Selasa, 18 Desember 2018 15:36:05 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 268
Total pengunjung : 451699
Hits hari ini : 1313
Total hits : 4159377
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tokoh Lintas Agama Siap Bantu Pemerintah Cegah Dampak Tolikara






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 24 Juli 2015 16:01:48
Tokoh Lintas Agama Siap Bantu Pemerintah Cegah Dampak Tolikara

Jakarta - Menemui Presiden Joko Widodo /Jokowi, sekitar 20 tokoh lintas agama menyampaikan siap bergandengan tangan dengan pemerintah agar insiden antar umat beragama, seperti di Tolikara, tidak terulang di daerah lainnya.

"Kesimpulannya semua menyesalkan kejadian di Tolikara dan masalah Tolikara jangan sampai terulang lagi. Ke depan, kita antisipasi jangan menyebar ke tempat lain," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama /PBNU Said Aqil Siradj selaku perwakilan tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta, Kamis 23 Juli 2015.

Menurutnya, insiden di Tolikara bisa selesai tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi upaya "balas dendam" di tempat lainnya. Sehingga, dibutuhkan upaya antisipasi.

Selain itu, kepada Jokowi, Said mengatakan tokoh lintas agama mendukung agar penyelesaian masalah konflik agama diserahkan kepada pemerintah. Dengan catatan, diselesaikan sampai tuntas proses hukumnya.

"Semua yang menimbulkan korban harus diproses hukum termasuk aktor intelektual dan aparat keamanan yang melanggar hukum," tegasnya.

Namun, tak hanya dukungan, Said juga mengatakan tokoh lintas agama menuntut agar pemerintah memperbaiki fasilitas agama dan fasilitas umum yang rusak akibat insiden di Tolikara dan di daerah lainnya.

Sedangkan, kepada seluruh masyarakat Indonesia, Said menghimbau agar tetap mengedepankan dialog, menjunjung tinggi konstitusi, serta memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Setiap aturan perundang-undangan harus sejalan dengan amanah konstitusi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persekutan Gereja-Gereja di Indonesia /PGI Henriette Hutabarat dengan tegas mengatakan menolak segala bentuk kekerasan kepada umat beragama.

"Semuanya dituntut untuk melihat kedamaian. Kekerasan seperti apapun kita tidak benarkan. Kita katakan Tolikara selesai tetapi harus terus memupuk sikap kebersamaan," himbaunya.

Oleh karena itu, Henriette mengatakan akan menghimbau semua gereja dibawah PGI untuk mengedepankan kedamaian dan persatuan antar umat beragama.

Seperti diketahui, menyikapi insiden di Tolikara, Papua, Jokowi memang mengundang sejumlah tokoh lintas agama.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara /Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala BIN Sutiyoso, Jokowi menyampaikan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

"Peran Bapak-Ibu sebagai ulama dan tokoh agama sangat menentukan sekali. Memberi nasihat dan wejangan kepada yang di bawah agar grassroot bisa menjadi dingin," kata Jokowi.

Untuk itu, Jokowi meminta agar tokoh lintas agama mampu menjaga komunikasi yang baik antar umatnya sehingga mengikis perbedaan dan kejadian seperti di Tolikara tidak terulang. N-8/N-6/Sp

dilihat : 437 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution