Senin, 16 Juli 2018 02:08:35 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 182
Total pengunjung : 405925
Hits hari ini : 3098
Total hits : 3698922
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Muslim Pakistan Galang Dana Bangun Gereja






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 15 Juni 2016 09:18:38
Muslim Pakistan Galang Dana Bangun Gereja

Khaksabad - Komunitas Muslim di Desa Khaksabad di Pakistan menggalang dana untuk mendirikan sebuah gereja baru bagi warga Kristen karena tempat ibadah itu sebelumnya tersapu banjir.

"Saya mempelajari proyek ini dari pertemuan komunitas bulan lalu. Gereja juga merupakan rumah Allah. Berdoa merupakan yang utama. Kami memuji Tuhan yang sama," ujar seorang warga, Dilawar Hussain, seperti dikutip The Independent.

Donasinya sendiri tergantung pada kondisi perekonomian. Seorang petani memberikan 2.000 rupe [Rp 252 ribu], sementara pebisnis lokal menyumbang 10 ribu-30 ribu rupe [Rp 1,2-3,7 juta].

Bantuan ini juga digencarkan untuk menunjukkan solidaritas keagamaan, enam tahun setelah terjadi penyerangan terhadap umat Kristiani di wilayah itu.

"Setelah kericuhan lokal, kami mencoba mengajak warga lebih bersatu. Kami sudah meningkatkan aktivitas kami sehingga tidak perlu lagi ada insiden seperti itu. Dengan membangun gereja ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami bersatu," ucap seorang warga lainnya, Ijaz Farooq.

Kerusuhan itu terjadi di Gojra, kota terdekat dengan Khaksabad, pada 2009 silam. Ketika itu massa menyerang rumah-rumah orang Kristen dan menewaskan 10 orang. Tujuh orang dibakar hidup-hidup dan empat gereja dibakar.

Tragedi itu menorehkan luka bagi warga sekitar. Seorang warga Kristen di Khaksabad, Faryal Masih, tak menyangka hal itu dapat terjadi di kampung halamannya.

"Sejak kecil, kami hidup bersama. Kami hidup dalam damai dan saling menghadiri pernikahan masing-masing.

Kami bersama dalam suka dan duka. Saya berdoa agar kami tidak mengalami apa yang terjadi di Gojra," tutur Masih.

Setelah kejadian itu, Masih sendiri tak percaya komunitas Muslim akan membantu mereka mendirikan gereja.

"Namun yang mengejutkan saya, konstruksi dimulai sebulan setelah pengumuman. Mimpi lama komunitas kami akhirnya terwujud," katanya.

The Independent

dilihat : 298 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution