Sabtu, 15 Desember 2018 12:32:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 136
Total pengunjung : 450739
Hits hari ini : 673
Total hits : 4152111
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ini Ciri-ciri Agen Elpiji Ilegal






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 27 Juni 2015 18:40:02
Ini Ciri-ciri Agen Elpiji Ilegal

Depok,pl.net - Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Gas dan Bumi Kota Depok Athar Susanto menyatakan Agen Gas Kurnia Tebu di Jalan KH M Usman Nomor 168, Kelurahan Kukusan, Beji, Depok, sebagai agen liar yang tidak terdaftar.

Pemilik agen gas itu, Erwin Kurnia alias Erwin, 35 tahun, ditangkap polisi lantaran mengoplos elpiji 12 kg. Erwin telah dua tahun mengoplos elpiji dengan cara mengurangi 1 kg elpiji 12 kg dan memindahkannya ke tabung yang kosong. Dari usahanya itu, dia dapat mengisi 21-25 tabung per hari.

"Itu bukan Agen. Dia tidak terdaftar, jadi liar di Depok. Kemungkinan tidak memiliki SIUP, TDP, HO, IMB dan NPWP Depok," kata Athar, Jumat 26 Juni 2015. "Adapun truk dan mobil pickup agen tersebut juga tidak berstandar Pertamina dan tidak memakai pelang PT."

Ia mengatakan sebagai agen yang ilegal, Hiswana sulit melakukan pemantauan. Selain itu, tugas untuk melakukan pengawasan seharusnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Agen gas sebagai mitra Pertamina harus mempunyai izin usaha yang dikeluarkan oleh pemerintah kota.

Di Depok, kata dia, hanya ada empat Agen elpiji 12 kg, yaitu PT Prima Pelita Gas, PT Pelita Gas Nusantara, PT KSU dan PT Pondok Nimah. Jumlah omzet per bulan dari empat Agen di Depok itu hanya 126.000 tabung. "Mungkin hanya 40 persen dari total kebutuhan Depok, sehingga 60 persen dipasok dari luar Kota Depok," kata dia.

Ia menyarankan agar sebelum membeli gas, konsumen sebaiknya meminta untuk tabung gas ditimbang. Tabung, kata dia, juga harus terlihat ada plastik wrap-nya yang ada nama PT dan nomor contact person. "Yang jelas itu bukan barang Depok," ujarnya.

Menurut Athar, elpiji 12 kg tersebut berasal dari Jakarta Timur. Hal itu bisa dicek dengan plastik wrap-nya atas nama perusahaan apa dan tutup cup seal-nya diisi oleh SPPBE /Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji mana. "Kalau Depok kan hanya ada pengisian elpiji 12 kg, SPPBE-nya di Cinangka, yakni PT Giga Intrax," ucapnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Martinho mengatakan telah melakukan pengawasan, tapi pemerintah hanya mengawasi agen resmi yang ada di Depok. "Sulit memang bila mendeteksi keberadaan yang ilegal," katanya.

Dinas merasa kecolongan karena selama ini tidak ada masyarakat yang mengeluhkan isi gasnya kurang. "Tapi, sekarang sudah ditangkap. Ini kenakalan agen," kata dia.imam/tmp

dilihat : 637 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution