Senin, 16 Juli 2018 23:25:50 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 153
Total pengunjung : 406089
Hits hari ini : 1771
Total hits : 3701441
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -GMKI Surabaya Berbagi di Dies Natalis ke-68






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 12 Februari 2018 08:34:31
GMKI Surabaya Berbagi di Dies Natalis ke-68

Surabaya - Dies Natalis ke-68 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) kali ini di maknai dengan cara yang tidak biasa oleh GMKI Cabang Surabaya. Para pemuda-pemudi kader GMKI Surabaya sejak Sabtu (10/02) siang sudah berkumpul di terminal Bratang untuk membagikan makanan berupa nasi bungkus kepada para pelaku transportasi yang hampir tidak laku di kota Surabaya. Mereka adalah para tukang becak, sopir bemo dan sopir bus kota.

Di akhir pekan yang terasa menyejukkan bagi pelaku transportasi di salah satu terminal dalam kota tersibuk di Surabaya mekipun panas siang hari terpapar. Mereka berterimakasih oleh karena masih adanya pemuda-pemudi yang masih peduli dengan kondisi yang mereka rasakan, sepinya penumpang karena maraknya transportasi berbasis daring.

Salah satu sopir bemo menceritakan, sekarang mencari penumpang sangat sulit. Sehari dapat pemasukan lima puluh ribu rupiah sangatlah beruntung, bahkan bisa kosong melompong. Makan untuk diri sendiri sudah sangatlah sulit dengan iklim transportasi saat ini apalagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tidak jarang sehari makan hanya satu kali ungkapnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Supeno, tukang becak yang biasa beroperasi di depan pintu masuk Terminal Bratang. Dari pagi sampai malam jika mendapatkan dua penumpang dia sudah sangat bersyukur.

Geliat transportasi daring di Surabaya yang semakin menggeliat tak terbendung perlu menajadi perhatian khusus Pemerintah Kota Surabaya, pasalnya tranportasi yamg dianggap kuno seperti becak, bemo dan bus antar kota tidak lagi diminati masyarakat yang mengakibatkan anjloknya pemasukan pelaku transportasi tersebut.

Ghorby Sugianto, Ketua Cabang GMKI Surabaya, mengatakan bahwa mahasiswa yang biasa disebut aktor intelektual tidak hanya berkutat di kampus dengan melihat keresahan kaum papah ini, tidak sekedar mengkritisi pemerintah dengan berteriak-teriak di media sosial atau di jalan, tetapi mahasiswa harus hadir secara nyata turun ke masyarakat langsung merasakan penderitaannya dan menjadi mediator antar kaum papa dan pemerintah, sehingga permasalahan tersebut tidak berlarut-larut menjadi permasalahan ketimpangan sebuah kota.

"Pembangunan infrastruktur kota Surabaya harus terintegrasi dengan aspek pemberdayaan manusianya dari hulu sampai hilir, lingkungan hidup, budaya gotong royong dan ekonomi yang tidak tebang pilih karena pemerintah kota Surabaya terkesan lebih mendahulakan kelompok yang memiliki modal besar dalam kebijakannya, sehingga kesejaterahan kota tidak dinikmati oleh kelompok tertentu," kanjutnya.

Setelah berbagi makanan dan berdialog dengan pelaku transportasi di Terminal Bratang, kegiatan Dies Natalis GMKI Surabaya dilanjut dengan ibadah ucapan syukur. Di usia ke-68 ini GMKI Surabaya masih mampu eksis di tengah apatisme mahasiswa terhadap organisasi ekstra-kampus. Kegiatan seperti kaderisasi menyiapkan pemimpin pemuda, diskusi isu-isu yang berkembang di masyarakat, pendalaman spritualitas dan menjadi mitra kritis maupun mitra karya, GMKI tetap setia pada jalan tersebut.

/Red/GMKI Sby

dilihat : 147 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution