Sabtu, 24 Agustus 2019 03:25:45 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520083
Hits hari ini : 368
Total hits : 4896478
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dirut Prosam Pasar Atom Terancam Dipenjara






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 15 Agustus 2017 02:05:51
Dirut Prosam Pasar Atom Terancam Dipenjara

Surabaya – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menerima seluruh permohonan gugatan praperadilan yang diajukan Go Husein Gosal, terhadap surat ketetapan pemberhentian perkara yang dikeluarkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Senin (14/08).

Dengan dikabulkannya gugatan praperadilan itu, maka Direktur PT Prosam Plano & Co, Pengelola Pasar Atom Surabaya, Indrayono Sangkawang terancam dipenjara dalam kasus pemerasan, penggelapan dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan terhadap Go Husein Gosal, Pedagang sekaligus pemilik stand di Pasar Atom.

“Mengabulkan seluruh permohonan praperadilan yang diajukan pemohon, Hakim menilai ada unsur pidana yang dilakukan oleh Dirut PT Prosam, Indrayono Sangkawang, bukti dan saksi sudah mendukung, sehingga hakim menilai SP3 yang dikeluarkan Polisi cacat hukum dan tidak sah,” kata Hakim Unggul membacakan amar putusannya diruang sidang Tirta.

Dalam amar putusannya, Hakim tunggal praperadilan, Unggul Warso Mukti juga menyatakan, surat ketetapan pemberhentian perkara Nomor S.TAP/11/1/2017 tanggal 30 Januari 2017 tidak sah dan cacat hukum. Cacatnya SP3 tersebut didasarkan dari keterangan para saksi yang dihadirkan dalam persidangan.

Tak hanya menerima gugatan Go Husain Gosal, PN Surabaya juga menolak seluruh pembelaan yang disampaikan PT Prosam Plano & co selama sidang.

“Memerintahkan agar perkara ini dilanjutkan ke tingkat pembuktian,” sambung hakim Unggul sembari mengetikan palu sebagai tanda akhir persidangan

Sebelumnya, Alexander Arif selaku kuasa hukum Go Husein, menerangkan bahwa Praperadilan ini bermula dari perkara pemerasan (pasal 368 KUHP) penggelapan (pasal 372 KUHP) dan perbuatan tidak menyenangkan (pasal 335 KUHP) yang dilaporkan ke Polda Jatim dengan Nomor Laporan TBL/656/IV/656/2015­/UM/SPKT tertanggal 22 April 2015 yang diduga dilakukan Direktur PT Prosam Plano & Co, Indrayono Sankwang.

Dikatakan Alex, laporan pidaana itu muncul karena ada upaya paksa dari pihak termohon praperadilan yang mengancam klienya akan dikenakan sanksi dan denda apabila tidak menandatangani perjanjian tentang persetujuan mengganti instalasi aliran listrik yang dituangkan dalam surat edaran Nomor 306/S.Klr­.Ktr/10/XI/10/AM dan dibuat oleh PT Pro­sam Plano & Co.

Lebih dari itu, ternyata pengelola Pasar Atom juga menerapkan sistim denda Rp 500 ribu/hari, apabila Go Husein Gosal terlambat membuka stand di atas jam 10.00 (pagi) atau lebih awal dan menutup standnya kurang dari jam 18.00 (petang).

Lalu, pada 1 Juni 2017, pengelola Pasar Atum meminta pada Go Husein Gosal untuk menanggung beban biaya pergantian instalasi listrik sebesar Rp 1.6 juta­,-/M2, dengan cara diangsur 18 kali. Angsuran pertama dimulai pada 15 Juni 2011, sesuai dengan surat edaran nomor 124/S­.Klr.Ktr/04/VI/II/DW­S, dan apabila tidak telambat membayar, maka akan dikenakan denda 0,1 persen/hari dan biaya tambahan adminstrasi.

Ditambahkan Alex pidana perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Indrayono Sangkawang terjadi ketika kliennya hendak melakukan renovasi stand miliknya, yakni di stand nomor 20­08 dan Nomor 2009.

Pada saat itu, sejumlah karyawan dan satpam PT Prosam Plano & Co diperintahkan oleh Indrayono Sangkawang untuk mengeluarkan barang-barang milik Go Husein Gosal dan melarang untuk melakukan renovasi. Padahal, stand tersebut telah dibeli sejak tahun 1982 lalu.

Go Husein Gosal baru diperbolehkan melakukan renovasi, apabila pihaknya mau membayar biaya pergantian instalasi listrik beserta dendanya yang dihitung mencapai setengah milliar rupiah yang dihitung sebagai hutang pada PT Prosam Plano & Co. (Han/dln)

dilihat : 438 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution