Sabtu, 21 Juli 2018 12:35:08 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 78
Total pengunjung : 407304
Hits hari ini : 652
Total hits : 3713591
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Shigeyiki Tamura: Tenis Meja Membuatku Terima Yesus
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 10 Januari 2017 09:20:08
Shigeyiki Tamura: Tenis Meja Membuatku Terima Yesus

Surabaya,pl.net - Berawal dari seringnya Shigeyiki Tamura bermain tenis meja di Gereja membuat pria yang selama 18 belum kenal Yesus sebagai juru selamat kini bisa menerima Yesus dan aktif sebagai pelayan Kristus di Indonesia.

Saat ditemui pl.net di tempat pelayanannya usai merayakan natal beberapa saat yang lalu, pria yang akrab disapa pak Tamura ini menceritakan pengalaman hidupnya sebelum menerima Yesus dan kini aktif sebagai misionaris di Indonesia.

Berawal dari keinginannya untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah di Tokyo, Shigeyiki Tamura meninggalkan kota kelahirannya Yamagata diusianya yang masih 18 tahun.

Di usia yang masih muda itulah untuk pertama kalinya Tamura muda diperkenalkan oleh Hideo Ohki seorang hamba Tuhan di Tokyo kepada pribadi Yesus, meski sebelumnya Tamura tahu siapa Yesus karena setiap natal masyarakat Jepang juga turut merayakan Natal meski tak mempercayai Yesus.

Sebelum lahir baru tahun 1981, setiap selesai ibadah sore, saya pergi ke gereja Pak Hideo untuk bermain tenis meja, saya merasa heran dan aneh dengan Pendeta dan jemaat disana mengapa mereka mau menerima saya masuk ke lingkungan mereka bahkan main dengan mereka meski saya bukan jemaat gereja itu.

Dalam hati saya berpikir, apakah ini yang namanya kasih. Suatu waktu oleh pak Hideo saya dipinjami Alkitab untuk saya baca dan dalam hati saya berkata tak ada salahnya saya baca buku ini meski setelah saya baca tak ada satupun dari isi Alkitab itu yang saya mengerti.

Meski demikian ada 1 ayat dari Alkitab itu yang tinggal diam dalam hati saya yakni dari Kitab Kisah Para Rasul pasal 16:31 dimana disitu tertulis Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."

Ayat dari Alkitab itu begitu mengena dihati saya, sehingga saya berpikir untuk apa saya dan keluarga saya hidup jika nanti akhirnya saya dan keluarga saya akan masuk neraka.

Akhirnya tahun 1981 saya memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Juru selamat dan tahun 1982 saya dibaptis dan setahun setelah itu yakni tahun 1983 dirinya masuk Sekolah Alkitab Takyama Bible Baptist Church dari Gereja Baptis yang ada Tokyo.

Rasa sukacita saya rasakan dalam.kehidupan diri saya, meski orang tua dan keluarga saya yang lain belum terima Yesus sebagai juru selamat namun sampai saat ini saya selaku mendoakan mereka.

"Meski keluarga saya belum terima Yesus saya yakin apa yang sudah Tuhan janjikan itu akan digenapi karena Firman Tuhan kita itu Ya dan Amin, Tuhan kita bukan pembohong." Ujar Tamura dengan tegas.

Kini tak terasa sudah 27 tahun suami dari Akiko Tamura dan ayah dari Dai Tamura, Haruka Tamura, Michiru Tamura dan Mai Tamura ada di Indonesia dan aktif dalam pelayanan di Yayasan Baptis Independen dan Gereja Baptis Independen Indonesia di Surabaya.

Dirinya yakin Tuhan sudah tau apa yang ingin saya dan keluarga saya lakukan bagiNya, jika saya masih harus di Indonesia maka Tuhan akan sertai dan buka jalan bagi saya sesuai dengan kitab Wahyu pasal 3 ayat 8.

Wahyu 3:8 yang berbunyi " Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku."

Berpegang akan ayat diatas saya yakin Tuhan akan beserta dalam pelayanan saya, seperti saat saya ingin melayani, Tuhan perintahkan saya ketempat yang tidak sesuai dengan visi dimana saya ingin bisa melayani di Jepang tapi akhirnya Tuhan bawa saya ke Indonesia. mwp

dilihat : 370 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution