengan kondisi harga energi primer yang sedang mengalami kenaikan, PLN harus dapat menyikapi hal tersebut dengan melakukan berbagai efisiensi.

“Kalau mereka melakukan efisiensi, maka kita harapkan ada saving. Nah saving inilah yang akan menambal dari pada naiknya energi primer, agar tidak ada perubahan harga tarif listrik,” ujar Satya di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurut politisi Partai Golkar itu, tanpa ada siasat seperti itu, PLN pasti akan merasa kalang kabut. Apalagi pemerintah tidak memberikan subsidi secara penuh.

Terkait masalah harga batu bara, Satya meminta pada pemerintah dan pengusaha untuk bisa duduk bersama kembali untuk mencari solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak. Karena Domestic Market Obligation (DMO) itu kewenangan penuhnya ada pada negara.

“Hanya sekarang tantangannya adalah nilai atau harga ekspornya tinggi sekali, sementara harga domestiknya ditekan murah. Hal itu dimaksudkan supaya tidak menjadi faktor yang penambah tarif bagi PLN,” ucapnya.

Satya menegaskan, dua hal tersebut harus dapat mencapai kesepakatan, sehingga pemerintah bisa mengeluarkan harga acuan batu bara yang bisa menjadi referensi daripada DMO. Menurutnya, hal itu harus segera dikeluarkan, agar tidak terjadi kebingungan, khususnya bagi para pengusaha.

“Menurut saya, keluarkan satu harga saja yang berlaku untuk domestik, karena kalau tidak, maka mereka akan punya kecenderungan untuk menjual ke pasar ekspor. Hal itulah yang tidak kita inginkan. Kita menginginkan bahwa semua pemilik batu bara domestik harus menjual ke domestik terlebih dahulu, baru sisanya dijual ke ekspor,” pungkasnya. (DEP/SF)

dilihat : 117 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution