Sabtu, 18 Agustus 2018 04:10:29 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 154
Total pengunjung : 414140
Hits hari ini : 2751
Total hits : 3795585
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kecewa Pelayanan Polres Kediri, Korban KDRT Melapor ke Propam Polda Jatim






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 22 Agustus 2017 14:02:32
Kecewa Pelayanan Polres Kediri, Korban KDRT Melapor ke Propam Polda Jatim

​Surabaya – Sudah hampir satu bulan laporan pengaduan korban penganiayaan KDRT Sri Ernawati (30) warga Dusun Swara desa Ngadi Mulyo Rt.26/Rw.06, kec. Kampak, kab. Trenggalek terkatung-katung di tangan penyidik Polres Kediri.

Sri Ernawati melaporkan Krida Pristiawan, bos panti pijat di jl. Kawi Mojoroto Kediri yang merupakan suaminya sendiri. Namun merasa laporannya tak digubris, akhirnya Sri Ernawati mempropamkan penyidik Polres Kediri Kota, ke Propam Polda Jatim

Diceritakan sebelumnya, korban Sri Ernawati dengan nada sedih berkeluh kesah kepada sejumlah wartawan, kalau dirinya telah melaporkan Krida Kristiawan yang tidak lain suaminya sendiri atas perlakukan kekerasan terhadap dirinya dengan maksud untuk memperoleh keadilan.

“Namun sudah satu bulan ini laporan pengaduannya tidak ditindaklanjuti oleh pihak penyidik Polres Kediri, saya menilai Polres Kediri separuh hati dalam melayani masyarakat kecil yang butuh keadilan,” kata Sri Ernawati sambil menunjukan bukti foto dirinya pada saat usai dianiaya,

Sri Ernawati juga mengatakan adanya dugaan keberpihakan oknum penyidik kepada suamainya, yang akhirnya membuat korban merasa kecewa terhadap penyidik Polres Kediri Kota.

“Kenapa sampai saat ini suaminya belum dipanggil sama sekali.” ungkapnya

Sebagai korban KDRT, Sri Ernawati pada tanggal 20 Juli 2017 sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Kediri, tapi korban merasa kurang puas dengan pelayanan yang ada disana dan merasa seolah dari pihak Polres Kediri tidak menanggapi laporannya dikarenakan korban sudah 3 kali laporan ke Polres Kediri kota namun tidak ada respon

“Berkali-kali saya minta bukti tanda lapor polisi tidak di beri, saya ini korban kekerasan dan itupun tidak terjadi kali ini saja, bahkan penganiayaan ini sudah terjadi 6 kali terhadap diri saya. Akhirnya saya nekat melaporkan kejadian ini ke Propam Polda Jatim untuk mencari keadilan terkait kasus ini,” pungkasnya.

Sementara itu pihak propam Polda Jatim setelah menerima aduan dan keluhan korban Sri Ernawati, enggan memberi komentar terkait aduan masyarakat Kediri yang ingin mendapat pelayanan maksimal dari institusi Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polres Kediri. (Dn-2)

dilihat : 104 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution