Selasa, 18 Desember 2018 20:04:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 300
Total pengunjung : 451731
Hits hari ini : 1672
Total hits : 4159736
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BNN sita 212,483 kilogram sabu di Aceh






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 06 November 2017 14:08:14
BNN sita 212,483 kilogram sabu di Aceh

Langsa - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menyita seberat 212,483 kilogram sabu-sabu dari empat tersangka di wilayah Aceh Timur, Provinsi Aceh, Minggu.

"Dari empat kali penangkapan di lokasi berbeda keseluruhan berhasil menyita tiga macam narkotika terdiri dari, jenis sabu-sabu 212,483 kilogram, ekstasi 8.500 butir dan heroin 10.000 butir," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dalam konferensi pers di halaman Polres Kota Langsa, Minggu.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menyampaikan, dalam operasi gabungan selama tiga pekan, di lokasi yang berbeda turut diamankan empat tersangka.

"Penangkapan atau pemutusan sindikat narkotika tersebut dilokasi yang berbeda, dua di jalan nasional kawasan Aceh Timur dan satu lagi disimpan di gudang atau ditimbun," ujar Irjen Pol Arman Depari yang turut didampingi Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa, unsur BNN dan Perwakilan Kota Kodim Langsa.

"Keempat orang tersangka berinisal UD, RA, ABR dan FRZ yang menyimpan atau menyembunyikannya dengan cara menimbun di gudang dan usia mereka variatif dari usia 18 sampai 28 tahun," sebut Deputi Pemberantasan BNN.

Deputi Pemberantangan BNN juga menyampaikan, norkotika tersebut berasal dari negara tetangga Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui jalur laut dengan menggunakan kapal nelayan.

"Narkoba itu semua berasal dari Malaysia dan berkolaborasi dengan sindikat Aceh dan Indonesia dari jalur laut menggunakan kapal nelayan," sebutnya lagi.

Lebih lanjut katanya, narkoba itu semua direncanakan akan pasarkan ke wilayah Sumatera, Bali bahkan Palembang dan wilayah Indonesia lainnya.

"Narkoba ini tidak ternilai harganya dan dengan penangkapan atau pemutusan sidikat ini kita telah menyelamatkan jutaan generasi bangsa dari bahaya narkoba," tuturnya.

Pada kesempatan itu Arman menyatakan, untuk mencegah peredaran norkotika di Indonesia pihaknya terus berkomunikasi dengan semua pihak di Tanah Air termasuk penegak hukum di Negara Malaysia.

"Keempat tersangkat ini minimal ancaman penjara empat tahun dan maksimal ancamannya hukuman mati," katanya.ant/red

dilihat : 124 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution