Senin, 16 Juli 2018 23:29:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 153
Total pengunjung : 406089
Hits hari ini : 1785
Total hits : 3701455
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -LPSK Sesalkan Bebasnya Pelaku Pencabulan di Lumajang






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 24 Agustus 2016 21:18:28
LPSK Sesalkan Bebasnya Pelaku Pencabulan di Lumajang

Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban [LPSK] menyesalkan bebasnya Herminto, pelaku pencabulan terhadap anak kandung di Lumajang.

“Bebasnya pelaku karena alasan formil menjadi catatan buruk upaya bersama pemerintah dalam menghapus kekerasan seksual,” ujar Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai, Rabu 24 Agustus 2016.

LPSK berharap penegakan hukum agar dilakukan secara cermat, sehingga hambatan formil seharusnya bisa ditemukan jalan keluarnya, bukan justru menjadi dasar seorang pelaku bebas.

Tidak adanya pengacara yang membela Herminto, seharusnya bisa dicarikan jalan keluar berupa adanya pengacara yang disediakan pemerintah atau LBH.

“Akibatnya dengan tidak didampingi pengacara, hakim menilai syarat formil kasus ini tidak terpenuhi karena terdakwa dengan ancaman hukuman tinggi harus didampingi pengacara,” jelas Semendawai.

Semendawai juga berharap adanya aturan baru yang bisa menguntungkan korban, terutama terkait penolakan terdakwa untuk didampingi yang berujung dengan bebasnya pelaku karena tidak memenuhi syarat formil.

Aturan baru tersebut penting agar syarat formil tidak dijadikan alat untuk lepas dari jerat hukum.

“Hal ini penting agar tidak hanya hak pelaku yang diperhatikan, melainkan hak korban atas keadilan juga perlu diperjuangkan”, imbuh Semendawai.

LPSK mendukung upaya banding yang akan dilakukan oleh Jaksa dari Kejaksaan Negeri Lumajang agar kasus ini tetap diproses.

LPSK berharap di proses berikutnya ada hukuman yang setimpal dengan perbuatan pelaku.

“Upaya ini harus dilakukan agar pelaku mendapatkan hukuman atas pelanggaran yang dibuatnya”, pungkas Semendawai.

Sebelumnya Herminto diadili di PN Lumajang atas dakwaan mencabuli anak kandungnya sendiri. Karena ancaman hukuman 15 tahun, Herminto harus didampingi pengacara. Namun Herminto menolak didampingi pengacara, dan atas dasar tersebut majelis hakim menilai syarat formil kasus ini kurang.

Atas putusan tersebut, Jaksa dari Kejari Lumajang menyatakan akan banding. Steve/red/beks

dilihat : 235 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution