Senin, 22 Juli 2019 17:16:23 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520050
Hits hari ini : 1632
Total hits : 4822823
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Konjen Australia Tayangkan Film Juara FSAI di Surabaya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 25 Januari 2018 14:08:47
Konjen Australia Tayangkan Film Juara FSAI di Surabaya

Surabaya - Konsulat Jenderal Australia di Surabaya akan menayangkan sejumlah film-film terbaik yang menjadi juara dalam ajang Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI).

Konjen Australia di Surabaya, Chris Barnes mengatakan penayangan film-film tersebut akan digelar di XXI Pakuwon Mall Surabaya pada 26-28 Januari 2018

"Film-film yang akan tayang merupakan film pemenang baik dari karya sineas Australia maupun Indonesia," katanya, Rabu (24/1/2018).

Chris mengatakan film merupakan media yang sangat bagus bagi kedua negara, di mana Indonesia dan Australia saling belajar mengembangkan industri perfilman.

"Kami senang bisa mendukung pengembangan sineas-sineas yang baru muncul melalui kompetisi film pendek kami," imbuhnya.

Rencananya festival sinema ini akan dibuka dengan menayangkan film Rip Tide yang diperankan oleh bintang Disney yakni Debby Ryan yang diproduseri oleh Australia Steve Jaggi. Dia rencananya juha akan datang sebagai tamu spesial di FSAI Surabaya.

Film-film Australia lain yang akan ditayangkan yakni berjudul Killing Ground, Red Dog: True Blue, Dance Academy, dan film pendek Sol Bunker.

Sedangkan dari Indonesia ada Marlina the Murderer in Four Acts karya sutradara Indonesia dan alumni Australia Mouly Surya, serta judul yang diadaptasi dari buku karya alumni Australia: Melbourne Rewind.

Enam film pendek Indonesia juga akan tayang di FSAl 2018 sebagai finalis kompetisi film pendek, dan film pendek yang jadi pemenang tahun lalu yakni "Nunggu Teka" oleh film director Mahesa Desaga.

"Penonton festival ini juga akan memiliki kesempatan untuk memilih pemenang kategori Peoples Choice," imbuh Chris.

Chris menambahkan festival sinema akan ditutup dengan pemutaran perdana film Alils Wedding, sebuah drama-komedi tentang seorang pria Muslim Australia yang terjebak antara kewajiban pada keluarga dan mengikuti kata hatinya.

Pemenang kompetisi pun akan mendapat kesempatan mengunjungi Melbourne International Film Festival pada Agustus mendatang.bisnis/red

dilihat : 431 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution