Senin, 23 September 2019 03:14:39 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520109
Hits hari ini : 273
Total hits : 4970454
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Evaluasi UNBK SMK, Ini Beberapa Kendala Yang Muncul






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 11 April 2017 14:14:24
Evaluasi UNBK SMK, Ini Beberapa Kendala Yang Muncul

Gresik,pl.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) minta kendala Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK yang telah digelar minggu lalu segera dilaporkan ke Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di kabupaten/kota setempat. Pelaporan ini diperlukan untuk segera dilakukan penjadwalan ulang ujian susulan.

“Evaluasi UNBK tingkat SMK kemarin ada dua kendala yaitu kendala teknis seperti listrik mati dan komputer ngadat yang jumlahnya hanya di empat sekolah atau hanya 0,02 persen. Kendala teknis tanggung jawab provinsi dan saat itu sudah bisa langsung diatasi tidak perlu menunggu lama,” kata Gus Ipul, usai menyaksikan pelaksanaan UNBK tingkat SMA di beberapa sekolah di Gresik, Senin (10/4).

Sedangkan kendala kedua, adalah kendala dimana soal tidak muncul. Kendala kedua ini berasal dari pusat sehingga Dinas Pendidikan Jawa Timur memang tidak bisa langsung melakukan perbaikan.

Untuk kendala kedua, ada empat masalah yang muncul. Yang pertama gambar dan teks dalam tampilan soal ujian tidak muncul dan hanya opsi pilihan soal saja yang muncul sehingga siswa tidak bisa mengikuti UNBK.

Sedangkan masalah kedua yaitu, peserta mendapatkan naskah yang tidak sesuai dengan kompetensi atau jurusannya. Jurusan Multi Media misalnya, mendapatkan soal jurusan agrobisnis, begitu sebaliknya.

Untuk masalah ketiga adalah butir soal banyak yang tidak muncul atau butir soal tidak keluar semua dalam tampilan soal ujian. Sementara masalah terakhir adalah, soal yang keluar berasal dari kurikulum 2013, padahal selama ini yang diajarkan di sekolah itu adalah kurikulum 2006.

“Yang bermasalah ini di 10 jurusan yang ada di SMK,” kata Gus Ipul.

Sebanyak 10 jurusan itu adalah Rekayasa Perangkat Lunak; Teknik Audio Video; Agrobisnis; Gambar Bangunan; Perbankan; Multi Media; Desain Komunikasi Visual; Pertelevisian; Permesinan; dan Grafika.

Dari catatan yang ada, kata Gus Ipul, saat ini sudah ada 9399 pelajar yang melaporkan tidak bisa mengikuti UNBK karena adanya masalah soal dari pusat ini.

“Tapi kami asumsikan masih ada sekitar 3 ribuan lagi yang belum melapor,” kata Gus Ipul.

Untuk yang belum melapor ini, Gus Ipul berharap pihak sekolah segera melaporkan sehingga ujian susulan segera bisa dijadwalkan ulang. (Dn-2/red)

dilihat : 433 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution