Rabu, 18 Juli 2018 15:11:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 157
Total pengunjung : 406551
Hits hari ini : 1123
Total hits : 3706204
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ada Bukti Dahlan Iskan Tanda Tangani SK Pelepasan Aset BUMD






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 23 Oktober 2016 09:12:56
Ada Bukti Dahlan Iskan Tanda Tangani SK Pelepasan Aset BUMD

Surabaya – Penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, menemukan titik terang dugaan korupsi penjualan asset BUMD yang dikelola PT Panca Wira Usaha (PWU).

Itu terjadi, saat penyidik Kejati Jatim melakukan pemeriksaan terhadap Wisnu Wardhana alias WW.

Dawud Budi Sutrisno penasehat hukum WW, mengaku membawa bukti-bukti surat keputusan penunjukkan tim pelepasan asset PT PWU.

“Kami membawa surat penunjukkan 10 tim pelepasan asset yang ditanda tangani Dahlan Iskan. Ini merupakan bukti dari klien kami (Wisnu Wardhana, red),” kata Dawud.

Dijelaskan Dawud, dalam surat penunjukkan itu jelas terdapat tanda tangan DI, Dirut PT PWU saat itu.

“Intinya kan Pak Dahlan menunjuk Pak Wisnu. Ini dibuktikan dengan adanya surat penunjukkan tim pelepasan asset,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim Romy Arizyanto mengatakan, penyidik memeriksa WW terkait tupoksinya selaku ketua tim pelepasan asset dan prosedur apa yang telah dilakukan sehingga dilakukan pelepasan asset PT PWU.

Selain WW, Romy juga menyebut nama Alim Markus dalam pemeriksaan oleh penyidik Pidsus Kejaksaan.

Kasipenkum Kejati Jatim Rommy Arizyanto menyatakan, Jika bukti surat penunjukkan tim pelepasan asset yang ditanda tangani DI (red, Dahlan Iskan) tersebut sudah ditanyakan sebelumnya kepada DI .

“Dalam pengakuannya, sedikit banyak DI mengetahui apa yang diputuskan PT PWU terkait pelepasan asset itu,” ujar Rommy.

Ditambahkan Romy, dalam pemeriksaan penyidik, DI memang mengakui atas tanda tangan yang ada dalam bukti-bukti surat yang dimiliki penyidik. Untuk itu DI akan dipanggil kembali pada Senin (24/10) pekan depan.

“Memang dalam alat bukti surat, Pak Dahlan mengakui tanda tangannya. Cuma dia perlu mengingat kapan itu dilakukan, sebab sudah lama. Tapi banyak yang diakuinya (tanda tangan),” tambahnya. dln/red

dilihat : 186 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution