Selamat Datang di www.pustakalewi.net
Rabu, 30 Juli 2014 13:59:41
| Translate | | Home | Forum | About Us | Donasi | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
Doakan agar persoalan Papua dapat terselesaikan dengan baik dan damai...
Perspektif
Badiou
Alain Badiou (lahir 17 Januari 1937) adalah salah satu nama terkemuka dalam dunia pemikiran filosofis kontemporer.
Perspektif
Badiou
Alain Badiou (lahir 17 Januari 1937) adalah salah satu nama terkemuka dalam dunia pemikiran filosofis kontemporer.
Agenda
Sabtu, 11 Januari 2014
Natal Oikumene GMKI
Sabtu, 18 Januari 2014
Musical Drama & Orchestra Kantata
Sabtu, 08 Februari 2014
Seminar untuk remaja.
Rabu, 14 Mei 2014
Paskah Persekutuan
Selasa, 03 Juni 2014
SKGI


STATISTIK
Online :19
Hari ini :485






Situs Berita Kristen PLewi.Net -MENARA DOA BETHANY INDONESIA
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 24 Juli 2005 00:00:00
MENARA DOA BETHANY INDONESIA
Mendengar nama Gereja Bethany Indonesia maka terlintas di pikiran kita, gereja dengan jumlah jemaat yang besar, suasana ibadah yang penuh musik, pujian dan penyembahan yang tertata sempurna.



Hal itu ada benarnya. Namun yang menjadi pertanyaan, apa yang menyebabkan semuanya itu? Bahkan gereja ini pun mencatat pertumbuhan yang sangat pesat?



Wartawan pustakalewi.com, Jumat (22/7) mencoba melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan gereja yang menurut catatan sampai 3 Juni 2005 memiliki jumlah jemaat 14.299 orang. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah aktivitas menara doa Bethany Indonesia jemaat Nginden Surabaya.



Tempat yang disebut juga sebagai God’s Healing Center (Pusat Pemulihan dari Allah) ini setiap hari dikunjungi orang-orang yang membutuhkan lawatan (jamahan) Allah dalam hidup mereka.



Ketika wartawan situs ini berkunjung, nampak beberapa orang yang sedang berdoa dengan khusuk. Kegiatan yang berlangsung antara pukul 10.00-12.00 WIB ini sarat dengan penyembahan dalam bahasa roh sebagaimana ciri khas gereja yang terletak di jalan Nginden Intan Timur I / 29 Surabaya.



Acara menara doa tersebut bukan hanya melulu doa dan penyembahan, tetapi ada juga pemberitaan Firman Tuhan.



Dalam ruangan khusus yang mampu menampung kurang lebih 400 orang itu, Pdt. Lukas Kedar Harianto menyampaikan Firman Tuhan yang bertema “Jangan tawar hati di masa kesesakan”, yang diambil dari Kitab Amsal 24:10. Dalam kotbahnya, pria yang kelahiran di Mojokerto 1945 itu memaparkan bahwa ketika kita berhadapan dengan masalah sehingga mengalami tawar hati maka kecillah kita. Orang percaya yang tawar hati berarti orang yang tidak mengerti dan tidak tahu bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang maha dasyat. Oleh karena itu kita harus percaya dan mengutamakan Yesus dalam hidup kita. Ada tiga dampak bagi orang yang mengutamakan Yesus, sambung pria alumni Sekolah Alkitab Bethany pada tahun 1979 lalu.



Pertama, Allah memberi Roh-Nya. (Yoh. 36:27). Maksudnya, setelah mengenal Yesus maka kita harus mematikan manusia lama kita, misalnya menghilangkan kebiasaan merokok. Sebab tubuh kita adalah bait Allah.



Kedua, Allah memberi kemenangan. (Yosua 8:1). Kita harus mengandalkan Tuhan dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Sedangkan dampak yang ketiga, memiliki keberanian. (Yosua 10:25). Demikian uraian yang panjang lebar oleh pria yang telah memutuskan untuk melayani secara fulltime sejak 1992 dan saat ini duduk di Departemen Family Altar (FA) sebagai gembala wilayah yang meliputi Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Rungkut, Gunung Anyar, Tambak Sari, Kenjeran dan Wonokromo.



Tema Firman Tuhan ini diangkat mengingat dalam waktu dekat Bethany Indonesia akan menyelenggarakan Seminar Pelipatgandaan Gereja Internasional (SPGI) yang akan dilangsungkan pada tanggal 2-5 Agustus 2005 di Graha Bethany Pusat, Surabaya. Acara besar ini juga menjadi tanggung jawab team doa syafaat.



Sejauh ini bagaimana persiapan para pendoa syafaat terhadap acara SPGI? Ditemui setelah acara doa berakhir, Ny. Bernie Kalee, penanggung jawab menara doa ini mengatakan, “kami terus berdoa sebagaimana jadwal yang telah diatur. Setiap hari saya selalu hadir di sini, selain menangani menara doa, setiap Selasa, Rabu, Jumat siang juga ada doa bersama-sama.



Tuturnya, berdasar pengalaman tahun lalu (2004), dalam kaitan SPGI, jumlah team doa akan bertambah sebab ada tambahan team doa dari daerah lain seperti Jakarta, Bandung, Malang, Makasar dan Manado. Jumlah keseluruhan kurang lebih 300 orang. Untuk tahun ini diperkirakan sekitar 250 orang yang akan ikut ambil bagian dalam doa SPGI. Jelas wanita kelahiran Manado 63 tahun silam itu. (ner)

   
Copyright © 2005 - Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by GIS IT Solution