Sabtu, 20 April 2019 09:37:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 152
Total pengunjung : 493811
Hits hari ini : 1879
Total hits : 4541414
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Negara bagian Utah deklarasikan pornografi sebagai krisis kesehatan publik






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 18 Maret 2016 21:22:01
Negara bagian Utah deklarasikan pornografi sebagai krisis kesehatan publik

Surabaya - Senat negara bagian Utah akhir Februari lalu secara bulat menyatakan merebaknya material cabul atau pornografi sebagai “krisis kesehatan publik,” yang berperan besar dalam kegagalan rumah tangga dan kehancuran keluarga.

“Saya telah membaca buku-buku dan mendengar para ahli mengatakan kepada saya pornografi lebih sulit diatasi daripada [penyalah gunaan]” obat terlarang, ungkap Senator Todd Weiler, yang mengusulkan legislasi tersebut, dikutip CBN News 25 Februari 2016 lalu.

Ia mengatakan bahwa selama bertahun-tahun dalam profesinya sebagai seorang pengacara kasus perceraian, penggunaan material cabul sering disebut sebagai alasan perpisahan.

Dalam wawancara dengan CBN, Donna Rice Hughes, ketua organisasi Enough is Enough yang memperjuangkan supaya internet menjadi media yang aman bagi anak-anak dan keluarga, menyebutkan bahwa telah lama diketahui mengenai masalah yang disebabkan oleh material cabul. Hanya nanti belakangan ini bahaya yang terkandung di dalamnya ditetapkan oleh ilmu pengetahuan.

Ia mengatakan bahwa ketika penyebaran material cabul lewat internet meruak di tahun 90-an, penelitian mulai dilakukan menyangkut apakah hal itu merupakan masalah dan mengapa.

Ia menunjukkan bahwa pornografi internet sangat mencandu dan mengeksploitasi anak-anak.

“Banyak anak-anak yang terekspos terhadap pornografi meniru apa yang mereka lihat, kita tahu bahwa itu bermuara pada kekerasan terhadap perempuan, mendorong industri perdagangan manusia,” ungkapnya.

Organisasi penanggulangan eksploitasi seksual, The National Center on Sexual Exploitation, menyambut baik terobosan itu, menyatakan bahwa “[p]ornografi jelas merupakan racun yang tidak bisa ditoleransi oleh masyarakat manapun yang mengupayakan kebaikan pribadi, kesejajaran, dan penghargaan.”

Bagaimana melindungi anak-anak dari bahaya pornografi?

Dengan kemajuan teknologi saat ini, anak-anak semakin rentan menjadi korban eksploitasi lewat pornografi.

Orang tua dapat mengambil langkah-langkah pencegahan supaya anak-anak dapat terhindar dari bahaya material cabul.

Caranya adalah dengan mengajarkan kepada mereka langkah apa yang mereka harus lakukan ketika secara tak sengaja melihat, atau sengaja ditunjukkan orang lain pada material cabul.

Pertama adalah menjelaskan kepada anak-anak bahwa “gambar kurang ajar, yang menunjukkan orang-orang tanpa baju” adalah hal yang tidak baik dan harus dijauhi. Tidak baik melihat gambar demikian karena akan merusak pikiran/otak mereka.

Kedua, mintakan kepada mereka jikalau mendapati gambar demikian supaya matikan atau jauhi.

Ketiga, mintakan kepada mereka untuk memberitahukan kepada orang tua/penjaga jika mereka mendapati gambar demikian atau ditunjukkan oleh teman/orang lain.

Ketika anak-anak memberitahu hal itu dapat menjadi kesempatan untuk mengungkapkan penghargaan atas kesediaan mereka menyebutkan hal itu, menegaskan kembali bahwa gambar kurang ajar itu adalah tidak baik dan berbahaya, dan mencari langkah pencegahan dan penanggulangan berdasarkan pengalaman tersebut.

yubelium/red

dilihat : 429 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution