Minggu, 16 Desember 2018 14:04:29 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 156
Total pengunjung : 450986
Hits hari ini : 1190
Total hits : 4154375
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kemenlu: 65 Persen Persoalan Perbatasan Rampung






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 03 Januari 2015 18:32:09
Kemenlu: 65 Persen Persoalan Perbatasan Rampung

Jakarta,pl.net - Diplomasi luar negeri oleh Kementerian Luar Negeri menekankan empat aspek yaitu kedaulatan, perlindungan warga negara Indonesia dan badan hukum di luar negeri, diplomasi ekonomi dan meningkatkan kontribusi Indonesia di sekitar kawasan dan tingkat global.

Pada aspek kedaulatan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Christian Nasir mengatakan, Kementerian Luar negeri berupaya untuk menyelesaikan persoalan perbatasan baik di darat maupun laut, dengan negara-negara lain. Indonesia memiliki perbatasan laut dengan 10 negara dan perbatasan darat dengan tiga negara.

“Sampai 2014, kita menyepakati 18 perjanjian maritim dengan negara tetangga kita. Ini hampir 65 persen batas maritim selesai. Pada 2014, kami telah menyepakati batas maritim dengan Singapura dan Filipina,” kata Armanatha dalam perbincangan dengan Radio Republik Indonesia, Sabtu 3 Januari 2015.

Ke depan, Kemenlu tengah mencanangkan roadmap untuk menyelesaikan berbagai masalah perbatasan maritim.

Sementara itu, terkait dengan perlindungan WNI di luar negeri, Armanatha menilai jumlahnya kecil. Jumlah WNI di luar negeri ada sekitar 4,4 juta orang.

“Sedangkan yang terkena kasus 0,28 persen, itu jumlahnya kecil. Sebagian besar tidak memiliki masalah, yang 0,28 persen tetap harus diperhatikan," imbuhnya.

Armanatha juga mengungkapkan, kasus yang di tangani WNI yang bermasalah di luar negeri jumlahnya menurun. Penurunannya mencapai 32 persen. Jika tahun 2013 terdapat 22.000 kasus, kemudian turun menjadi 15.000 kasus.

“Kemenlu berhasil menurunkan 75 persen dari kasus yang ada. Ke depan, kita berupaya melakukan perlindungan,” ujarnya.

Untuk perlindungan WNI, ke depan Kemenlu akan menekankan kepada pencegahan, deteksi dini dan perlindungan. WNI yang hendak ke luar negeri, akan dibekali informasi.

“Tiba di luar negeri, maka akan medapat SMS outlet KBRI terdekat. Jadi, kalau ada masalah bisa menghubungi KBRI,” ujarnya lagi. SP/mwp

dilihat : 446 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution