Minggu, 23 September 2018 13:17:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 102
Total pengunjung : 422687
Hits hari ini : 1247
Total hits : 3892437
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Seminar Pendidikan BAMAG Surabaya Ulas Kebijakan Pendidikan Pemerintah






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 23 Mei 2016 17:00:48
Seminar Pendidikan BAMAG Surabaya Ulas Kebijakan Pendidikan Pemerintah

Surabaya, PL.Net - Permasalahan pendidikan di indonesia yang tak kunjung tuntas, peralihan menteri pendidikan masih tidak menjanjikan bagi dunia pendidikan bangsa ini. Janji-janji pembenahan hanya promo angin ketika masa kampanye politik. Dunia pendidikan pun semakin mencemaskan semua pihak, tak terkecuali para hamba Tuhan yang berkumpul di forum pendidikan BAMAG Surabaya.

Padahal, Hal yang berbeda dirasakan oleh beberapa negara yang lebih mengutamakan pendidikan sebagai pondasi dasar dari sumber daya manusia yang berkualitas, dan pendidikan tetap dipungut biaya di negara-negara maju sebagai umpan.

Dalam seminar Pendidikan Badan Musyawarah Antar Gereja [BAMAG] Kota Surabaya bertajuk “Pemenuhan hak dan keadilan pendidikan oleh Pemerintah” yang diadakan di Gereja Baptis Indonesia Pniel, Jalan Simo Kwagean nomor 47 Surabaya, berbagai produk kebijakan pemerintah coba diulas. Hadir sebagai pemateri Dr. Gatot Gunarso yang merupakan kepala bidang tenaga pendidik Provinsi Jawa Timur dan moderator oleh Pdt Daniel Royo yang juga merupakan pendeta di Gereja Baptis ini.

Gatot Gunarso dalam kapasitasnya menyatakan bahwa kesenjangan sosial menjadi persoalan penting di negeri ini terutama. Hal tersebut yang menyebabkan tingkat pendidikan antar satu kabupaten dan kabupaten lain begitu tak sebanding jika mengulas dunia pendidikan di Jawa Timur.

Misalnya sesuai data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur masih terdapat daerah yang berada zona merah yaitu daerah Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Sumenep. Daerah ini yang dalam catatan Gatot selalu meminta bantuan terutama dalam bidang pendidikan.

Secara umum, di indonesia terdapat terdapat tiga pokok masalah pendidikan. Pertama adalah aksebilitas atau kemudahan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang meliputi jarak, kelayakan fasilitas pendidikan dan biaya yang ringan.

Kedua, kualitas pendidikan yang mana alumni lulusan didapatkan sumber daya manusia yang bekualitas dan memiliki daya saing. Kemudian terakhir terdapat relevansi antara dunia pendidikan dan jumlah lapangan kerja sehingga tidak terjadi ketidakseimbangan dan mengakibatkan pengangguran.

Persoalan lain yang tak kalah menyita perhatian publik adalah, soal perubahan Kurikulum Pendidikan dasar dan menengah yang sudah berganti sembilan kali dalam sejarah republik ini berdiri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan menyatakan, Kemendikbud memutuskan untuk menghentikan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia.

“Kemendikbud mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013. Pemberhentian Kurikulum 2013 tidak berarti menghapus kurikulum yang ditetapkan oleh menteri sebelumnya, M Nuh”, ujar Gatot.

Untuk menjawab permasalahan pendidikan maka pemerintah provinsi Jatim membuat Program Prioritas di Jawa timur yaitu pemberian Bopda Madin [Madrasyah Ibitaiyah Negeri] dengan maksud agar pendidikan di pondok pesantren dapat bersinergi dengan kurikulum nasional. Ini juga berguna untuk mencegah radikalisme yang akhir-akhir ini merebak juga lewat dunia pendidikan.

Lalu ada juga Program WAJAR DIKMEN agar semua anak dapat menempuh pendidikan minimal SMA/ sederajat dan terakhir pengembangan pendidikan kejuruan karena fakta dilapangan 70 % lulusan SMA tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Dan anggaran pendidikan di jatim pada tahun 2016 mencapai angka Rp 6.545.010.133.156. terakir sesi ini ditutup dengan pemaparan permasalahan penyelenggaraan pendidikan swasta yang sering kali mengacu pada kualitas dan kuantintas guru dan tenaga pendidikan, kesejahteraan guru swasta dan sarana prasarana yang belum memadai.

Sekitar dua ratus orang peserta yang memenuhi gedung utama gereja yang juga mempunyai sekolah di kompleksnya ini cukup antusias mendengar pemaparan wakil pemerintah daerah di bidang pendidikan ini. Berbagai tanggapan dan pertanyaan secara umum cukup mewakili antusiasme sekaligus keresahan sebagian besar warga gereja yang mempunyai pendapat umum bahwa bidang pendidikan belum digarap serius oleh pemerintah.(ibs)

dilihat : 347 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution