Rabu, 19 Desember 2018 15:12:05 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 245
Total pengunjung : 452015
Hits hari ini : 1809
Total hits : 4162316
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Catatan ringkas sejarah perjalanan GKJ Kendal
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 03 Agustus 2015 16:59:11
Catatan ringkas sejarah perjalanan GKJ Kendal
Pada tahun 1943, Gereja Salatiga Zending [gereja Parepatan Agung-sekarang disebut Gereja Kristen Jawa Tengah utara-GKJTU] membuka pelayanan di Kendal yang sebelumnya memang sudah terdapat kelompok kelompok Kristen pengikut Kyai Sadarach di Kendal yang berbentuk jemaat Karasulan, kemudian Zalatiga sending membuka pos Pelayanan Pekabaran Injilnya [PI] di jl. Laut Kendal dan di daerah Bendosari Siklayu Kab. Batang [sekarang menjadi pepanthan Siklayu] dan disusul berkembangnya kelompok-kelompok jemaat Kristen di Kaliwungu yang didukung dengan keberadaan anggota dan asrama Brimob untuk membersihkan peristiwa DI/TII.

Mengingat perkembangan di pepanthan Kendal, di Bendosari-Siklayu dan Kaliwungu yang sudah ada sekitar 120 jiwa, maka pada tahun 1947 pepanthan Kendal dan sekitarnya mengajukan materi Sidang Klasis I Pekalongan Gereja Parepatan Agung [PA] yang diselenggarakan di Pemalang. Sidang klasis tersebut dihadiri oleh utusan dari Kendal, Limpung, Dawang, Pekalongan, Bandar-Batang, Purbo, Kesimpar, Moga, Pulosari, Tegal dan Pemalang. Atas materi usulan pada tahun 1947 itu maka dalam Sidang Klasis Pekalongan ke-2 pada tahun 1948 antara lain diputuskan bahwa siding menerima usulan materi dari Pepanthan Kendal perihal pendewasaan dan sekaligus ditetapkan 31 Oktober 1948 sebagai dewasanya pepanthan Kendal menjadi Gereja Parepatan Agung Kendal.

Tanggal 6 Juli 1949 boleh dipandang sebagai awal bersatunya Gereja-gereja Kristen Djawa se Jawa Tengah, maka gereja parepatan Agung Kendal yang didalam Sinode Parepaten Agung ikut dalam Synode Persatuan I. Sayang Sinode Persatuan ini tidak bertahan lama. Dalam perjalanan waktu tokoh-tokoh gereja asal utara tidak mampu mengikuti gerak langkah saudara-saudaranya dari selatan. Konferensi dari yang menyebut diri Pengurus Parepatan Agung yang terselengara pada tanggal 26 27 Mei 1953 di Salatiga memutuskan : menuntut agar organisasi Gereja Kristen Djawa dibubarkan. Keputusan itu kemudian dikirim kepada Sinode Gereja-Gereja Kristen Djawa Tengah yang bersidang pada 21 25 September 1953 di Purwodadi. Maka terpecahlah juga jemaat yang ada di Kendal yang kemudian memisahkan diri dengan beberapa jemaat dalam Gereja Kristen Djawa Tengah Utara dan Gereja Kristen Djawa Tengah Selatan [GKDTS], walaupun masih beribadah dalam satu gereja. Akan tetapi pada tahun 1965 GKJ Kendal memisahkan diri dari GKJTU dengan memiliki tempat beribadah sendiri yang berada di Jl. Pemuda sampai dengan saat ini.

Dalam gerak langkah pelayanannya GKJ Kendal membentangkan Injil ke beberapa tempat:

1. Pada tahun 1950
Membuka pelayanan di Boja, dirumahnya bapak Sihombing dan pada waktu itu di ikuti kurang lebih 6 KK atau sejumlah 25 Jiwa. Dan dalam perjalanan waktunya kini berdiri GKJ Boja.

2. Pada tahun 1951
Membuka pelayanan di Mijen Semarang, dirumahnya Bapak B. Poesof , seorang mantri kesehatan dan pada waktu itu ada kurang lebih 7 KK sejumlah 20 Jiwa. Baru beberapa tahun kemudian didewasakan oleh GKJ Karangayu.

3. Pada tahun 1952
Membuka pelayanan di Sukorejo-Kendal dan oleh GKJ Kendal pepanthan Sukorejo didewasakan menjadi GKJ Sukorejo pada tahun 1966.

4. Pada tahun 1955
Membuka pelayanan di Dawung-Mijen-Semarang dan terdapat 5 KK yang berjumlah 15 orang.

Pada waktu itu GKJ Kendal memang belum memiliki Pendeta Jemaat tetapi secara full time telah memanggil/nimbali tenaga PI, yaitu :

Pada tanggal 27 Agustus 1944 telah diangkat tenaga guru Injil, yaitu bapak Soedibyo Garino Soemarto [Almarhum]

Antara tahun 1954 1966, juga nimbali Guru Injil yaitu Bapak Mirmanto Soeharjo.

Pada persidangan Klasis Semarang pada tanggal 14 s/d 16 juli 1964 di Jakarta salah satu putusan untuk wilayah Kendal, Demak, dan Kudus: Sebagai Pendeta Konsulen ditunjuk Ds. R. S. Hardjabramara dari GKJ Semarang.

Adapun Pendeta Jemaat yang pertama adalah: Bapak Pendeta Ketud Dawud Ariwidodo [antara tahun 1964 1973] dengan memiliki beberapa wilayah pelayanan, diantaranya adalah Kendal, Kaliwungu, Dawung, Mijen, Ngesrep, Medinin, Boja, Sukorejo, Plantungan, Weleri, Siklayu-Bendosari. Kemudian Pendeta berikutnya adalah Bapak Pendeta Brotowiratmojo [antara tahun 1984 1986]. Pada tahun 1970-an GKJ Kendal juga memiliki pembantu Pendeta atas diri bapak Boediharso, B.Th. Dalam masa tahun 1986 1990 an GKJ Kendal dilayani oleh Pendeta-pendeta Konsulen dari Klasis Semarang yaitu Bapak Pendeta Isman [dari GKJ Karangayu] dan bapak Pendeta Pracoyo [dari GKJ Krapyak]. Dan baru pada tanggal 3 Juli tahun 1990 memiliki kembali Pendeta Jemaat yaitu Bapak Pendeta Drs. Edi Yanto yang melayani hingga tanggal 25 Januari 2012, dan memasuki masa emiritus. Bersamaan dengan Ibadah Emiritasi tanggal 25 Januari 2012 dilaksanakan Penahbisan Pendeta dalam diri Vic. Triatmojo Nugroho, S.Th menjadi Pendeta di GKJ Kendal yang melayani dengan beberapa pepanthannya yaitu: Kaliwungu, Bleder-Kartikajaya, Sono-Tejorejo dan Siklayu-Bendosari.

Sumber: http://gkjkendal.blogspot.com/2013/03/sejarah-gereja-kristen-jawa-gkj-kendal.html

dilihat : 8696 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution