Jum'at, 15 November 2019 15:13:25 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520212
Hits hari ini : 1659
Total hits : 5081140
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dinkes Ambil Sampel Darah PSK Ngawi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 16 September 2015 17:28:58
Dinkes Ambil Sampel Darah PSK Ngawi

Ngawi – Petugas Dinas Kesehatan [Dinkes] bersama anggota Satuan Polisi Pamong Praja [Satpol PP] Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengambil sampel darah para pekerja seks komersial [PSK] yang masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi di wilayah setempat.

“Pengambilan sampel darah tersebut bertujuan untuk mengetahui dan mencegah penyebaran penyakit menular seksual, terutama virus HIV/Aids,” ujar Kasi Penanggulangan Penyakit, Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinkes Ngawi, Djaswadi, kepada wartawan, Selasa.

Menurut dia, pengambilan dan pemeriksaan sampel darah tersebut dilakukan menyusul temuan petugas baru-baru ini tentang keberadaan tujuh PSK di wilayah Ngawi yang diketahui positif HIV.

Ketujuh PSK tersebut beroperasi secara sembunyi-sembunyi di sejumlah lokasi, di antaranya di wilayah Karangjati, Jogorogo, dan Karang Tengah, Prandon, Ngawi.

“Kali ini, kami mengambil sampel darah sejumlah PSK lainnya yang masih nekad beroperasi di sejumlah wilayah tersebut meski telah dilarang. Ada tujuh PSK yang kami ambil sampel darahnya,” kata Djaswadi.

Dari ketujuh PSK tersebut, enam orang di antaranya berasal dari luar wilayah Ngawi, sedangkan seorang lainnya merupakan warga setempat.

Selain diambil sampel darahnya, petugas juga melakukan pendataan dan memeriksa kesehatan para PSK tersebut secara umum.

Adapun, sampel darah tersebut selanjutkan akan diuji di laboratorium klinik VCT Dinkes Ngawi untuk megetahui apakah terjangkit HIV/Aids atau tidak.

Sementara, data Dinkes Ngawi, mencatat, jumlah penderita HIV/Aids di wilayah setempat hingga saat ini mencapai 250 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 orang di antaranya telah meninggal dunia. Sisanya masuk dalam pengawasan Pemkab Ngawi yang beraktivitas seperti biasa.

Ant/Trz/dln

dilihat : 437 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution