Jum'at, 14 Desember 2018 16:05:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 200
Total pengunjung : 450466
Hits hari ini : 1229
Total hits : 4149962
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Hadiri Perayaan Natal PGPI, Pakde Karwo Ajak Refleksikan Kehidupan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 31 Januari 2018 11:02:56
Hadiri Perayaan Natal PGPI, Pakde Karwo Ajak Refleksikan Kehidupan

Surabaya,pl.com - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengajak umat kristiani untuk memaknai perayaan natal dengan melakukan refleksi terhadap kehidupan yang dijalani. Salah satunya dengan hidup yang seimbang, baik dekat dengan Tuhan maupun lingkungan sekitarnya.

“Tuhan tidak terlalu senang kalau kita hanya berdoa, demikian pula sebaliknya tidak terlalu senang bila kita hanya memikirkan dunia. Banyak orang yang perlu kita sapa, banyak tempat ramai tapi sepi karena tidak saling menoleh. Ini menjadi renungan pentakosta bahwa kita harus menyuarakan hati kita,” kata Pakde Karwo, sapaan lekatnya saat saat menghadiri perayaan Natal Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Jawa Timur Tahun 2018 di Bethany My City church Pakuwon Mall Surabaya, Selasa (30/1) malam.

Menurutnya, salah satu penyakit yang mahal saat ini adalah alienasi, yakni merasa sepi di tempat ramai. Orang-orang yang merasa sepi inilah yang kemudian harus dibantu baik dengan saling menyapa atau memahami, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial.

“Kita hadir dalam kehidupan kemanusiaan yang paling mendasar, kita hidup untuk saling membantu diantara kita, saling menyapa, karena inilah sebenarnya kehidupan damai,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Sejak proklamasi, lanjutnya, berbagai perbedaan disatukan menjadi NKRI dengan satu falsafah yakni Pancasila. Untuk itu perbedaan ini jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan. Ia juga memininta agar yang ‘besar’ dan ‘kecil’ bersama-sama saling membangun hubungan harmonis.

Lebih lanjut menurutnya, Provinsi Jatim merupakan miniatur Indonesia dimana selama tiga tahun berturut-turut menjadi provinsi yang aman dan nyaman. Tak hanya itu, Provinsi Jatim juga meraih penghargaan sebagai provinsi dengan kemudahan berbisnis nomor satu di tingkat nasional dari Asia Competitiveness Institute Singapura.

Ia berharap, suasana rukun dan damai ini akan terus terjaga dengan dukungan para tokoh agama yang menjadi panutan. Menurutnya tidak ada agama yang mendorong perpecahan, melainkan mendorong persatuan dan kesatuan. “Ini harus kita jaga, karena perpecahan harganya mahal,” katanya.,

Menghadapi Pilkada 2018 mendatang, Pakde Karwo mengajak masyarakat untuk melaksanakan proses pilkada dengan lancar dan tertib. Selain berdoa, ia juga mengajak masyarakat menjaga suasana damai dengan saling menyapa dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang sesat, terlebih di media sosial.

“Kami dibantu TNI/Polri dalam menjaga situasi ini, dan di Jatim pekerjaan ini ringan karena masyarakatnya baik sekali,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Diakhir sambutannya, Pakde Karwo menyampaikan terimakasih dan rasa bahagia karena telah diundang dalam acara ini. “Saya ikhlas dan senang diundang kesini, ini ikhlas dari hati,” katanya dengan raut bahagia.

Sementara itu Ketua PGPI Jatim, Pdt. Dr. Rudolf F. Polimpung, M.Div dalam pesan natalnya juga mengatakan bahwa PGPI merupakan tempat berkumpulnya sinode aliran pentakosta yang bertekad membawa gereja pantekosta bersatu menjalankan tri dharma gereja, yang terdiri dari, pertama, persekutuan (koinonia) yakni gereja sebagai himpunan orang-orang menyatakan persekutuannya. Kedua, pelayanan (diakonia) yakni melakukan pelayanan termasuk pelayanan sosial kepada masyarakat dan pemerintah, serta ketiga kesaksian (marturia) yakni dengan mempererat persatuan kesatuan dengan memberikan sumbangsih yang baik dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, jumlah gereja PGPI di Indonesia sekitar 64.500 gereja dengan jumlah jemaat sekitar 12,9 juta orang. Besarnya jumlah jemaat PGPI ini diharapkan dapat bermanfaat dan mampu memberdayakan masyarakat.

Tema perayaan Natal PGPI Jatim kali ini adalah ‘Diutus Bawa Kabar Baik’. Selain ibadah, perayaan natal kali ini diramaikan dengan berbagai acara seperti seminar dan workshop pujian. Seminar ini sendiri bertujuan agar anggota PGPI semakin meningkatkan pelayanan dalam bidang musik dan pujian gerejawi. Selain itu, seremoni natal bertujuan untuk meningkatkan kemitraan seluruh komponen PGPI dengan Forkopimda.hms/red/mwp

dilihat : 324 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution