Sabtu, 15 Desember 2018 12:13:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 135
Total pengunjung : 450738
Hits hari ini : 639
Total hits : 4152077
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mahasiswa UBAYA Kembangkan Deodorant dari Ekstrak Kulit Kayu






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 09 Januari 2018 20:05:13
Mahasiswa UBAYA Kembangkan Deodorant dari Ekstrak Kulit Kayu

Surabaya,pl.com-bau badan menjadi masalah bagi semua orang apalagi dapat menurunkan rasa percaya diri.

Fenomena tersebut menginspirasi Yudith Pratusi mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Surabaya dalam mengerjakan tugas akhi unntuk membuat deodorant dari Ekstrak Etanol Kulit Kayu Kesambi.

“Bau badan disebabkan oleh adanya pertumbuhan bakteri yang terdapat pada aksila (ketiak) yang mendegradasi sekresi dari kelenjar apokrin, Penanganan terhadap bau badan sendiri sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kepercayaan diri manusia.” ungkap Yudith pada Selasa, (9/1).

Pohon Kesambi merupakan tanaman khas asli daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah digunakan sebagai obat kulit yang sangat manjur oleh masyarakat setempat secara turun temurun.

Pohon Kesambi merupakan tanaman di kota Kupang ini, ternyata memiliki manfaat yang bagus untuk kulit manusia. Dalam beberapa penelitian, cairan ekstrak dari kulit kayu Kesambi mengandung dua jenis zat yaitu zat Taraxerone dan zat Tricadinenic acid A yang memiliki antimikroba dan antioksidan.

Antimikroba di dalam kulit kayu tenaman Kesambi berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Kandungan manfaat pada kulit kayu Kesambi yang berpotensi sebagai anti bakteri tersebut kemudian dijadikan deodoran.

Sebelum dijadikan deodoran, diperlukan pembuatan ekstrak dari kulit kayu Kesambi. Kemudian hasil ekstrak tersebut perlu dilakukan formulasi dan evaluasi stabilitas pH pada deodoran yang mengandung ekstrak kulit kayu Kesambi. Tujuannya untuk mengetahui apakah produk tersebut sudah aman dipakai atau belum, lanjutnya.

Yudith melakukan pengembangan pada 6 formula sediaan deodoran dengan ekstrak etanol kulit kayu Kesambi yang kemudian diambil 3 formula terbaik untuk dievaluasi stabilitas pH.

“Bahan-bahan yang digunakan dalam formula tersebut adalah Carbopol 940 sebagai pembuat deodoran dengan menggunakan rentang safety dari BEPOM, Gliserin, Etanol sebagai pelarut untuk menghasilkan zat yang diinginkan, Triethanolamine sebagai netralisir, DMDM Hidantoin, dan ekstrak kulit kayu Kesambi.” jelas Yudith mahasiswi angkatan 2013.

Setelah memilih 3 formula terbaik dari 6 formula, ketiga formula tersebut kemudian diuji stabilitas pH.

“Untuk menguji stabilitas pH, ketiga formula tersebut disimpan dalam Climatic Chamber dengan suhu 38ºC - 40ºC dengan kelembapan relative RH 70% - 75%, kemudian dilakukan pengamatan”, imbuh mahasiswi kelahiran tahun 1995 itu.

Dari hasil formulasi dan evaluasi stabilitas, diambil 1 formula deodoran yang mengandung ekstrak kulit kayu Kesambi yang mempunyai pH stabil yang disesuaikan dengan pH kulit.

“Formula yang saya buat sudah terbukti menghilangkan bakteri, namun perlu ada penelitian lanjutan jika ingin diproduksi masal terkait dengan jangka waktu deodorant ini membunuh kuman”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Dr. Dra. R.R. Christina Avanti, M.Si., Apt., selaku dosen pembimbing mengapresi hasil riset mahasiswa bimbingannya

“Yudith adalah satu putra daerah, harapan saya masih banyak lagi putra daerah yang dapat mengembangkan potensi daerah”, ucap Dr. Dra. R.R. Christina Avanti, M.Si., Apt. (red/ibs)

dilihat : 154 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution