Jum'at, 21 September 2018 01:20:05 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 268
Total pengunjung : 421952
Hits hari ini : 2701
Total hits : 3884289
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Diskusi GMKI Surabaya Pustaka Lewi: Problematika Pelik Pengungsi Rohingya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 10 Juni 2015 08:33:53

Surabaya, PL.net Keberadaan pengungsi dari kelompok Rohingya menciptakan problematika pelik yang harus segera dijawab dengan cepat dan tepat. Penting juga untuk melihat permasalahan ini dari berbagai aspek seperti yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Surabaya dengan Pustaka Lewi dalam forum diskusi terbatas yang dilakukan Jumat malam (05/06) di Student Center GMKI Surabaya.

Forum diskusi antara GMKI Surabaya dengan Pustaka Lewi yang menjadi agenda rutin ini dimulai dengan pemaparan oleh Arnold Panjaitan selaku ketua cabang GMKI Surabaya yang sekaligus mengantar diskusi malam ini.
Arnold Panjaitan memulai ulasannya dengan aspek kemanusiaan yang menyerukan bahwa reaksi cepat harus dilakukan oleh otoritas terkait di Indonesia dalam menyelamatkan para pengungsi yang saat ini masih ada di lautan. Arnold juga menyoroti tentang aspek ketahanan nasional yang membuat kita juga harus waspada terhadap keberadaan penunggang gelap dalam kelompok pengungsi tersebut.

Analisis berikutnya diutarakan oleh Santo Vormen dari Perhimpunan Pustaka Lewi yang mengawali penjelasan fenomena pengungsi ini dengan pemetaan kondisi politik kawasan Indocina yang rawan konflik. Konflik Rohingya disebutnya juga merupakan buah dari gagalnya proses integrasi nasional Myanmar yang sejak masa kolonial dan akhirnya malah menjadi beban sejarah yang tak terselesaikan sampai sekarang.

Santo Vormen yang juga merupakan koordinator program Pustaka Lewi ini kemudian memaparkan bahwa aspek hukum internasional nanti akan sangat berdampak bagi penanganan para pengungsi yang ada di Indonesia. Keputusan Indonesia yang sampai saat ini tidak meratifikasi konvensi internasional tentang pengungsi tahun 1951 dan protokol 1967 membuat birokrasi penetapan status pengungsi harus dilakukan pihak ketiga, yaitu UNHCR. Proses ini tentu akan berjalan lama dan diperkirakan akan melebihi tenggat waktu satu tahun penampungan sementara yang sudah disepakati oleh Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Di akhir penjelasannya, disebutkan juga tentang kekhawatiran terjadinya mutasi konflik yang dialami oleh kelompok Rohingya. Ini disebutnya sesuatu yang vital karena konflik yang terjadi di Myanmar nuansa agamanya sangat kental. Diperlukan sebuah strategi sosial sehingga konflik ini terisolir ketika berinteraksi dengan masyarakat Indonesia yang juga sensitif terhadap isu-isu keagamaan.

Pandangan lain diajukan oleh Donny Juanno, salah seorang peserta diskusi dari kalangan awam yang ingin melihat problematika pengungsi Rohingya dengan merujuk kepada kisah tentang orang Samaria yang baik hati. Dari perikop tersebut jelas disebutkan bahwa permasalahan kemanusiaan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar sehingga bantuan kemanusiaan idealnya juga tidak melihat berasal dari mana pihak yang kita tolong. Hambatan-hambatan struktural yang dialamai pemerintah Indonesia dan negara-negara lain hendaknya tidak menghambat bantuan kemanusiaan kepada kelompok Rohingya. (SAV)

dilihat : 425 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution