Kamis, 15 November 2018 21:41:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 337
Total pengunjung : 440214
Hits hari ini : 2062
Total hits : 4063310
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kapolres Kota Tangerang AKBP Sabilul Alif Ceramah Kamtibmas di Gereja Katolik Santa Odilia Tangerang






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 08 Agustus 2017 14:11:33
Kapolres Kota Tangerang AKBP Sabilul Alif Ceramah Kamtibmas di Gereja Katolik Santa Odilia Tangerang

Tangerang – Polresta Tangerang kembali melaksanakan kegiatan Pos Khidmat. Beda dengan sebelumnya, Pos Khidmat kali ini dilaksanakan di Gereja Katolik Santa Odilia Citra Raya, Kecamatan Panongan. Sebab Pos Khidmat kali ini adalah Polisi Ceramah Kamtibmas Kepada Jemaat.

“Kehangatan dalam keberagaman amat terasa. Saat berada di altar mimbar mulia, kami dibuat takjub oleh kumandang lagu Indonesia Raya yang menggema,” ucap Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif, Minggu (6/8/2017).

Dikatakan Sabilul Alif, bahwa Pos Khidmat didesain dalam bingkai Kebhinekaan. Dimana semua elemen dan unsur agama harus dikelola dengan baik. Sebab, hal itu adalah potensi untuk memperkuat kebersamaan umat.

“Intensitas silaturahmi antar umat beragama harus ditingkatkan. Hal itu untuk merespons tantangan umat beragama yang kian hari semakin kompleks,” terangnya.

Oleh karena itu, mantan Kapolres Jember ini mengajak semua kalangan untuk melakukan berbagai upaya agar keharmonisan senantiasa terpelihara. Komunikasi harus semakin ditingkatkan agar mengurangi terjadinya kesalahpahaman antar warga dan antar umat beragama.

“Komunikasi juga penting agar bisa terhindar dari arus informasi negatif. Kerukunan umat beragama akan terwujud apabila semua orang menjunjung tinggi rasa toleransi,” tegas pria kelahiran 27 Juni 1975 silam itu.

Menurut dia, toleransi yang komprehensif adalah toleransi yang saling menghormati dalam satu agama yang sama dan yang berbeda. Memberi waktu dan rasa aman, nyaman kepada umat untuk beribadah sesuai dengan agamanya adalah salah satu contoh bentuk toleransi yang menyeluruh.

“Jangan melakukan diskriminasi terhadap suatu agama. Saat suatu agama butuh bantuan, agama apa pun itu kita harus saling tolong menolong. Semua umat harus menjaga rasa hormat kepada orang lain tanpa memandang latar belakang agama,” tutupnya.red/mwp

dilihat : 138 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution