Senin, 16 Juli 2018 01:57:08 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 180
Total pengunjung : 405923
Hits hari ini : 3022
Total hits : 3698846
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sejarah Sinode Gereja Kristen Immanuel
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 28 September 2015 06:43:38
Sejarah Sinode Gereja Kristen Immanuel
Pepatah Bahasa Inggris mengatakan: History is His Story; yang artinya sejarah adalah kisah tentang Dia, yaitu kisah tentang Allah yang mengasihi umat pilihan-Nya. Oleh karena itu melalui kilas balik Sejarah Sinode Gereja Kristen Immanuel ini kita akan melihat betapa besar kasih Allah yang telah dinyatakan kepada Gereja-gereja Kristen Immanuel yang ada di Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, dan Batam.

Sejarah Sinode GKIm bermula dari Gereja Ka Im Tong Bandung selaku gereja induk yang melakukan penahbisan Majelis Gereja yang pertama pada tanggal 13 April 1958. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya Gereja Ka Im Tong Bandung. Gereja ini pada mulanya digembalakan oleh Pdt. Lie Teng Ban, lalu dilanjutkan oleh Pdt. John Kwok, Pdt. Eddy Paulus, Pdt. Thomas Kodrat dan saat ini oleh Pdt. Samuel Soewandi dibantu oleh Pdt. Andrew Thea, Pdt. Tonny Arnan, Pdt. Yohannis Trisfant dan Hamba-hanba Tuhan lainnya.

Pada tahun 1957 beberapa orang dari Gereja Ka Im Tong Bandung, di antaranya: Pdt. Ho Liang, Pdt. Lie Teng Ban, Bapak Tan Ci En dan Ibu, Bapak Hi Ho Tjong, Ibu Kang Siu Ing, dan Lim Mu Sung; bergabung dengan yang di Kota Tasikmalaya yaitu Ny. Kwee A Moy, Oey Cwen Fung, Yo Cu Moy, Liu Mey Sung, Ki Mey Sung dan Bapak Sie Tjo Kang dan Ibu, berembuk bersama untuk membuka pos Pekabaran Injil dengan nama yang sama, yaitu Ka Im Tong Tasikmalaya. Melalui pelayanan mereka inilah empat orang dewasa dan tujuh orang anak dibaptiskan pada tanggal 9 Maret 1959. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya Gereja Ka Im Tong Tasikmalaya. Gereja ini pada mulanya digembalakan oleh Ev. Paul T.K.NG, dan kemudian oleh Ev. Tan Ing Hin, Pdt. Philid D. Amisadai dan saat ini oleh Ev. Tono.

Selanjutnya, Gereja Ka Im Tong Bandung juga membuka cabang-cabang Gereja lainnya, yaitu: Gereja Hosanna Bandung; Gereja yang dahulunya bernama Gereja Bina Bakti Bandung ini diprakarsai oleh sekelompok orang yang disebut “5 roti dan 2 ikan” yaitu Bapak Herlan Hermawan, Bapak John, Ibu Meliawati, Ibu Kwee Lien Lie, Ibu Lauw Huei Ay serta Pdt. Samuel Soewandi dan Ev. Lily Soewandi. Beberapa orang dari Gereja Ka Im Tong Bandung yang juga turut mendukung yaitu Bapak Yohanes Sukiman, Ibu Yo Soei Mei dan Bapak Yohanes Soyuti.

Kebaktian pertama diadakan pada tanggal 7 Oktober 1979 dengan meminjam tempat di aula Sekolah Kristen Bina Bakti Jl. Bima Bandung. Gereja berkembang dengan pesat hingga bertepatan dengan ulangtahunnya yang ke-10 Gereja Bina Bakti Bandung menempati sebuah gedung Gereja yang permanen di Jl. Dr. Djundjunan/ Pasteur dan namanya diubah menjadi Gereja Hosanna Bandung. Gereja ini pada mulanya digembalakan oleh Pdt. Antonny Natan, dan saat ini oleh Pdt. Lie Budhiono.

Sejarah GKIm Gloria Bandung diawali oleh Ev. Grace Liem (sekarang Pdt. Em.), dan beberapa saudara lainnya yang mempelopori terbentuknya Cabang Mohammad Toha Bandung. Pada pertengahan Januari 1982 dimulailah kebaktian pertama di sebuah rumah kontrakan. Setelah habis masa kontraknya, maka kegiatan Jemaat dipindahkan ke Jl. Kopo sehingga namanya diubah menjadi Cabang Kopo Bandung. Pada tanggal 24 April 1983 Cabang Kopo didewasakan dan namanya diubah lagi menjadi Gereja Gloria Bandung. Tanggal pendewasaan inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya Gereja Gloria Bandung yang sejak tahun 1991 kembali lagi ke Jl. Mohammad Toha.

Gereja yang pada mulanya digembalakan oleh Pdt. Grace Liem ini kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Festus I. Gunawan, Pdt. Johny Silas, dan saat ini oleh Pdt. Agung Wibisana. Saat ini GKIm Gloria Bandung juga sedang merencanakan pembangunan Gedung Yayasan Sinar Harapan Bangsa di dekat gedung gereja sekarang.

Pada bulan September 1982 dimulai juga kebaktian di Kota Cirebon dengan meminjam tempat di Gereja Kristen Pasundan. Kebaktian ini baru diresmikan sebagai Cabang Cirebon sebulan kemudian, yaitu pada tanggal 17 Oktober 1982. Tanggal peresmian inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya Gereja Saron Cirebon, yang bertepatan dengan ulangtahunnya yang ketiga di tahun 1985 menempati gedung Gereja sendiri di Jl. Kalibaru Utara. Gereja Saron Cirebon pernah dilayani oleh Ev. Titus Gunawan, Pdt. Magdalena Wijaya, Ev. Tonny Arnan, Pdt. Philip D. Amisadai dan saat ini digembalakan oleh Pdt. Im. A. Handoko.

Setelah Gereja Ka Im Tong Bandung mengundurkan diri dari Sinode Gereja Kristen Indonesia pada tahun 1978, maka atas prakarsa Pdt. Samuel Soewandi dan Pnt. Philemon Theophilus keempat Cabang Gereja yang ada didewasakan, yaitu Gereja Ka Im Tong Tasikmalaya, Gereja Hosanna Bandung, Gereja Gloria Bandung dan Gereja Saron Cirebon, lalu membentuk sebuah sinode yang baru dan diberi nama Sinode Gereja Kristen Immanuel, disingkat GKIm. Sinode GKIm yang baru ini diresmikan pada tanggal 27 Juni 1983 oleh Dirjen Bimas Kristen Protestan Departemen Agama saat itu, yaitu Pdt. P. N. Harefa, bertempat di GKIm Ka Im Tong Bandung. Hari itu juga menjadi hari diadakannya Sidang Raya I Sinode GKIm.

Setelah berdirinya Sinode GKIm, dalam perkembangan selanjutnya GKIm Ka Im Tong Bandung terus membuka cabang-cabang Gereja lainnya lagi, yaitu:

GKIm Mesias Bandung; asal mula berdirinya GKIm Mesias Bandung berawal dari kasih Tuhan yang menggerakkan hati Ibu Yap Suk Tjau yang menyediakan rumahnya di Jl. Haji Idrus Bandung untuk dijadikan tempat kebaktian Sekolah Minggu yang saat itu dinamakan “Pondok Gembira,” dan ditangani oleh guru-guru dari Komisi Sekolah Minggu GKIm Ka Im Tong Bandung, yaitu: Kwang Sie, Huei Tjien, Hwang Yin, Ling Huei dan Ev. Lily Soewandi. Pondok Gembira ini kemudian dipindahkan ke Jl. Pagarsih Bandung. Kemudian di tahun-tahun selanjutnya di tempat yang sama mulai diadakan kebaktian umum dan persekutuan-persekutuan komisi. Oleh karena perkembangan kegiatan-kegiatan yang ada, maka dibangunlah sebuah gedung Gereja permanen yang diresmikan pada tanggal 13 April 1988, bertepatan dengan hari ulangtahun GKIm Ka Im Tong Bandung yang ke-30. Hari peresmian inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya GKIm Mesias Bandung.

Gereja ini pada mulanya digembalakan oleh Pdt. Eddy Paulus, lalu kemudian dilanjutkan oleh Ev. Ruth Huang, Ev. Lidya Chen, Ev. Yonathan Firtz Un, dan Pdt. Paulus Santoso yang setelah meninggal dilanjutkan oleh istrinya, yaitu Pdt. Gouw Sioe Lie. Saat ini GKIm Mesias Bandung sedang melakukan pembangunan pastori dan ruang-ruang Sekolah Minggu.

Pada tahun 1983 ketika Perumahan Sumber Sari Indah Bandung akan dibangun, tergeraklah hati Ibu Limiati Chondro dan Ibu Maria Listiani. Mereka mengusulkan supaya di sana dapat didirikan sebuah Gereja. Maka dengan dipelopori Ev. Ruth Wang dan Ev. Lily Soewandi dimulailah pelayanan Sekolah Minggu dengan meminjam tempat di rumah Bapak Charlie Nagar. Melalui pelayanan bagi anak-anak inilah, dua tahun kemudian diadakan kebaktian umum, hingga Jemaat ini didewasakan pada tanggal 6 Mei 1993. Tanggal pendewasaan inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya GKIm Sumber Sari Indah Bandung. Gereja ini pada mulanya digembalakan oleh Pdt. Daud Tjung, dan saat ini dilanjutkan oleh Pdt. Yusman Liong.

Setelah Jemaat Bina Bakti menempati gedung Gereja yang baru pada tanggal 7 Oktober 1989 dan berubah nama menjadi GKIm Hosanna Bandung, maka di Sekolah Kristen Bina Bakti Jl. Bima kembali dirintis Jemaat yang baru. Perintisan ini dipelopori oleh Bapak Petrus Yuwono, Bapak Yohanes S. Soyuti, Bapak Yohanes Sukiman dan Ibu Yo Swe Mei, bersama-sama dengan Pdt. Festus I. Gunawan dan Ibu Suryaningsih Gunawan. Perintisan diawali dengan diadakannya KKR yang mengundang siswa-siswi Sekolah Kristen Bina Bakti 1 dan 2 pada tanggal 17 Oktober 1989. Melalui moment KKR ini terkumpul + 50 orang yang akhirnya beribadah secara rutin di Aula Sekolah Kristen Bina Bakti Jl. Bima; dan tanggal 17 Oktober 1989 ini ditetapkan sebagai hari berdirinya Bajem Bina Bakti Bandung. Bajem yang pada mulanya digembalakan oleh Pdt. Festus I. Gunawan ini kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Johan Candawasa, Pdt. Albert Rumbo, dan saat ini oleh Pdt. Yohannis Trisfant.

Sejarah GKIm Kanaan Bandung diawali oleh bergabungnya Pdt. Jo Lukas dan Ev. Mariati Lianingsih dengan Komisi Misi GKIm Ka Im Tong Bandung yang kemudian membuka Pos PI di Taman Kopo Indah Bandung. Perintisan ini dimulai dengan pelayanan bagi anak-anak Sekolah Minggu pada tanggal 2 Juni 1991. Melalui pelayanan inilah, tiga tahun kemudian, tepatnya tanggal 7 Agustus 1994 diadakan Kebaktian Umum yang pertama. Tanggal 7 Agustus inilah yang ditetapkan sebagai hari berdirinya GKIm Kanaan, namun dihitung dari tahun 1991, yaitu tahun dimulainya pelayanan di TKI. Jemaat ini didewasakan pada hari ulangtahunnya yang ke-15, yaitu tanggal 7 Agustus 2006.

GKIm Ka Im Tong Cabang Majesty Bandung diawali dengan pembukaan cabang yang dirintis oleh Komisi Misi GKIm Ka Im Tong Bandung di Kompleks Perumahan Setra Duta Bandung. Kebaktian pertama dari cabang ini dimulai pada tanggal 2 April 2000 dengan meminjam tempat di Gedung Yayasan Bahtera Pelangi Kasih. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya cabang ini. Namun dua tahun kemudian oleh karena masyarakat di belakang gedung mengajukan keberatan dengan adanya ibadah di tempat tersebut, maka ibadah Cabang Setra Duta dipindahkan ke Gedung Pusdiklat Pos Indonesia di Jl. Sarijadi Bandung. Setelah Apartemen Majesty selesai dibangun, maka pada tahun 2004 ibadah Cabang Setra Duta dipindahkan lagi ke apartemen tersebut, sehingga namanya berubah menjadi Cabang Majesty Bandung sampai sekarang. Saat ini Cabang Majesty Bandung digembalakan oleh Ev. Richard Liem.

Sejarah GKIm Ka Im Tong Cabang Batam dimulai pada tahun 2004 ketika Pdt. Samuel Soewandi yang sedang mengadakan perjalanan ke Singapura dengan transit di Batam menawarkan kepada Pdt. Daud Tjung dan istri yang sebelumnya pernah mengembalakan GKIm Sumber Sari Indah Bandung untuk melakukan perintisan di Batam. Perintisan ini kemudian dimulai dengan diadakannya sebuah kebaktian umum dengan meminjam tempat di Toko Buku Betlehem – Batam, pada awal Februari 2005. Tiga bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 15 Mei 2005 diadakan peresmian GKIm Cabang Batam. Tanggal ini sekaligus ditetapkan menjadi tanggal berdirinya Cabang Batam. Perjalanan Cabang Batam ini sungguh diberkati Tuhan secara luar biasa, hingga pada Bulan September 2007 Ibu Limiati Chondro, Pnt. Ginawan Chondro dan Bapak Iteng Johan mempersembahkan sebuah ruko di Superblok Imperium – Batam untuk menjadi tempat ibadah yang dipakai Jemaat hingga saat ini.

Disamping apa yang dilakukan GKIm Ka Im Tong Bandung, ada beberapa perkembangan lain dalam sejarah Sinode GKIm, yaitu:

Pada bulan September 1991 Sinode GKIm menerima sebuah Jemaat otonom dari Kota Surakarta untuk menggabungkan diri. Latar belakang berdirinya Jemaat ini adalah ketika sekelompok orang beribadah di sebuah rumah kontrakan, hingga akhirnya oleh anugerah Tuhan semata maka Jemaat dapat membeli sebuah rumah hasil lelang untuk dijadikan tempat ibadah yang permanen. Saat ini, kembali hanya oleh anugerah Tuhan semata, Jemaat sedang merenovasi gedung yang lama dan direncanakan dapat selesai pada tanggal 27 Oktober 2008, bertepatan dengan ulangtahun yang ke-17.

Selain perintisan cabang-cabang Gereja baru yang dilakukan GKIm Ka Im Tong Bandung, maka GKIm Hosanna Bandung juga melakukan hal yang sama. Pada pertengahan Desember 2004, GKIm Hosanna Bandung mengadakan Kebaktian Umum dan Kebaktian Sekolah Minggu di Gedung Apartemen Galeria Ciumbuleuit, yang diberi nama Cabang Ciumbuleuit Bandung Dua bulan kemudian, yaitu pada tanggal 19 Februari 2005 dilantiklah kepengurusan pertama, dan tanggal pelantikan inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya GKIm Hosanna Cabang Ciumbuleuit Bandung.

Inilah sekilas perjalanan Sinode GKIm yang telah mencapai usia 25 tahun. Sinode terus berbenah diri supaya boleh semakin menjadi berkat bagi Gereja-gereja yang bernaung di bawahnya dan bagi banyak orang. Saat ini Sinode GKIm telah mempunyai sebuah kantor di Taman Kopo Indah III dan sebuah pastori di Taman Kopo Indah I. Perjalanan yang masih sangat panjang terbentang di depan, namun karena Sinode GKIm dan Jemaat-Jemaat yang bernaung di bawahnya dituntun Sang Immanuel, perjalanan ini juga akan menjadi perjalanan yang sangat indah. Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Allah Tritunggal yang Mahamulia: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin.

Sumber: http://sinodegkim.com/2013/04/sejarah-sinode/

dilihat : 10610 kali


Berita Terkait
   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution