Minggu, 16 Juni 2019 20:01:28 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 217
Total pengunjung : 514214
Hits hari ini : 3924
Total hits : 4714682
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Silaturahmi Pengurus BAMAG Surabaya ke MUI Surabaya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 31 Juli 2015 09:20:57
Silaturahmi Pengurus BAMAG Surabaya ke MUI Surabaya

Surabaya, PL.net - Rabu siang, 29 Juli 2015, beberapa pengurus teras Badan Musyawarah Antar Gereja /BAMAG Kota Surabaya melakukan silaturahmi dan diskusi singkat ke sekretariat Majelis Ulama Indonesia /MUI Surabaya di kompleks Masjid Muhajirin Pemkot Kota Surabaya.

Silaturahmi ini terasa spesial bukan hanya karena momentum idul fitri tapi juga karena pertemuan ini adalah pertama kalinya BAMAG Surabaya dan MUI Surabaya bertemu secara bilateral dalam forum resmi.

Romongan pengurus teras BAMAG Surabaya diwakili oleh Pendeta. Widodo Kamso, Pdt. Yohansen Chandra, Pdm. Matius Sunardi, Romo Irenaius Wiwit, dan Pdt. Robert Siregar, Pdt. Edy Sunarko dan Sonny S. Saragih. Rombongan ini disamut dengan sukacita dan keramahtamahan oleh pimpinan MUI Surabaya, KH Muchid Murtadho beserta jajaran pengurus MUI.

Walaupun berjalan relatif singkat pertemuan ini membicarakan banyak hal mulai dari keberadaan MUI dan BAMAG serta perannya dalam menjalin kerukunan antar umat beragama sampai memperbincangkan konflik-konflik keagamaan seperti yang baru-baru ini terjadi di Tolikara.

Ketua MUI KH Muchid Murtadho menyampaikan bahwa peran para ulama dan pendeta sangat penting dalam menjaga kerukunan umat beragama. Beliau juga menambahkan bahwa komitmen umat sudah bulat terhadap finalitas NKRI.

Pdt. Widodo Kamso mengamini pemahanan ini dan menambahkan bahwa fungsi MUI ini ternyata mirip dengan fungsi BAMAG Surabaya dimana bisa menjadi wadah pertemuan bagi para pemuka agama.

Sementara itu Pdt. Yohansen Chandra dan Pdt. Robert Siregar menyampaikan beberapa program sosial BAMAG yang ditujukan kepada masyarakat miskin di Kota Surabaya. Program lintas agama dan keyakinan yang sudah beberapa kali dilakukan BAMAG Surabaya juga disampaikan dan mendapat sambutan baik dari pihak MUI. Bahkan MUI Surabaya berkomitmen jika nantinya ada undangan dari BAMAG Surabaya untuk acara-acara lintas agama mereka akan datang.

Sementara itu Sonny Saragih menyampaikan bahwa BAMAG Surabaya juga mempunyai program pemantapan wawasan kebangsaan yang sudah digulirkan 17 kali. Diharapkan juga partisipasi MUI Surabaya dalam program ini mengingat ada banyak permasalahan kebangsaan yang harus dijawab juga oleh para pemuka agama.

KH Muchid Murtado menanggapi positif dan siap untuk berpartisipasi jika memang ada kesempatan yang diberikan dan bukan hanya untuk kepentingan agama tertentu tapi juga untuk kepentingan bersama bangsa dan negara.

Apalagi akhir-akhir ini marak berbagai upaya pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang ingin merenggangkan keharmonisan antar umat beragama. Di akhir pemaparan beliau berkata “Permasalahan di lingkup kota Surabaya terutama yang menyangkut keagamaan sebaiknya diselesaikan di lingkup Surabaya juga oleh para pemuka agama di sini. Kadang kalau kita mengundang orang pusat biasanya malah kurang begitu memahami akar permasalahan di daerah.”Sav/mwp

dilihat : 437 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution