Selasa, 21 Mei 2019 01:34:08 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 29
Total pengunjung : 504493
Hits hari ini : 131
Total hits : 4623984
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gus Ipul: Kampus Berperan Tumbuhkan Semangat Nasionalisme






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 11 Agustus 2017 02:08:00
Gus Ipul: Kampus Berperan Tumbuhkan Semangat Nasionalisme

Surabaya – Rasa cinta tanah air dan nasionalisme bisa ditumbuhkan salah satunya melalui pendidikan. Untuk itu, keberadaan kampus atau perguruan tinggi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga rasa cinta tanah air dan menumbuhkembangkan semangat nasionalisme terutama bagi para mahasiswa.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menjadi pembicara di live on air Radio Republik Indonesia (RRI) bertajuk Orang Kampus Bicara Nasionalisme di Plasa Proklamasi Universitas 17 Agustus Surabaya, Kamis (10/8).

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, selain tempat menumbuhkan nasionalisme, beberapa survei mengatakan kampus juga menjadi tempat menyebarnya paham radikalisme. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah memperluas wawasan dan kesempatan mahasiswa untuk ikut dalam pendidikan kewarganegaraan yang ada dalam kampus, baik melalui kurikulumnya maupun kegiatan kemahasiswaan.

Ini penting agar mahasiswa memiliki cara pandang terhadap Indonesia secara utuh, tidak sepotong-potong, terangnya sambil menambahkan bahwa rasa nasionalisme dan cinta tanah air bisa diwujudkan dalam bentuk nyata seperti membantu orang lain dan peduli lingkungan.

Lebih lanjut menurutnya, pendidikan nasionalisme tak hanya tanggungjawab pemerintah, tapi juga pihak lain, salah satunya tokoh agama. Ia mencontohkan bagaimana ulama-ulama di Jatim memiliki moto cinta tanah air adalah bagian dari iman yang disebarluaskan melalui kegiatan keagamaan salah satunya lewat tempat ibadah.

Selain itu, dalam proses pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak, tapi dibutuhkan kerjasama dan partisipasi semua pihak.

“Kita tidak bisa membangun bila ada ego sektoral, perlu partisipasi masyarakat. Dan memang diakui masih ada masyarakat yang harus dipaksa, tapi ada juga yang punya kesadaran,” kata orang nomor dua di Jatim ini.

Sementara itu, Direktur Utama RRI Rohanuddin mengatakan, nasionalisme bukan warisan tapi harus diperjuangkan oleh seluruh anak bangsa. Ciri negara plural pasti ada konflik vertikal maupun horizontal. Untuk itu, yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana masalah atau konflik ini bisa bersama-sama diredam oleh seluruh komponen bangsa. Perlu adanya kerjasama semua pihak agar mendung yang sedang menaungi bangsa ini bisa hilang, pungkasnya. (HMS/red)

dilihat : 429 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution