Selasa, 17 Juli 2018 14:22:40 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 108
Total pengunjung : 406228
Hits hari ini : 850
Total hits : 3703025
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Lewat Natal Tuhan Mau Kita Kenakan Nama Baru
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 03 Januari 2015 21:08:19
Lewat Natal Tuhan Mau Kita Kenakan Nama Baru

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir /sidang jemaat akhir zaman supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Tiap jemaat yang mau disucikan, ada janji Tuhan.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

sidang jemaat EFESUS Wahyu 2: 1-7 sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014. Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


sidang jemaat di SMIRNA Wahyu 2: 8-11 yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati /sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014.


sidang jemaat di PERGAMUS Wahyu 2: 12-17 yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014.

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS
Wahyu 2: 17
2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat Pergamus:

Tuhan menjanjikan manna yang tersembunyi sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya surabaya, 30 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 21 Desmber 2014,


Tuhan menjanjikan batu putih yang di atasnya tertulis nama baru.

Kita mempelajari tentang BATU PUTIH YANG DI ATASNYA TERTULIS NAMA BARU.
Pada malam Natal ini, Tuhan rindu untuk memberikan nama baru kepada sidang jemaat bangsa kafir.
Bangsa di dunia ini sebenarnya hanya ada 2, yaitu bangsa Israel, umat pilihan Tuhan dan bangsa kafir /kita semuanya.

APA yang dimaksud dengan nama baru?
Yesaya 4: 1
4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

tujuh orang perempuan= sama dengan 7 sidang jemaat bangsa kafir mulai sidang jemaat Efesus sampai Laodikia dalam Kitab Wahyu.
Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri = makanan dan pakaian inilah yang banyak dicari dalam ibadah minta diberkati, tetapi 7 sidang jemaat sudah cukup makanan dan pakaiannya.
biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami = inilah yang dibutuhkan sidang jemaat akhir zaman, bukanlah makanan pakaian /berkat jasmani.
ambillah aib yang ada pada kami! = penyucian, sehingga nama Tuhan dilekatkan kepada nama kita.
Jadi, nama baru adalah nama Tuhan/nama Yesus yang dilekatkan atau dimeteraikan kepada nama kita. Ini disebut juga dengan nama mempelai wanita Surga.
satu laki-laki = Yesus.
Jadi, 7 perempuan ini merindukan nama Yesus dilekatkan pada nama mereka.

Yesus adalah Kepala= Suami= Mempelai Pria.
Kita semua adalah tubuh Kristus= istri= mempelai wanita.
Kalau nama laki-laki /suami dilekatkan kepada nama wanita, berarti dia adalah mempelai wanitanya sudah menjadi suami dan istri.
Untuk bisa mendapatkan nama baru, kita harus menerima nama Yesus.

Kejadian 4: 26
4:26. Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.

Sejak jaman Enos, manusia sudah mengenal dan memanggil atau menerima nama Tuhan Perjanjian Lama, sehingga orang-orang di masa ini juga bisa menerima nama baru.

Bagaimana dengan nama Yesus? Inilah berita Natal.
Matius 1: 18-21
1:18. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

seorang yang tulus hati= banyak orang yang hatinya seperti ular. Bahkan hamba-hamba Tuhan juga harus dikoreksi, karena dulu, ahli-ahli taurat dan imam-imam kepala, hatinya juga tidak lurus hatinya berlenggak-lenggok seperti ular. Tuhan pernah bertanya kepada mereka baptisan Yohanes berasal darimana? Jawaban mereka, kalau dijawab dari Sorga, nanti semua percaya Yohanes, kalau dijawab dari dunia, nanti orang mengamuk. Ini sekarang menunjuk hati hamba Tuhan yang banyak politik.

Yusuf ini hebat tulus hati, sebab banyak hati hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang seperti ular. Dalam ibadah pelayanan berbelok-belok berlenggak-lenggok, apalagi dalam usaha, sekolah, lebih berbelok-belok lagi.

Nama Yesus dikenal lewat peristiwa Natal. Tadinya, dalam Perjanjian Lama (sejak Enos) dikenal sebagai nama Tuhan.
Pada saat menjelang Natal, sama dengan menjelang kelahiran Yesus, maka malaikat memperkenalkan nama Yesus kepada Yusuf lewat mimpi.
Saat itu, Yusuf seorang yang tulus hati, tetapi karena menggunakan logika, maka ia mau menceraikan Maria. Secara logika memang cocok, karena belum berhubungan suami isteri, tetapi sudah mengandung lebih dulu.
Akibatnya: Yusuf tidak bisa menerima Maria yang mengandung sebelum menikah. Ini sama dengan Yusuf tidak bisa menerima pribadi Yesus atau nama Yesus.
Ini bahaya! Orang tulus hati, tetapi tidak bisa menerima nama Yesus karena menggunakan logika.

"Dulu, saya juga begitu. Teman-teman saya berkata, masa Allah beranak? Nanti bercucu. Saya setuju dan ikut ibadah ke tempat lain dengan teman-teman saya. Saya penah mengalami hal ini karena saya menggunakan logika."

Untungnya, Yusuf tidur dan bermimpi. Tidur, berarti sudah tidak menggunakan logika lagi. Pada waktu Yusuf tidur, maka ia menerima mimpi. Sesudah bangun dari tidur, Yusuf bisa menerima Maria sebagai isterinya, sama dengan Yusuf bisa menerima pribadi Yesus, bisa menerima nama Yesus.
mimpi = pembukaan Firman Allah.
Artnya: Yusuf bisa menerima pembukaan Firman Allah dengan iman. Kalau dengan logika, tidak bisa.

"Dengan iman, laut Kolsom terbelah lewat tangan Tuhan. Kalau dengan logika, dianggap fenomena alam dan lain-lain."

Yusuf bisa menerima pembukaan Firman Allah /Firman pengajaran yang benar, berarti ia bisa menerima nama Yesus.
Dulu, orang sudah menerima nama Tuhan sejak zaman Enos.
Sekarang, di akhir jaman, Yusuf yang tulus hati hampir tidak bisa menerima nama Yesus, karena menggunakan logika.
Malam ini, biarlah kita menggunakan iman, sehingga bisa menerima pembukaan Firman Allah pengajaran yang benar, yang tidak sesuai dengan logika, supaya kita juga bisa menerima pribadi Yesus.

Iman lebih tinggi dari logika/pengetahuan.
Kalau iman bisa menerima nama Yesus, maka logika juga bisa menerima nama Yesus dan kita bisa menerima nama baru.

"Kalau dengan logika, tidak ada profesor bisa menciptakan langit dan bumi. Kalau dengan iman, Tuhan berkata jadilah langit dan bumi, sehingga terciptalah langit dan bumi."

Jadi, sejak Natal sampai sekarang, kita bisa menerima pribadi Yesus/nama Yesus dengan iman yang tulus ikhlas dengan hati yang tulus dan percaya lewat pembukaan Firman Allah, sehingga kita juga bisa menerima nama baru.

Yesaya 4: 1
4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri = biasanya seorang wanita meminta uang belanja kepada suaminya. Tetapi, di sini berbeda tidak meminta makanan dan pakaian lagi. Mereka minta supaya aib mereka diambil, sehingga nama Mu dilekatkan dengan nama mereka.
Ini yang harus jadi kerinduan gereja Tuhan di akhir zaman.
Sangat salah kalau di gereja diajarkan untuk mendapatkan berkat jasmani gereja mau dijadikan gunung, gua, tempat mencari kekayaan/berkat jasmani. Ini sudah salah dan bukan jamannya lagi, sebab sekarang ini sudah zaman akhir penyucian terakhir.
Jadi, sidang jemaat bangsa kafir 7 perempuan harus rindu, bukan lagi rindu berkat jasmani, tetapi rindu untuk mendapatkan nama baru.
Istilah rindu, artinya mengorbankan segala-galanya.
Kita harus rela mengorbankan segala-galanya untuk mendapatkan nama baru nama Tuhan di Perjanjian Lama/nama Yesus di Perjanjian Baru.

MENGAPA kita bangsa kafir harus menerima nama baru?
“Saya menerangkan firman lewat ayat menerangkan ayat bukan ayat diterangkan dengan lawakan dan sebagainya. Ayat merupakan perkataan Tuhan, jika diterangkan ayat yang juga merupakan perkataan Tuhan, maka seluruh firman adalah perkataan Tuhan.”

Wahyu 3: 12
3:12. Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

Jawabannya adalah karena hanya kehidupan yang memiliki nama baru yang bisa masuk ke dalam Yerusalem Baru / takhta kerajaan Sorga yang kekal.
Kalau Yusuf tidak bisa menerima nama Yesus, maka rumah tangga hancur, pertunangannya hancur /ia tidak bisa menyelamatkan dirinya, isterinya dan buah nikahnya. Beruntung, ia mau tidur dan bisa menerima nama Yesus.
Malam ini, gunakan iman untuk rindu menerima nama baru. Kita rela mengorbankan segalanya untuk menerima nama baru, bukan lagi mencari berkat. Inilah kerinduan terakhir gereja Tuhan!
Kalau tidak punya nama baru, berarti binasa selamanya.

Oleh sebab itu, Tuhan selalu memberikan nama baru kepada umat-Nya dari jaman ke jaman, supaya semua umat-Nya bisa masuk Yerusalem Baru.
Proses untuk menerima nama baru dari jaman ke jaman:

Jaman Allah Bapa/jaman permulaan dihitung dari Adam sampai Abraham, kurang lebih 2000 tahun.
Diwakili oleh Abram.

Kejadian 17: 4-5, 9, 10
17:4. "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
17:5. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
17:9. Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
17:10. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Abraham= nama baru yang diberikan oleh Tuhan.
Abram harus DISUNAT kulit khatannya supaya bisa menerima nama Baru menjadi Abraham.

Abram + AH= Abraham.
AH= nama Allah= Jehova. Nama Tuhan dulu adalah Yahweh. Jadi, kalau mau menerima nama Yahweh/Jehova, harus disunat kulit khatannya.

Sejak Natal sampai sekarang perjanjian baru, sunatnya adalah sunat Kristus, sehingga nama yang dimasukan kepada kita adalah nama Yesus. Semoga dengan ayat menerangkan ayat, kita menjadi jelas. Bahwa nama baru itu sebenarnya sudah dari dulu, kalau tidak dari dulu, manusia pada zaman dulu tidak akan masuk Yerusalem baru.

Kolose 2: 11-12
2:11. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia = bukan seperti Abram yang disunat kulit khatannya.
Sunat Kristus= baptisan air.
Kalau dulu, Abram menjadi Abraham lewat sunat kulit khatan secara jasmani. Sekarang bagi kita /bangsa kafir untuk mendapatkan nama baru, kita harus mengalami sunat Kristus, yaitu BAPTISAN AIR.

Banyak bahtera pada jaman Nuh, tetapi hanya bahtera Nuh yang menyelamatkan. Untunglah suami isteri, anak menantu berada disitu dan kalau sudah punya cucu, cucunya juga pasti di situ. Ini berarti sekeluarga selamat semua. Sedangkan bahtera lainnya tidak selamat sekalipun lebih canggih, karena tidak berasal dari Tuhan dari manusia.

Jadi, yang dari Tuhanlah yang selamat, begitu juga dalam baptisan air.
Banyak macam baptisan air dibuat oleh manusia, tetapi hanya satu baptisan air yang menyelamatkan, yaitu baptisan air yang sesuai dengan Alkitab / menurut kehendak Allah dan seperti Yesus dibaptis, kita juga dibaptis satu tubuh, satu baptisan.

Sebenarnya, Yesus bukan orang berdosa dan tidak mengenal dosa, sehingga Ia tidak perlu dibaptis. Tetapi, Ia dibaptis untuk memberi contoh bagaimana baptisan air yang benar.

Roma 6: 2, 4
6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Syarat baptisan air yang benar adalah bertobat mati terhadap dosa.
Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah


orang yang sudah mati terhadap dosa bertobat, harus dikuburkan dalam air bersama Tuhan, sehingga bangkit dari dalam air bersama Yesus keluar dari air bersama Yesus: istilah dalam Matius 3) untuk menerima hidup baru/langit terbuka /hidup Surgawi.

Sangat salah kalau dikatakan bahwa baptisan air hanya lambang atau tata cara gereja, sebab baptisan air menentukan langit terbuka atau tidak surga terbuka atau tidak.
Demikian juga pada zaman Nuh; kalau istrinya salah masuk pintu bahtera, maka bisa mati. Jangan salah baptisan dan harus benar!


dikuburkan bersama Yesus= dikuburkan dalam nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Di sinilah nama Yesus dilekatkan pada kita.

Matius 28: 19
28:19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus = dibaptiskan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.


Hidup surgawi, artinya:


hidup dalam kebenaran. Semua harus benar, sebab kerajaan Sorga adalah soal kebenaran. Kalau tidak benar sedikit saja, berarti bukan kerajaan Sorga. Dalam Roma 14: 17, Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran.
Contoh: tidak punya SIM, tetapi naik sepeda motor. Ini sudah tidak benar dan bukan kerajaan Sorga.

"Saya tidak punya SIM, tetapi saya harus melayani dan berkata ini untuk Tuhan. Ini salah, karena Tuhan diajak berbuat dosa. Semua harus benar, mulai pribadi benar, perlengkapan pribadi benar, pekerjaan, study, pelayanan, nikah, semua dalam kebenaran."

Hidup benar = tidak mau berbuat dosa.


berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar, tidak mau disesatkan oleh ajaran sesat / ajaran palsu dan gosip-gosip.

"Kami hamba Tuhan seringkali berani membalik-balik cerita. Hati-hati! Jangan dengar ajaran palsu dan gosip-gosip."


menjadi senjata kebenaran= beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.


Orang benar ini banyak digoyang, sebab itu, kita harus masuk dalam penggembalaan. Sesudah menjadi orang benar, maka harus digembalakan. Hidup benar = selamat.
Tidak benar = tidak selamat.

Amsal 12: 26
12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri = kalau tidak benar akan disesatkan.

Orang benar harus digembalakan dengan benar dan baik untuk memantapkan kebenaran/keselamatan.
Dikandangkan = dipagari.
Kalau binatang masuk kandang, berarti dipagari. Jangan takut! Kalau kita mau dipagari (digembalakan), Tuhan juga pagari dengan berkat dan anugerah.

Mazmur 5: 13
5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

Engkaulah yang memberkati orang benar = bukan orang hebat atau orang pandai, tetapi orang benar lah yang diberkati.

Dunia ini sudah kutukan. Tetapi, kalau kita menjadi orang benar yang digembalakan dengan benar dan baik, hasilnya adalah


kita dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan,
ada suasana Firdaus /suasana surga. Suasana kutukan tidak bisa masuk sebab dipagari oleh Tuhan,
nama Tuhan dilekatkan kepada kita kita mendapat nama baru.
Setiap gembala memanggil domba-domba, nama itu ditulis, disitulah kita mendapatkan nama baru, sehingga kita bisa masuk Yerusalem Baru, kota kebenaran.

2 Petrus 3: 13
3:13. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

langit yang baru dan bumi yang baru= Yerusalem Baru.


Mari, hidup dalam kebenaran, menjadi senjata kebenaran dan tergembala dengan benar dan baik, sehingga kita dipagari dan menerima nama baru.


Jaman Anak Allah/jaman pertengahan. Ini dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali Natal dan mati di kayu salib, kurang lebih 2000 tahun.
Diwakili oleh Yakub, anaknya Abraham. Yakub juga mendapatkan nama baru.

Kejadian 32: 24, 28
32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:28. Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Israel = nama baru.
Nama Yakub + nama Tuhan = Israel.
Di sini diceritakan, setelah Yakub mendapatkan hak kesulungan, ia diancam oleh Esau, akhirnya Yakub lari. Kemudian, Yakub mau kembali lagi ke Kanaan, tetapi ia takut untuk bertemu dengan Esau takut isteri dan anak-anaknya dibunuh Esau. Setelah semuanya diperintahkan untuk menyeberang ke Kanaan, Yakub BERGUMUL semalam-malaman sampai fajar menyingsing dengan tujuan:


untuk menghadapi Esau.
untuk mendapat nama baru (Israel).


Sekarang, kita juga harus bergumul= BERDOA DAN MENYEMBAH TUHAN, kalau perlu ditambah doa semalam suntuk dan doa puasa untuk mempercepat proses. Ini sama dengan hanya berharap kepada kasih dan kemurahan Tuhan.
Yakub tidak mampu menghadapi Esau, pasti kalah. Sebab itu, ia hanya mohon belas kasihan dan kemurahan Tuhan.

"Ini pelajaran bagi kita. Kalau kita sudah merasa tidak mampu, ke depan tidak bisa, ke belakang tidak bisa, ke kanan kiri tidak bisa, tinggal ke atas, berdoa menyembah Tuhan, kalau perlu ditambah puasa dan doa semalam suntuk, pasti suatu waktu ada jalan. Doa semalam suntuk ini mengandung rahasia. Dulu, ada orang yang mengurus visa ke Australia beberapa kali dan tidak bisa. Akhirnya, ia dengar ada doa semalam suntuk dan mengikutinya /orang ini bukan jemaat kami, dan besok paginya, visa sudah keluar. Dari situ, banyak orang yang tergairah dengan doa semalam suntuk. Kita harus berharap pada kasih dan kemurahan Tuhan yang lebih dari segala sesuatu di dunia ini, kalau berharap manusia, justru dipermalukan. Dulu, saya diterjunkan di Malang, saya mau melanjutkan pembangunan gereja, tetapi saya tidak mampu. Waktu itu, saya diperintahkan untuk menggantikan khotbah sebanyak 6 kali, lalu gembala sekaligus mertua saya berpesan kepada kakak ipar saya, kasih ya! biasanya saya dilatih, kalau khotbah kemanapun tidak boleh ambil kolekte, tetapi karena membangun, akhirnya mau dikasih. Tetapi mungkin lupa atau entah bagaimana, saya tidak dikasih-kasih, padahal saya sudah hitung-hitung kolektenya kalau 6 kali kotbah dapat sekian, untuk beli ini dan sebagainya. Sampai beliau meninggal dunia, tidak dikasih uangnya. Saya minta ampun kepada Tuhan dan jemaat. Saya tidak mau berharap lagi, saya hanya berharap Tuhan. Bukan jemaat, tahu-tahu datang bawa koran dan isinya uang, isinya persis 6 kali..., sesuai yang saya angan-angankan. Inilah kasih dan kemurahan Tuhan. Inilah pelajaran yang saya dapatkan. Dulu, sebelum saya di Malang, dikirim uang terus. Setelah saya di Malang, tidak pernah kirim, tetapi Tuhan yang kirim langsung. Saya dilatih. Terakhir, saat mau ditahbiskan, baru ditanya apa yang belum?. Dan tante Pong menyumbang bangku. Itulah pengalaman kami yang kecil, tetapi kasih kemurahan Tuhan lebih besar dari apapun juga."

Sekarang, kita bergumul untuk:


menghadapi ketakutan dan kekuatiran tentang segala sesuatu yang membuat kita tidak tenang tidak damai, malah mati, baik mati rohani dan jasmani. Kalau kuatir dan takut terus menerus, hormon dalam tubuh bekerja tidak bagus, akhirnya bisa stress. Penyakit stress Ini merupakan penyakit yang dahsyat di akhir zaman, bahkan bisa membuat mati jasmani dan rohani.
Pada malam Natal, banyak yang takut:


Maria takut menerima berita Natal Maria harus mengandung sebelum bersuami. Gadis banyak takut, terutama soal jodoh.
Yusuf juga takut Yusuf takut mengambil Maria menjadi isterinya karena sudah mengandung lebih dulu. Kaum muda juga ada ketakutan.
Gembala-gembala di padang juga takut.

"Bukan hanya saudara, kami hamba Tuhan juga takut untuk membangun gereja. Mau adakan Natal, KKR, sudah mulai telepon-telepon, mulai edarkan sesuatu, karena takut."


Takut dan kuatir inilah yang mendatangkan letih lesu, beban berat, bermuka muram dan suasana neraka. Mari, serahkan semuanya kepada Tuhan. Kita pulang dengan hati damai sejahtera, enak dan ringan, wajah berseri, ada suasana Surga.


untuk menghadapi antikris yang mau menghancurkan nikah dan buah nikah lewat dosa:


dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks lesbian, homoseks, nikah yang salah. Banyak orang Kristen yang kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan.


Yakub ingat kepada isteri dan anak-anaknya takut keluarganya dibunuh Esau. Mari, gembala dan suami yang paling banyak bergumul doa puasa, doa semalam suntuk. Tuhan tolong kita semua.


untuk menghadapi antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
Artinya: kasih kemurahan Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dunia, sampai menyingkirkan kita ke padang belantara selama 3,5 tahun dengan 2 sayap burung nasar yang besar. Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh Tuhan dulu Israel dipelihara oleh Tuhan selama 40 tahun di padang gurun.

Kalau antikris berkuasa 60% di bumi, berarti kita bisa bergerak 40%, sampai nanti antikris berkuasa 100% sepenuhnya, kita sudah tidak bisa apa-apa lagi deposito dan semua yang kita miliki tidak berguna, tetapi Tuhan lah yang memelihara kita.

Ini pergumulan kita hari-hari ini. Kita menghadapi kekuatiran, kehancuran nikah dan buah nikah, menghadapi ekonomi yang dikuasai oleh antikris. Tuhan akan menolong kita.
Gaji, toko boleh, semuanya hanya sarana saja, tetapi Tuhan yang menentukan. Kalau Tuhan yang menentukan, maka semuanya gaji,toko tidak mengikat kita, sehingga kita bebas beribadah melayani Tuhan. Kalau tidak bebas beribadah lagi, berarti antikris yang berkuasa.


untuk mendapatkan nama baru. Ini pergumulan terakhir. Yakub artinya penipu) menjadi Israel artinya pemenang. Semuanya sudah ada, tetapi jika tidak mendapatkan nama baru, itu percuma. Di dalam Yerusalem baru tidak boleh ada dusta atau penipu.

Wahyu 21: 27
21:27. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

tidak akan masuk ke dalamnya = tidak akan masuk ke dalam kota Yerusalem baru Wahyu 21: 22 adalah tentang kota Yerusalem baru.

yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan = yang mempunyai nama baru, yang boleh masuk Yerusalem Baru.

Pembaharuan Yakub menjadi Israel yaitu


tidak boleh ada dusta lagi,
tidak boleh ada lagi kekejian, kejahatan seperti Yudas. Kejahatan adalah ikatan akan uang keinginan akan uang, yang membuat:


kikir = tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan.
serakah = merampas hak-Nya Tuhan tidak mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus dan merampas milik orang lain hutang tidak bayar, korupsi, dan sebagainya.

"Nomor satu adalah saya sebagai pembicara. Kalau saya jahat dan mencuri seperti Yudas, bagaimana sidang jemaat yang mendengarkan khotbah? Pulang beribadah semua menjadi penjahat. Oleh sebab itu dalam fellowship, pembicara dan panita harus bertanggung jawab. Sungguh-sungguh, jangan menipu."


tidak boleh lagi ada kenajisan.


Ini nama baru dari Yakub menjadi Israel yang bisa membawa dia masuk Yerusalem Baru layak untuk masuk Yerusalem baru.


Jaman Allah Roh Kudus/jaman akhir dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali, kurang lebih 2000 tahun.
Kalau Tuhan belum datang, itu adalah injury time dan perpanjangan sabar dari Tuhan, supaya kita mendapatkan nama baru. Kalau Yesus datang, tetapi kita tidak mendapatkan nama baru, kita bisa mati semuanya.

"Bpk Pdt Totaijs mengatakan, panjang sabar Tuhan ini seperti karet yang ada batasnya. Kalau sudah sampai batasnya, karet akan putus, panjang sabar Tuhan sudah habis."

Pada jaman ini, diwakili oleh Saulus.

Saulus mendapat nama baru, yaitu Paulus lewat CAHAYA DARI LANGIT.
Kisah Para Rasul 9: 1-4
9:1. Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
9:2. dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
9:3. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"

yang mengikuti Jalan Tuhan = ikut pengajaran yang benar. Justru, yang benar yang ditangkap, difitnah dan sebagainya. Kalau ada yang menggosip atau memfitnah, itu tidak benar. Yang diam, itulah yang benar. Itulah ciri-cirinya!

cahaya memancar dari langit = cahaya yang bersinar terang bagaikan matahari = cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari dalam Kisah Para Rasul 26: 13.

Saulus adalah pelayan Tuhan yang bekerja dengan berkobar-kobar dalam emosi, iri hati, dendam, gosip, fitnah, benci tanpa alasan membunuh dan lain-lain. Ini bukan membangun tubuh Kristus, tetapi memecah belah tubuh Kristus menganiaya tubuh Kristus. Padahal yang dianiaya oleh Saulus adalah jemaat, tetapi Yesus berkata Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Sebab, jemaat adalah tubuh Kristus.

Tetapi, bersyukur, di tengah jalan, Saulus mendapatkan cahaya terang dari langit. Saulus bertobat dan menjadi Rasul Paulus yang bekerja dengan kasih untuk membangun tubuh Kristus.

Kisah Para Rasul 26: 13
26:13. tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku.

Bagi kita sekarang, ini adalah cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.
2 Korintus 4: 3-4
4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Terdapat 2 macam pemberitaan injil:


Firman penginjilan= kabar baik = injil keselamatan = susu, yaitu memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan orang berdosa. Ini harus kita terima!

Kesaksian:
"Saya sudah bersaksi di mana-mana. Saya bukan keturunan orang Kristen dan hamba Tuhan. Dulu, saya juga mencari keselamatan di kuburan nenek moyang dan orang sakti, minum air kembang dan sebagainya. Tetapi, untung kami mendengar penginjilan dan menerima injil."

Kalau minum susu terus, akan abnormal. Sebab itu harus ditingkatkan.


cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua= makanan keras, yaitu memberikan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja kepala dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan kita seperti Dia, sehingga kita menjadi mempelai wanita-Nya. Oleh sebab itu, ini disebut juga pengajaran mempelai atau kabar mempelai mempersiapkan kita menjadi mempelai wanita atau tubuh Kristus yang sempurna.


Ini yang kena pada Saulus, sehingga menjadi rasul Paulus.
Malam ini, biarlah kita MENERIMA FIRMAN PENGAJARAN untuk menusuk hati pikiran kita Ibrani 4: 12-13, menyucikan dan mengubahkan hati yang keras dan gelap seperti Saulus menjadi hati yang lembut dan terang seperti Paulus lewat pekerjaan pedang.

Jadi, penginjilan penting. Jangan bilang penginjilan tidak penting! Tetapi sesudah itu, dilanjutkan kepada pengajaran. Firman penginjilan dan pengajaran harus bekerja sama.

Tanda kalau kita diubahkan oleh Firman pengajaran, kita belajar pada pohon ara yang melembut. Berapa ribu tahun pohon ara belum berbuah belum melembut karena keras? Sejak peristiwa di Taman Eden, daun pohon ara dipakai untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa, sejak Tuhan Yesus datang ke dunia, Yesus merasa lapar, tetapi pohon ara tidak ada buahnya. Malam ini, mari kita melembut. Sudah berapa tahun kita menjadi hamba Tuhan dan ikut Tuhan? Mari MELEMBUT.

Bukti atau praktiknya kalau hati sudah melembut:


1 Timotius 1: 15-16
1:15. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
1:16. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

Bukti melembut yang pertama: kita bisa mengaku bahwa kita adalah manusia yang paling berdosa, sehingga:


kita tidak ragu/gengsi untuk mengaku dosa kepada Tuhan vertikal dan sesama horisontal. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
tidak menghakimi orang lain.


"Tadi siang, ada pengerja yang kecelakaan. Ada pengerja yang tidak lapor, saya marah pada pengerja. Untunglah dia datang lagi dan berkata sudah beres, Om , lalu saya minta ampun dulu kepada dia. Kalau tidak minta ampun, saya mau khotbah apa? kalau menggunakan pedang, saya kena lebih dulu ditusuk lebih dulu, baru jemaat bisa kena."


1 Timotius 1: 17
1:17. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Bukti melembut yang kedua: bisa menyembah Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga. Seperti murid-murid saat bersama Yesus menyembah di atas gunung dan wajah Yesus bersinar bagaikan matahari terik.
Malam ini, kita mendapatkan sinar matahari dari injil kemuliaan dan dari wajah Yesus.

Jangan bertahan kepada dosa dan kelemahan! Ini seperti pohon ara yang tidak berbuah, sudah beribu-ribu tahun gagal, telanjang dan dipermalukan. Kalau pelayanan dan pekerjaan gagal dan dipermalukan, ini karena masih keras dan belum berbuah harus melembut dan mengaku dosa.

Malam ini, mengaku dosa, stop dosa, dan menyembah Dia, seperti orang majus yang menyembah Yesus sebagai Raja.
Ini kuncinya. Kita gagal berapa lama? Pohon ara gagal selama 6000 tahun, Tuhan masih bisa menolong kita, asal kita mengaku dan menyembah Tuhan, jangan mengomel.

"Dulu saya begitu. Saya mengomel karena tidak bisa makan dan minum, apa itu panggilan?. Saya marah, dulu saya makan enak, sekarang dipanggil Tuhan, malah tidak bisa makan dan minum, tidak mau saya!. Ini Salah. Seharusnya menyembah Sang Raja dan WajahNya yang bersinar disinarkan kepada kita."

Mazmur 84: 12
84:12. Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

tidak bercela= jujur di hadapan Tuhan.

Kalau kita menyembah Dia, maka wajah-Nya yang bersinar bagaikan matahari terik disinarkan kepada kita kasih dan kemurahan Tuhan disinarkan kepada kita. Hasilnya:


Matahari itu bagaikan perisai matahari menjadi perisai. Artinya: kasih dan kemurahan Tuhan menjadi perisai untuk menghadapi panah api si jahat, yaitu


kita tetap hidup benar saat mengadapi dosa dosa makan minum dan kawin mengawinkan,
pencobaan-pencobaan tidak akan bisa masuk,
kita dilindungi dari celaka marabahaya gempa, longsor, tsunami dan lain-lain yang datang dengan tiba-tiba.
kita dilindungi dari antikris, bahkan dilindungi dari neraka.


Malam ini, pandang Dia! Akui dosa dan pandang Dia Sang Raja! Biar matahariNya disinarkan kepada kita. Di dalam perisai Tuhan, kita aman, tenteram dan sentosa.


Matahari sama dengan kasih dan kemuliaan Ia berikan = kasih dan kebaikan Tuhan untuk memelihara kehidupan kita di tengah kemustahilan, menolong kita, menyelesaikan masalah kita sampai yang mustahil.
Jika tidak ada matahari, tidak ada orang yang hidup. Kalau kita masih melihat matahari, yakinlah, kasih dan kebaikan Tuhan tidak berubah. Itu janji Tuhan yang tidak berubah.


Matahari adalah sinar kemuliaan untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Keubahan dimulai dari wajah panca indera, yaitu


telinga: mendengar Firman pengajaran yang benar jangan mendengarkan gosip, ajaran palsu dan dengar-dengaran.

Kita sering berkata, firmannya terlalu lama, terlalu tajam, padahal sebenarnya yang terlalu adalah dagingnya. Buktinya, kalau ada tetangga bertamu, kita bisa bertahan mendengarkan 3 jam. Di gereja, Tuhan disuruh mendengarkan suara kita bernyanyi selama 3 jam, kalau Tuhan bicara 1, 5 jam, kita sudah mengomel. Ini seringkali kita tidak adil!


mulut: berkata yang benar dan baik.


Kalau di malam Natal yang indah ini, kita melihat matahari dari wajah Yesus, sehingga mulut dan telinga kita berubah, maka semua menjadi baik.

Markus 7: 37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Kalau telinga dan mulut baik, maka semuanya menjadi baik. Yang sudah hancur, semuanya menjadi baik.
Dan jika Yesus datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna, sama mulia dengan Tuhan untuk layak menyambut kedatangan Dia kedua kali di awan yang permai, terjadi natal yang kedua. Kita bersorak sorai, tidak ada air mata lagi, sampai masuk Yerusalem Baru dan ada nama baru di sana.

Nama baru didapatkan dari: baptisan air hidup benar, kita sudah dipagari. Kemudian, nama baru kita dapatkan dari bergumul nikah dan buah nikah yang hancur akan ditolong oleh Tuhan, dan dari tusukan pedang/cahaya injil kemuliaan/sinar matahari dari Sorga. Kita mengaku dosa, jangan salahkan orang!

"Saya paling sedih, kalau murid-murid saya yang pelayanannya dalam keadaan susah dan hidup jemaat juga susah, tetapi malah menghakimi orang lain menggosip. Kapan mau ditolong?"

Sekarang, mulut dan telinga baik, semua akan menjadi baik sampai sempurna seperti Dia. Selama masih ada matahari, jangan ragu! Kasih, kemurahan kebaikan dan kemuliaan Tuhan tidak pernah berubah.
Di kayu salib, dalam Yesaya 53, Dia rela menjadi buruk, tidak seperti anak manusia lagi, tetapi sama seperti seperti anjing, babi, bahkan seperti setan karena menanggung dosa kita. Wajah yang mulia di kayu salib menjadi buruk, supaya yang mulia itu diberikan/disinarkan kepada kita semuanya, sehingga kita yang buruk busuk, hancur, sama seperti anjing, babi dan setan seperti Petrus, bisa menjadi sama dengan Dia malam ini.

Jangan putus asa dan jangan bangga! Pandanglah wajah Yesus! Selama masih ada matahari, Ia bisa menolong kita.

Tuhan memberkati. MWP


Pendeta Wijaya Hendra
GPT Kristus Kasih

dilihat : 8088 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution