Jum'at, 14 Desember 2018 16:18:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 204
Total pengunjung : 450470
Hits hari ini : 1281
Total hits : 4150014
Pengunjung Online : 10
Situs Berita Kristen PLewi.Net -GKI Diponegoro Bajem Gayungsari, Menanti Ijin Yang Tak Kunjung Dapat






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 05 Januari 2006 00:00:00
GKI Diponegoro Bajem Gayungsari, Menanti Ijin Yang Tak Kunjung Dapat

SURABAYA-Selasa siang (3/01/2006 ) pustakalewi. com berkunjung ke GKI ( Gereja Kristen Indonesia) Diponegoro Bakal Jemaat (Bajem) Gayungsari. Kesan gereja yang umum langsung gugur saat kru tiba di gereja yang terletak di JL Gayungsari Barat 3 / 54 Surabaya itu. Gedung gereja lebih menyerupai sebuah rumah, tanpa hiasan gereja, tanpa papan nama, di dalamnyapun tidak tidak ada aksesoris gereja. Yang ada ruang tamu yang luas dengan seekor ayam jago yang berada di teras rumah.



Setibanya disana kru pustakalewi.com disambut oleh Niken, tenaga administrasi gereja. Saat memulai wawancara Niken menginformasikan jika tempat itu hanyalah kantor gereja. “Ibadah minggu kita adakan di Panti Asuhan Lydia yang terletak di Jl. Gayungsari 5 no 17-21. Tidak jauh dari sini” tambahnya.



Kendala perijinan tampaknya menjadi sebab. Walau telah cukup lama berada disana, keberadaan sebagai gereja masih dipermasalahkan oleh beberapa pihak. Oleh karenanya, kegiatan pelayanan lebih banyak dilaksanakan di panti Asuhan Lydia. “Disini hanya untuk ibadah Sekolah Minggu, persekutuan doa pagi dan Kantor sekretariat gereja,” imbuh gadis yang baru 10 bulan jadi staf gereja. Niken juga menambahkan kantor gereja setiap hari kerja mulai pukul 08.30 – 16.00 Wib.



Saat ditanya berapa jumlah KK yang ada, Niken menginformasikan kurang lebih 100 KK. Dari perspektif manajemen gerejawi, memang sudah selayaknya GKI Diponegoro Bajem Gayungsari menjadi sebuah jemaa yang mandiri. Namun apa boleh buat, jemaat tampaknya masih harus terus berjuang memperoleh hak asasinya, hak untuk beribadah! ( SR ) ( Foto, rhl )

dilihat : 1230 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution