Jum'at, 19 Juli 2019 06:30:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520047
Hits hari ini : 526
Total hits : 4815749
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kapolri, Tito Karnavian: Siapapun Terlibat Soal Saracen Tangkap






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 05 September 2017 20:11:00
Kapolri, Tito Karnavian: Siapapun Terlibat Soal Saracen Tangkap

Jakarta - Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan Polri serius mengusut hingga tuntas kasus penyebaran ujaran kebencian dan SARA oleh kelompok Saracen.

Kapolri pun meminta seluruh jajaran Kepolisian menangkap siapapun pihak yang terlibat tanpa terkecuali.

“Saya sampaikan tangkap-tangkapin saja. Yang mesan, tangkapin. Yang danain, tangkapin. Ada lagi sejenis dengan itu, tangkapin,” terang Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Ditegaskan Tito, tidak boleh ada konten-konten ujaran kebencian, hoax maupun yang menyerang ras, agama, atau golongan tertentu. Oleh karena itu, pembuatnya harus ditindak tegas.

Meski begitu, Tito mengakui tak mudah menelusuri siapa saja yang terlibat dalam aktivitas kelompok Saracen.

“Karena mereka mainnya di cyber space. Maka kita melacaknya juga di cyber space, bukannya di lapangan,” katanya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menginstruksikan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus Saracen.

Menurutnya, kelompok Saracen yang menyebarkan hoax di dunia maya sangat mengerikan dan harus segera diungkap sampai ke akar-akarnya oleh pihak Kepolisian.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolri diusut tuntas, bukan hanya Saracen saja, tapi siapa yang pesan. Siapa yang bayar. Harus diusut tuntas,” ucap Jokowi.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan empat tersangka yakni, JAS, MFT, SRN dan AMH. Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak.

Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan.

Biaya tersebut meliputi biaya pembuatan website sebesar Rp15 juta dan membayar sekitar 15 buzzer sebesar Rp45 juta perbulan.

Ada pula anggaran tersendiri untuk Jasriadi selaku Ketua sebesar Rp10 juta. Selebihnya, biaya untuk membayar orang-orang yang disebut wartawan. Para wartawan itu nantinya menulis artikel pesanan yang isinya juga diarahkan pemesan.

Media yang digunakan untuk menyebar konten tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com dan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung.

Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun. (CR-5)

dilihat : 429 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution