Selasa, 25 September 2018 08:10:55 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 27
Total pengunjung : 423063
Hits hari ini : 222
Total hits : 3898532
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dua Pendeta GIDI Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Kasus Tolikara






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 21 Juli 2015 15:09:09
Dua Pendeta GIDI Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Kasus Tolikara

Jakarta - Tim Advokasi Muslim melaporkan Pendeta Nayus Wenda dan Pendeta Marten Jingga ke Badan Reserse Kriminal Polri. Mereka dilaporkan terkait adanya pelarangan pelaksanaan ibadah di Kabupaten Tolikara, Papua, berdasarkan surat edaran Gereja Injili di Indonesia /GIDI.

Wakil Ketua Tim Advokasi Muslim, Rizal Fadillah, menilai surat itu menjadi pemicu pembakaran tempat ibadah umat muslim di Tolikara saat pelaksanaan salat Id. "Kami meminta polisi menangkap dua orang tersebut karena mereka menandatangani dan mengeluarkan surat," kata Rizal ketika dihubungi, Senin, 20 Juli 2015. "Mereka ketua dan sekretaris Badan Pekerja GIDI wilayah Tolikara."

Untuk itu, menurut Rizal, Tim Advokasi Muslim yang dibuat untuk menangani kasus di Tolikara melaporkan sementara dua pendeta itu dengan pasal 175 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. "Polisi harus bertindak, jangan terkesan mendiamkan kasus ini," katanya.

Insiden terjadi di Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua, tepat pada perayaan Idul Fitri 1436 Hijriah, Jumat, 17 Juli 2015. Sekelompok warga Tolikara membakar kios, rumah, dan rumah ibadah Baitul Mutaqin yang terletak di dekat tempat penyelenggaraan Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani Injili Pemuda.

Sementara itu, Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, kedua orang yang menandatangani surat ini telah dimintai klarifikasi terhadap surat yang beredar. Mereka adalah Ketua Badan Pekerja Gereja GIDI wilayah Tolikara, Pendeta Neyus Wenda dan Sekretaris Badan Pekerja Gereja GIDI wilayah Tolikara, Marthen Jingga.

Dalam kunjungannya langsung ke Karubaga, Tolikara pada Minggu, 19 Juli 2015, Badrodin mendapat informasi, benar keduanya menandatangai surat itu. Tapi pada 15 Juli 2015, Kepala Polres setempat dan bupati, serta panitia seminar dan KKR Gereja GIDI melakukan pertemuan dan komunikasi. Pada 15 Juli 2015 itu, surat itu diralat, hanya saja belum sempat di sosialisasikan.

"Saya melihat ada miss komunikasi dan ada pesan yang terputus di sini. Surat yang diralat itu belum sempat tersosialisasi dan belum disampiakan secara tertulis. Namun, tetap keduanya kami periksa, kata Badrodin.

Tempo

dilihat : 425 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution