Selasa, 17 Juli 2018 14:17:10 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 107
Total pengunjung : 406227
Hits hari ini : 834
Total hits : 3703009
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Produsen Garam Tanpa Izin Diciduk Polres Kediri






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 15 Juni 2017 08:03:29
Produsen Garam Tanpa Izin Diciduk Polres Kediri

Kediri - Sugito (49 tahun), warga dusun Banyu Anyar desa Banyu Anyar, kecamatan Gurah, kabupaten Kediri terancam lima tahun penjara karena terbukti telah memproduksi garam yang tidak memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia).

Kejadian tersebut berawal dari Unit Pidsus Polres Kediri saat melakukan penggeledahan di rumah pelaku yang diduga telah memproduksi garam tanpa izin.

Dari penggeledahan itu, petugas mendapati garam yang tidak memenuhi kaidah SNI di dalam rumah pelaku. Atas hal itu pelaku dan sejumlah barang bukti garam langsung di amankan petugas.

Kapolres Kediri AKBP Sumaryono mengatakan, "Pelaku kami tangkap berawal dari laporan masyarakat, beserta sejumlah barang bukti garam yang di duga tidak memenuhi SNI dan untuk proses pengembangan dan penyelidikan barang bukti tersebut kita amankan di Mapolres Kediri."

Informasi dari masyarakat tersebut ungkapnya masuk pada 31 Mei 2017 dan informasi yang masuk menyatakan bahwa di dusun Banyu Anyar ada seseorang yang memproduksi garam tanpa izin dan diduga tidak memenuhi kaidah SNI.

Modus yang digunakan pelaku, memproduksi ulang garam yang belum beryodium dengan cara garam grasak di tumbuk halus, selanjutnya diberi yodium dengan cara disemprot. Setelah itu dicampur dan garam yang sudah jadi dikemas untuk diedarkan di pasaran.

Untuk barang bukti sendiri terdiri dari 80 pack garam halus kemasan kecil 20 bungkus, 246 pack garam kasar 20 bungkus, 220 garan pack besar
20 bungkus,1 buah timbangan,1 galon cairan yodium, 8 buah perekat, 7 sak plastik kemasan,13 buah sendok plastik, serta 5 sak garam tanpa yodium.

"Pelaku bernama Sugito,dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku kami jerat dengan pasal 120 UU No.3 Tahun 2004 Tentang Perindustrian dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 3 miliar Rupiah," ujarnya pada Selasa (13/06).

Menjelang hari raya lebaran, aparat penegak hukum dan otoritas terkait pengawasan makanan dan minuman terus mengintensifkan pengawasan karena maraknya peredaran makanan dan minuman yang tidak memenuhi kaidah kesehatan.

/NurM

dilihat : 33 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution