Kamis, 13 Desember 2018 03:13:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 333
Total pengunjung : 449748
Hits hari ini : 1955
Total hits : 4146152
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pantai Falajawa Jadi Zona Prostitusi Ternate






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 15 November 2014 14:51:41
Pantai Falajawa Jadi Zona Prostitusi Ternate
Ternate,pl.net – Pantai falajawa di bilangan pusat Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, sejauh ini masih menjadi salah satu zona pelacuran para wanita Penjaja Sex Komersial (PSK). Sementara satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) Kota Ternate, tak henti-hentinya melakukan razia. Sejumlah wanita binal itu pun tetap mencari kesempatan di selah jadwal razia Satpol PP.

Kawasan ini merupakan satu di antara taman kota yang ada, dan tepat berada di depan Mesjid Muhajirin, Jl. Pahlawan Revolusi, Kelurahan Muhajirin, Kecamatan Ternate Tengah. H. Hamid Albugis (65), warga setempat, selaku Ketua yayasan Mesjid Muhajirin, resah dengan situasi ini.

“Kami selalu mengadukan pemandangan kawasan taman falajawa ke Pemkot. Satpol PP juga tak henti melakukan razia, namun kesempatan harim-harim nakal (perempuan-perempuan nakal…Red) tetap mencari kesempatan melacur,” ungkapnya ke media ini tadi malam, Jumat (14/11).

Malam sekitar pukul 20.00 WIT, suasana taman pantai falajawa masih menyatu dengan aktifitas warga kota. Kawasan umum tersebut didatangi warga yang berminat untuk bersantai ria, sambil menikmati hawa tepi pantai dimalam itu. Sejumlah pohon palem sedikt membatasi jangkauan sinar beberapa lampu merkuri dibeberapa sudut. Neon dililitkan pada pohon palem memberi sinar dengan samar menambah elok taman pantai falajawa.

Para penjual bongkahan batu permata mengambil kesempatan untuk berdagang. Demikian halnya dengan penjual kopi hangat. Sementara jagung rebus dan buah-buahan derada di seberang jalan menanti calon pembili yang berkunjung di kawasan tersebut.

Berpapasan seorang perempuan cantik, terlihat sengaja duduk menyendiri di tengah hilir mudik pengunjung. “Mas nginapnya di mana?” Sapa wanita binal, mengawali niatnya untuk berbincang dengan pewarta deliknews.com. Iya menyebut namanya Santi (22) asal Desa Rungut, Kecamatan Jemursari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Janda berkulit putih nan cantik ini, satu di antara sekitar 10 wanita PSK yang datang lebih awal dari waktu sergapan razia Satpol-PP.

“Kalau sudah larut malam, satpol udah masuk ke sini. Olehnya aku datang lebih awal seperti lainnya, agar bisa dapat pelanggan. Biasanya kita dapat lumayan jika sudah sekitar jam 11.00 WIT,” tutur Santi, sambil merinci nominal jasa layananya. Untuk sekali main Rp300 ribu. Jika diminta untuk memijat lebih dulu, harganya bisa total Rp500,000,-00. “Nantinya kalau untuk semalam, tergantung nego mas,” tambah Santi pelan, sambil senyum dan menatap rayu.

Tarif yang disebut Santi, di luar bayaran kamar penginapan seharga Rp50 ribu sampai Rp70 ribu semalam. Penginapan dimaksud Santi, yang dibolehkan para penjaga atau karyawan penginapan. Di antaranya terdabat di sekitar Kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, 20 meter samping kanan Mesjid Muhajirin, dan beberapa penginapan dengan sewaan murah yang ada di Kota Ternate.(dlk/mwp)

dilihat : 1001 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution