Selasa, 25 September 2018 09:06:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 48
Total pengunjung : 423084
Hits hari ini : 339
Total hits : 3898649
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jaga Netralitas, LSM GMBI Nonaktifkan Irjen Anton Charliyan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 22 Januari 2017 21:19:46
Jaga Netralitas, LSM GMBI Nonaktifkan Irjen Anton Charliyan

Bandung - Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pembina LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Langkah itu dilakukan GMBI untuk menjaga netralitas dalam proses penyidikan kasus Rizieq oleh Polda Jabar yang berujung pada bentrokan antar dua kubu beberapa waktu lalu.

Keputusan penonaktifan Anton itu tertuang dalam surat keputusan bernomor: 01-khusus/SK/DPP LSM GMBI/I/2017. Surat keputusan itu ditandatangani langsung Ketua Umum LSM GMBI M. Fauzan Rachman.

“Terhitung hari ini, berdasarkan hasil rapat DPP LSM GMBI dan keputusan Ketua Umum, kedudukan Ketua Dewan Pembina atas nama Irjen Pol Anton Charliyan dinyatakan demisioner. Artinya dinonaktifkan,” ujar Asisten Bidang Hukum DPP LSM GMBI, Fidelis Giawa, Sabtu (21/1/2017) kemarin.

Menurut Fidel, penonaktifan Anton ini dilatarbelakangi asumsi masyarakat yang mengaitkan Anton sebagai Kapolda Jabar menjadi pelindung LSM GMBI. Kedudukan Anton yang juga sebagai pembina dinilai lebih condong kepada GMBI pasca bentrokan antar dua kubu GMBI dan FPI usai pemeriksaan Habib Rizieq di depan Mapolda Jabar.

“Sehingga kami perlu untuk menjaga objektifitas, netralitas, dan kepastian hukum. Kami ingin kasus Rizieq ini murni proses hukum,” katanya.

Fidel menambahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Anton secara lisan terkait penonaktifan Anton sebagai Ketua Dewan Pembina. Surat keputusan penonaktifan tersebut akan disampaikan kepada Anton, Kapolri dan Komisi III DPR-RI.

“Tanggapan dari beliau enggak ada masalah. Sebab, sejak awal yang membutuhkan Dewan Pembina itu kami, bukan beliau yang mengajukan.” Pungkasnya. (Dtk/beks)

dilihat : 225 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution