Jum'at, 14 Desember 2018 22:46:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 253
Total pengunjung : 450519
Hits hari ini : 1964
Total hits : 4150697
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gereja GPIB Immanuel Kediri Masuk Cagar Budaya Kota Kediri






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 29 November 2005 00:00:00
Gereja GPIB Immanuel Kediri Masuk Cagar Budaya Kota Kediri
KEDIRI – GPIB Immanuel adalah salah satu Gereja yang letaknya berada ditengah – tengah kota Kediri. Gereja yang beralamatkan di jl. KDP Slamet 43 Kediri ini terlihat begitu megah dan klasik dengan ciri khas bangunan peninggalan zending Belanda.



Salah satu staff kantor gereja menyambut kedatangan kru pustakalewi.com dengan ramah sabtu (26/11) untuk berbincang – bincang seputar GPIB Immanuel dan pelayanannya, walaupun saat itu banyak kesibukan yang harus ia kerjakan.



Wanita pemilik nama Lilik kartika Wati yang kami temui ini adalah staff kantor Gereja yang bekerja di bagian administrasi. Ia mengatakan bahwa GPIB Immanuel adalah salah satu gedung Gereja yang tertua yang berada di kota Kediri yang berdiri tahun 1904. Walau telah berusia 101 tahun, terlihat bentuk kondisi fisik gedung sudah tua tetapi masih tampak begitu kokoh. Gereja yang saat ini mempunyai warna gedung merah bata ini belum pernah direnovasi sama sekali cuma baru – baru ini tembok gedung dicat untuk memperkuat kondisi fisik Gereja tegas wanita kelahiran tahun 1961 ini.



Pada tanggal 21 Desember 2005 mendatang GPIB Immanuel akan memantapkan langkah pelayanannya yang ke 101 tahun, sungguh suatu pelayanan yang sangat luar biasa di ladang Tuhan. Ia juga mengatakan bahwa Gedung GPIB Immanuel termasuk dalam Cagar Budaya sesuai dengan Undang-undang tentang pembangunan, sehingga gedung Gereja ini dilindungi oleh pemerintah kota Kediri.



Dan sampai sekarang gedung Gereja GPIB Immanuel ini pun masih di teliti oleh Tim Cagar Budaya dari Trowulan Mojokerto, karena selain usianya yang sudah cukup tua bentuk bangunan ini juga sangat unik. Menurutnya selama dalam pelayanan GPIB Immanuel ini telah dilayani sebanyak 7 orang gembala sidang, dan untuk saat ini yang menjadi gembala sidang di Gereja itu Pdt. Mahrin Simorangkir



Untuk menjaga agar GPIB Immanuel ini tetap aman maka gedung Gereja tersebut mendapat penjagaan full time oleh beberapa orang petugas keamanan , merekapun bertugas secara bergantian. Saat ditanya apakah ada keinginan dari pihak Gereja untuk merubah atau merenovasi gedung Gereja tersebut, Lili mengatakan, Oh….kami tidak pernah terpikirkan untuk merubah atau merenovasi gedung Gereja ini karena gedung GPIB Immanuel ini mempunyai nilai historis yang sangat berharga, kalaupun kami ingin merubahkannya mungkin warna tembok gedung Gereja saja yang akan dicat ulang,”



Lili menambahkan bahwa keadaan berjemaat di GPIB Immanuel Kediri selama ini sangat kondusif. Setelah mendengar kabar gembong teroris Dr. Azahari telah tewas tidak berarti membuat mereka lengah. Ibu dua anak ini menuturkan bahwa selama ini pihak gereja meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan Gereja “Gedung gereja ini menjadi saksi bagi perkembangan Kota Kediri. Warga Kota menganggap gedung ini milik bersama dan harus dilindungi”tambahnya wanita yang sudah 16 tahun bekerja sebagai staff kantor di GPIB Immnuel ini dengan senyumnya yang ramah sambil mengakiri pembicaraan (rhl).

dilihat : 1647 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution