Rabu, 19 Desember 2018 14:14:47 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 237
Total pengunjung : 452007
Hits hari ini : 1716
Total hits : 4162223
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Rajin Cuci Tangan Cegah Kanker Serviks






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 18 Agustus 2017 14:08:55
Rajin Cuci Tangan Cegah Kanker Serviks

Jakarta - Rajin cuci tangan dapat mencegah kanker serviks karena human papilloma virus (HPV) penyebab kanker itu dapat berpindah melalui sentuhan, kata Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta Venita.

“Perlu mewaspadai toilet umum, kita harus lebih waspada jaga kebersihannya itu, kemudian rajin cuci tangan. Langkah-langkah kebersihan umum sebelum makan, sebelum dan sesudah buang air kecil juga,” katanya di Jakarta, Senin (14/8).

Berdasarkan penelitian, kata dia, penyebaran virus kanker serviks melalui kontak sentuhan kurang dari 10 persen. Akan tetapi, memperhatikan kebersihan merupakan hal penting untuk pencegahan.

Selain rajin cuci tangan, pencegahan yang dapat dilakukan adalah vaksinasi serta deteksi dini setidaknya 3 tahun sekali.

“Minimal 3 tahun sekali, kalau bisa lebih sering, ya, tidak apa-apa. Kelamaan dikhawatirkan lupa, tetapi 3 tahun sekali minimal. Papsmear gratis BPJS jadi tidak ada alasan untuk tidak periksa,” ucap Vernita.

Ia juga menyarakankan diet seimbang, banyak mengonsumsi makanan mengandung antioksidan, dan rutin berolahraga guna mencegah terjangkit kanker serviks.

Kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah melalui vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer dan skrining sejak dini sebagai pencegahan sekunder.

Namun, menurut data yang dihimpun dari RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, ditemukan 70 persen penderita kanker serviks datang dengan stadium lanjut (stadium >3b), dengan kelompok umur paling banyak didapatkan rentang usia 35 s.d. 55 tahun sehingga memengaruhi angka harapan hidup pasien tersebut.

Data penderita kanker serviks di RS Dr. Cipto Mangunkusumo (2010 s.d. 2014) dari 105 pasien, hanya 14 persen pasien yg mampu bertahan hidup hingga 1 tahun. Bahkan, dalam 5 tahun, angka harapan hidup (survival rate) adalah 0 persen. ant/red

dilihat : 196 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution