Kamis, 19 Juli 2018 01:11:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 274
Total pengunjung : 406670
Hits hari ini : 2344
Total hits : 3707425
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Yasonna H. Laoly Resmikan Lapas Industri di Kota Kendal






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 30 April 2017 20:10:32
Yasonna H. Laoly Resmikan Lapas Industri di Kota Kendal

Semarang - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly meresmikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka (Industri) di Kendal wilayah Jawa Tengah yang dikemas dalam panen raya bertema Saatnya Memberi yang direlay melalui aplikasi zoom, Sabtu (29/4/2017).

Menurut Yasonna, Lapas tidak hanya sebagai tempat membina Narapidana secara konvensional, namun bisa menjadi sarana untuk mendorong dihasilkannya produk-produk berkualitas, karena dapat menjadi penunjang bagi pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sekaligus untuk mengubah citra masyarakat dari Lapas Konsumtif menjadi Lapas Produktif.

“Lapas Industri ini menggiatkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan perikanan, peternakan, pertanian, dan perkebunan. Ini bukan sekedar memberi bekal WBP, namun mengarah ke pembinaan produktif dalam wujud pembangunan industry dalam Lapas,” ungkap Yasonna.

Dengan demikian, petugas pemasyarakatan harus mampu membentuk WBP menjadi pribadi yang kreatif dan produktif, sehingga mereka dapat menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya kelak setelah kembali di tengah keluarga ataupun masyarakat.

Dengan diresmikannya Lapas produktif di Kendal tersebut, Yasonna mendorong Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng untuk menggandeng pihak swasta agar memberdayakan lahan yang sudah ada.

Yasonna berharap kerjasama dengan pihak swasta nantinya bisa memberikan keuntungan terhadap investor yang salah satunya mendapatkan bahan baku dengan memanfaatkan lahan Lapas tanpa harus memikirkan biaya tenaga kerja, karena yang mengerjakan adalah WBP.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Bambang Sumardiono mengatakan, warga binaan yang ada di Lapas terbuka ini semuanya sudah memenuhi syarat untuk bisa diasimilasi, yang mana mereka sudah setengah menjalani pidananya.

Bambang berharap, lahan tersebut bisa seterusnya dikelola oleh WBP hingga mereka dinyatakan bebas, kecuali mereka (WBP) melakukan pelanggaran lagi, maka akan dikembalikan ke Lapas semula.

Diketahui sebelumnya juga telah diresmikan 10 Lapas produksi wilayah Jawa Barat yang dipusatkan di Lapas Kelas III Warungkiara pada Pebruari lalu.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan pokok kesepahaman antara Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Kapolda Jateng, Pangdam IV/Diponegoro, dan Kepala BNNP Jateng dalam rangka pembinaan dan pengawasan Lapas dan Rutan di wilayah Kanwil Jateng. (Nn/BJ)

dilihat : 113 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution