Minggu, 25 Agustus 2019 11:49:19 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520084
Hits hari ini : 723
Total hits : 4898999
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BEM Surabaya Gelar Aksi Simpatik di Kantor KPU Surabaya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 03 Agustus 2015 21:25:34
BEM Surabaya Gelar Aksi Simpatik di Kantor KPU Surabaya

Surabaya - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM /Badan Eksekutif Mahasiswa Surabaya, menggelar aksi simpatik di Kantor Komisi Pemilihan Umum /KPU Surabaya, Minggu 2 Agustus 2015 siang.

Aksi tersebut disampaikan sebagai wujud kritik atas masih belum adanya pasangan calon lain dari parpol maupun gabungan parpol yang mendaftarkan calonnya dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2015 untuk melawan pasangan petahana, Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana.

Imran Ibnu Fajri, perwakilan Aliansi, menyatakan bahwa sepinya pendaftaran pasangan calon dalam Pilwali Surabaya 2015, menunjukkan bahwa telah terjadi krisis kepemimpinan di Surabaya.
“Sebagai kota yang menyandang predikat kota Pahlawan, hal ini cukup memprihatinkan,” kata Fajri, panggilan akrab Imran Ibnu Fajri.

Sebagai simbol kritik, barisan para mahasiswa ini pun mendaftarkan dua anggotanya sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya. Tentu saja aksi itu hanya drama belaka karena mereka sendiri sudah paham bahwa mereka belum memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota. Lagipula, pendaftaran pasangan calon untuk jalur perseorangan juga telah ditutup.

Menurut Fajri, pihaknya sadar kalau tidak memenuhi syarat. Maka yang dilakukan ini adalah kritik terhadap partai politik yang dianggap gagal melakukan kaderisasi dan memunculkan figure calon pemimpin.

“Jadi, kalau yang dari parpol itu sudah tidak bisa memunculkan pemimpin, serahkan saja semuanya ke mahasiswa,”tambah aktivis BEM dari InstitutTeknologi Sepuluh Nopember /ITS tersebut.

Walau demikian, lanjut Fajri, mahasiswa belum menentukan sikap apakah mendukung atau menolak pelaksanaan pilwali dengan pasangan calon tunggal. Baginya, untuk menentukan sikap terkait hal tersebut, mereka masih akan melakukan kajian dengan menggali sebanyak-banyaknya aspirasi dari masyarakat.

“Kami belum sampai ke kajian tersebut karena kami juga tidak ingin terjebak dalam politik praktis. Bagi kami, yang kami lakukan sekarang ini adalah pencerahan kepada masyarakat bahwa partai politik di Surabaya telah gagal memunculkan calon pemimpin untuk kota Surabaya,” pungkasnya.

Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin yang menerima sendiri perwakilan sejumlah mahasiswa, mengapresiasi apa yang sedang mereka suarakan. Bagi Robiyan, aksi simpatik yang dilakukan para mahasiswa adalah representasi intelektual masyarakat Surabaya yang berharap pelaksanaan Pilwali Surabaya 2015 bisa memunculkan pemimpin yang integritas dan berkualitas.

“Kami sampaikan apresiasi atas kepedulian para mahasiswa dalam pelaksanaan Pilwali Surabaya 2015.Apa yang mereka lakukan ini adalah wujud bahwa mereka ini layak menjadi calon pemimpin di masa depan,” kata Robiyan. EP

dilihat : 446 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution