Rabu, 21 November 2018 16:33:10 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 103
Total pengunjung : 441101
Hits hari ini : 465
Total hits : 4071790
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -KPU Persilahkan Polisi Periksa Ketua dan Komisioner KPUD Garut






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 27 Februari 2018 11:02:32
KPU Persilahkan Polisi Periksa Ketua dan Komisioner KPUD Garut

Garut - Komisioner KPU Wahyu Setiawan, mempersilakan aparat penegakan hukum melakukan pemeriksaan Ketua dan semua Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, terkait kasus suap penyelenggara. KPU menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami prinsipnya menghormati prosesnya. Kami akan terbuka dan kami juga akan kooperatif untuk memberikan informasi kepada semua pihak soal apa saja yang diperlukan,” tegas Wahyu di Kantor Bawaslu di Jalan MH. Thamrin, Sarinah, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Wahyu yakin persoalan di Garut tidak terkait sikap kelembagaan KPU disana. Pasalnya, KPU secara kelembagaan, KPUD Kabupaten Garut sudah memutuskan bakal pasangan calon yang diduga memberi suap tidak lolos.

“Jadi secara kelembagaan sikap yang diambil dalam rapat pleno KPU kan jelas, memutuskan bahwa yang bersangkutan itu tidak memenuhi syarat atau TMS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan pihaknya juga akan mendalami kasus ini. Pasalnya, kasus suap di Kabupaten Garut berbeda dari biasanya. “Nah yang sedang kami dalami dan pelajari adalah setelah itu ada apa? Wong dia sudah tidak memenuhi syarat. Nah ini ada apa ini?,” tandas dia.

Wahyu mengatakan, bahwa kasus di Kabupaten Garut menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara. Menurut dia, kasus ini menjadi momentum penting bagi KPU untuk melakukan konsolidasi organisasi dan konsolidasi integritas.

“Ini momentum yang baik dan pelajaran berharga bagi semua ini menunjukkan kepada publik bahwa ini kan mencoreng muka lembaga KPU sedemikian rupa, sehingga kita butuh momentum juga untuk memperbaiki. Kami harap momentum ini adalah saat tepat bagi kita melakukan konsolidasi masing-masing penyelenggara,” pungkasnya. (CR-3)

dilihat : 80 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution