Sabtu, 21 Juli 2018 12:47:32 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 79
Total pengunjung : 407305
Hits hari ini : 698
Total hits : 3713637
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dishub Jatim Secepatnya Bahas Penurunan Tarif Angkutan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 03 April 2016 03:39:35
Dishub Jatim Secepatnya Bahas Penurunan Tarif Angkutan

Surabaya – Dinas Pehubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan [Dishub dan LLAJ] Jatim berencana akan mengumpulkan seluruh stakeholder terkait untuk membahas tarif angkutan bus Angkutan Kota Dalam Prorvinsi [AKDP] di Jatim pada Senin 4 April 2016. Hal itu setelah adanya penurunan harga BBM yang sudah diberlakukan awal April.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur, Sumarsono, di Surabaya, mengatakan, untuk memastikan penurunan tarif baru pasca turunnya harga premium, maka akan segera ditentukan paling lambat hari Senin mendatang.

“Senin lusa, Organda dan seluruh pemilik bus Antar Kota Dalam Provinsi [AKDP] serta YLKI juga dikumpulkan untuk bahas penyesuaian tarif,” ujarnya.

Sumarsono mengatakan, kewenangan penentuan tarif angkutan ada di tiga level pemerintah dimana Angkutan Kota Antar Provinsi [AKAP] penurunan tarif ada di kementerian perhubungan, kemudian angkutan AKDP ada di tangan gubernur dan angkutan kota kewenangan ada di bupati/walikota.

Untuk penentuan besaran tarif, katanya, kemungkinan besar, Dishub dan LLAJ Jatim mengikuti yang ada di pemerintah pusat, yakni sekitar turun 3 persen. karena itu, pihaknya saat ini juga masih menunggu SK Menteri Perhubungan terkati tarif baru paska penurunan harga premium 1 April ini.

Menurutnya, memnentukkan elemen tarif baru tidak hanya mempertimbangkan pada harga premium, melainkan juga melihat harga spare part, biaya perawatan, ban, serta gaji sopir dan kondektur.

“Jadi harga premium meski turun, tetap kita harus lihat masukan dari pemilik bus, kira-kira penurunan tarif idealnya berapa,” terangnya.

gnr/kmj/dln

dilihat : 448 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution