Selasa, 17 Juli 2018 14:19:49 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 107
Total pengunjung : 406227
Hits hari ini : 840
Total hits : 3703015
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -DR. Takim Adriono : “Kenaikan Gaji Guru Tidak Berbanding Lurus Dengan Peningkatan Kualitas”






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 13 Juli 2005 00:00:00

Janji-janji pada saat pemilu bahwa akan ada pendidikan murah yang dikemas dalam slogan “perubahan sudah dekat” mulai dipertanyakan. Amburadulnya pendidikan kita semakin tampak ketika tingkat kelulusan murid amat rendah.



Ujian Nasional yang baru aja selesai masih juga menyisakan problem. Setelah ribut-ribut soal nilai murid yang rendah, saat ini para orang tua murid juga disibukkan oleh pendaftaran siswa di sekolah yang diinginkannya.Rumitnya proses pendaftaran murid di sekolah negeri menimbulkan pertanyaan bagaimana prospek dan sekolah-sekolah swasta.



Untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas, repoter pustakalewi.com memperoleh kesempatan mewawancarai Dr. Takim Adriono, pengamat pendidikan yang aktif di Majelis Pendidikan Kristen Wilayah Jawa Timur dan di Yayasan Pendidikan Visi Misi. Berikut wawancara yang berlangsung di kantor Yayasan Pendidikan Visi Misi di Surabaya:



Apa komentar bapak soal rendahnya tingkat kelulusan murid kita pada UAN kemarin?

Menurut saya itu semua adalah kesalahan kita bersama. Hasil itu juga adalah kesalahan kita sebagai orang tua, masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak yang bertanggungjawab dibidang pendidikan. Fenomena ini ada di seluruh negri ini. Jelas ini merupakan sebuah miss manajemen.



Maksudnya?

Kalau kita mau berkata jujur, selama ini keadaan pendidikan kita, ya seperti itu. Tanpa Ujian Nasional-pun, kita pada ngerti kok! Cuman sekarang menjadi kelihatan kasat mata karena pemerintah tidak mau mau mengonversi hasil yang diraih para siswa. Akibatnya, yang tidak lulus menjadi sangat banyak. Tapi yang lebih penting dari UAN tujuannya kan untuk mengukur kualitas, ok kita setuju itu. Tapi yang penting adalah: pemerintah berbuat apa? Pemerintah harus membuat suatu gerakan untuk memperbaikinya. Pemerintah kita pernah mencanangkan sekolah gratis. Mana buktinya? Pemerintah kita tidak pernah tuntas! Kenyataannya dilapangan masih ada banyak pungutan yang dialami para siswa.



Lantas, menurut bapak apa yang harus kita lakukan untuk membantu pemerintah mengatasi persoalan kualitas pendidikan?



Perubahan paradigma pendidikan. Kita harus mengganti paradigma lama yang menekankan jumlah sekolah dengan mengabaikan kualitas para guru. Kualitas para guru kita sangat menyedihkan.



Pemerintah kan sudah meningkatkan gaji yang dimana diharapkan akan membantu peningkatan kualitas guru dalam mengajar?

Ya! Tapi itu kan hanya untuk guru yang mengajar di sekolah-sekolah negri? Bagaimana dengan para guru swasta yang jumlahnya lebih besar? Kualitas pendidikan nasional kita kan sangat bergantung pada mereka? Namun, kita juga harus waspada terhadap program itu karena kenaikan gaji guru tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas. Singkatnya, penghasilan guru bukan variabel utama dalam meningkatkan kualitas.



Kalau begitu, apa yang harus terlebih dulu dilakukan?

Pemerintah harus konsisten menjalankan misi peningkatan kualitas pendidikan. Guru-guru harus di up grade dengan berbagai cara. Program pertukaran guru dan siswa harus diintesifkan. Demikian juga pelatihan-pelatihan untuk para guru. Kirim sebanyak mungkin guru belajar keluar negeri. Dengan demikian, kita bisa mengejar ketertinggalan kita. (raf/ga)

dilihat : 349 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution