Minggu, 16 Desember 2018 03:17:55 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 52
Total pengunjung : 450878
Hits hari ini : 254
Total hits : 4153439
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -SISA-SISA PENEMBAKAN POSO






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 25 Juli 2005 00:00:00
SISA-SISA PENEMBAKAN POSO

Penembakan membabi buta yang menewaskan Pendeta Susianti Tinulele, Minggu sore di Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Poso, 18 Juli 2004. masih menyisakan duka sampai hari ini. Selain menanamkan duka berkepanjangan bagi keluarga Susianti, juga menyisakan sengsara beberapa korban lain, di antaranya, Desriati Tengkede, 17 tahun, yang harus menjalani operasi mata di Rumah Sakit AL Surabaya.



Desrianti yang ketika kejadian tertembak di kepalanya harus menjalani operasi berkali-kali di bagian mata dan hidung bagian atas.

Bahkan mata kirinya harus diganti dengan mata buatan. Biaya perawatan yang tinggi, menurut Ersam Tengkede, Ayah Desrianti, membuatnya harus mencari donatur ke sana kemari. Selain itu, Desrianti yang seharusnya bisa menyelesaikan pendidikan SMU tahun ini terpaksa mengikuti ujian susulan beberapa bulan nanti.



Menurut Ersam Tengkede, ketika ditemui di kantor Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kodya Surabaya, dari 20 juta rupiah biaya operasi yang dibutuhkan masih kurang sekitar 10 juta rupiah lagi.



Ketika ditanya untuk mengingat kejadian yang membuatnya tersungkur bersimbah darah, Desrianti mengaku tidak tahu karena ia tertembak di bagian kepala dan langsung tidak sadarkan diri. Ia masih merasa beruntung karena jiwanya tertolong. Bekas jahitan yang nampak di sekitar kedua matanya masih butuh perawatan entah beberapa lama lagi. Desrianti pun tak tahu apa yang harus dikerjakan nanti. Dalam jangka pendek harus mengikuti ujian akhir susulan SMU. Dan yang lebih penting, katanya, menjalani penyembuhan luka-lukanya dulu.



Ersam pun tak tahu harus berharap ke mana untuk biaya operasi yang dibutuhkan Desrianti. Sementara janji walikota Poso untuk membantu pembiayaan belum terwujud. Itu sebabnya, melalui Gereja Bethel Indonesia Diaspora Surabaya, ia berusaha mencari dukungan dana agar Desrianti bisa segera dibawa pulang ke Poso.(far)

dilihat : 1154 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution