Sabtu, 21 Juli 2018 08:57:33 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 39
Total pengunjung : 407264
Hits hari ini : 235
Total hits : 3713174
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bendungan Peninggalan Belanda Disukai Turis Eropa






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 14 April 2017 20:05:16
Bendungan Peninggalan Belanda Disukai Turis Eropa

Banyuwangi - Keberadaan Bendungan Karangdoro yang berada di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ternyata menjadi perhatian menarik wisatawan mancanegara, khususnya yang berasal dari Eropa. Sejumlah turis asing yang akan menuju ke Pantai Sukamade di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, terlihat singgah di bendungan peninggalan Belanda.

Mereka, tampak kagum dengan bangunan yang berbatasan dengan kebon kopi di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung itu. “Saya sengaja membawa ke Bendungan Karangdoro,” terang Koko guide para turis asing, Kamis (13/4/2017).

Koko menyebut para turis asing asal Belanda itu dibawa ke Bendungan Karangdoro untuk menyambung cerita dari sejarah yang ada di kawasan Kalibaru dan Glenmore. “Kita sambung ceritanya biar mengetahui perbedaan Kalibaru dan daerah lain,” katanya.

Dengan kunjungan ke bendungan itu, terang dia, para turis asing juga biar tahu kalau bangunan itu dulu dibangun oleh moyangnya. Hanya saja, pihaknya memerlukan data yang akurat. “Asal cerita kita bisa diterima, mereka itu akan suka,” ungkapnya.

Koko menyebut para turis asing itu tujuan utamanya ke Pantai Sukamade. Bila nanti tidak bisa melihat penyu karena ada halangan, maka kunjungan ke bendungan ini bisa menjadi ganti. “Kalau langsung ke Sukamade dan tidak bisa melihat penyu, nanti bagaimana,” ucapnya.

Meski Bendungan Karangdoro itu terbilang menarik, tapi menurut Koko ada sedikit catatan terkait lokasi bendungan. Keberadaan deretan warung semi permanen di sisi bendungan, mengurangi daya tarik dan keindahan. “Itu dulu belum ada, tapi sekarang kok ada, saya sangat menyayangkan,” jelasnya.

Koordinator Sumberdaya Air (Korsda) Bangorejo, Budiyono, mengatakan, Bendungan Karangdoro memang sering dikunjungi wisatawan Eropa.

Terkait keluhan keberadaan warung di sekitar jalan masuk ke bendungan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk ikut mengatasi. “Kita tidak bisa sendiri, harus koordinasi dengan pemerintah desa,” katanya. (Ek/BJ)

dilihat : 140 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution