Rabu, 19 Desember 2018 15:12:43 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 246
Total pengunjung : 452016
Hits hari ini : 1812
Total hits : 4162319
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Drs.Triwulyono: “Gereja dan Pendidikan Kristen Terikat Kapitalisme”






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 17 Juli 2005 00:00:00
Pergulatan bangsa mengenai bagaimana pendidikan menjadi murah, adalah pergumulan tanpa henti. Dunia pendidikan telah terlalu mahal bagi rakyat kecil.



“Gereja dan Pendidikan Kristen terlalu terikat kapitalisme sehingga kapital dan modal menjadi orientasi dan syarat utama bagi perkembangan kedua institusi Kristen tersebut,” demikian pernyataan Drs. Triwulyono salah seorang praktisi dan pengamat perkembangan pendidikan yang bertempat tinggal di Kediri. Pemerhati pendidikan ini tampak geram ketika Pustakalewi.com mencoba bertanya seputar hubungan kapitalisme dengan gereja dan pendidikan Kristen.



Pengaruh kapitalisme dalam pendidikan itu menurutnya dapat dilihat diberbagai hal. “Indikasinya bisa kita lihat dari warna pendidikan Kristen saat ini. Secara sengaja maupun tidak, dalam praktek pelayanan di gereja maupun pendidikan Kristen, kapital dan materi selalu menjadi orientasi dan syarat utama dari pelayanan yang sedang dilaksananakan.”ujar Praktisi Pendidikan yang juga merupakan dosen IKIP PGRI Kediri ini.



“Kalau hal tersebut dibiarkan terus-menerus melanda gereja dan pendidikan Kristen, jangan heran Kekristenan akan kehilangan kasih yang sebenarnya merupakan esensi dan dasar dari kehidupan Kristen, kalau hal tersebut dibiarkan terus-menerus, jangan heran Kekristenan akan hancur secara pelan-pelan,” tegas Alumnus Satyawacana itu, ketika menjelaskan mengenai akibat dari keterikatan terhadap kapitalisme.



Dalam penutup wawancara dengan Pustakalewi.com dirumahnya beberapa saat lalu, salah satu tokoh yang pernah terlibat aktif dalam pembangunan pendidikan di SMEA (SMK) YBPK Mojowarno tersebut menuturkan, “Kuncinya satu saja mas, kembali kepada dasar kekristenan yang mula-mula Iman yang dilandasi oleh kasih kepada Allah dan manusia serta kebersandaran penuh kepada Allah, implementasinya …biar kita semua merenungkan secara pribadi lepas pribadi.” (Yos)

dilihat : 306 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution