Kamis, 19 Juli 2018 18:55:49 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 192
Total pengunjung : 406880
Hits hari ini : 1082
Total hits : 3709290
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mengapa disebut pengajaran Kabar Mempelai
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 20 Oktober 2014 14:54:03
Mengapa disebut pengajaran Kabar Mempelai

Markus 13 : 29, Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

Ay 29b merupakan tema kita yaitu waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu.

Waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu, ini dikaitkan dengan ay 26, Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Jadi, waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu dikaitkan dengan kedatangan YESUS Yang kedua kali dalam kemuliaan dan kekuasaan-Nya di awan-awan yang permai. YESUS datang sebagai apa di dalam kemuliaan dan kekuasaan-Nya?

Wahyu 19 : 6, 7,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Jadi, kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai adalah dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga/Kepala dari gereja untuk mengangkat Tubuh Kristus yang sempurna/sidang jemaat yang sempurna.

Suami = Kepala/Mempelai Pria.
Tubuh = Istri/Mempelai Wanita.
Untuk mengangkat sidang jemaat yang sempurna/Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita Surga keawan-awan yang permai sehingga kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya = masuk kerajaan surga selama-lamanya.

Jadi, kalau disimpulkan, waktu yang sudah dekat, artinya, waktu kedatangan YESUS kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai sudah dekat/tidak lama lagi. Ini ditulis dua ribu tahun yang lalu, apalagi sekarang ini. Ini yang harus kita perhatikan dihari-hari ini.

Ada banyak kegiatan-kegiatan kita dihari-hari ini di dalam bidang masing-masing, tetapi kita harus memberi perhatian bahwa kedatangan YESUS Yang kedua kali di awan-awan sebagai Raja dan Mempelai Surga sudah dekat/sudah tidak lama lagi.

Di samping ada aktifitas di dunia ini, tetapi jangan lupa, kita harus mempersiapkan diri dalam waktu yang dekat/waktu yang sudah tidak lama lagi supaya kita dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan


sebagai Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai dan kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang pertanyaannya, apa yang harus dipersiapkan dalam waktu yang dekat?
Wahyu 1 : 3, Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Yang harus dipersiapkan adalah kita harus membaca, mendengar dan menuruti kata-kata nubuat. Ada istilah yang harus kita pelajari yaitu kata-kata nubuat, saya salin dalam bahasa yang bebas adalah Firman nubuat. Jadi, kita harus membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat.

Firman nubuat =
Firman yang diungkapkan rahasianya/di ilhamkan/di wahyukan oleh TUHAN yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Bukan pendapat dari manusia, bukan!! Tetapi ayat menerangkan ayat sebab kita yakin ayat itu merupakan perkataan dari TUHAN/wahyu dari TUHAN.

Firman yang mengungkapkan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat; sebab kalau ada dosa, kita tidak dapat menanti kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Itu sebabnya, semua dosa-dosa harus diselesaikan dan untuk ini diperlukan Firman nubuat/Firman yang mengungkapkan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat sampai kepada pembicara/yang berkhotbah.

Firman nubuat adalah Firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi, tetapi pasti terjadi. Terutama tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai.

Inilah yang dimaksud dengan Firman nubuat yang diungkapkan oleh TUHAN/ayat menerangkan ayat = pengajaran yang benar. Kalau dulu waktu kita sekolah, rumus + rumus + rumus, baru kita mendapatkan hasilnya. Sekarang, ayat menerangkan ayan di dalam alkitab. Semoga kita dapat mengerti.

Seandainya kita semua kembali kepada satu literatur/alkitab ini, maka kita pasti menjadi satu seperti matematika, baik di Amerika atau di mana saja, semuanya sama seperti 2+ 2 = 4 dan ini semuanya sama. Itu sebabnya kembali ke literatur/kembali ke alkitab, jangan ditambah, seperti alkitab mengatakan tidak boleh, tetapi kita katakan sekarang ini boleh sebab ini dan sebab itu. Inilah yang menimbulkan perpecahan, tetapi kalau semuanya kembali ke alkitab yaitu ayat menerangkan ayat, pasti kita menjadi satu. Bukunya hanya satu, masakan kita tidak dapat menjadi satu/menyatu; sedangkan matematika ada banyak buku-bukunya tetapi dapat menjadi satu. Semoga kita dapat mengerti.


Jadi, kita harus membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat.

Rasul Paulus mengajarkan bahwa ada dua macam pemberitaan Firman ALLAH yaitu:
Efesus 1: 13 = Amsal 25 : 25,
Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Injil keselamatan yang di dalam Amsal 25 : 25 adalah Kabar Baik. Seteguk air, seperti orang yang haus. Orang berdosa itu seperti berada di padang gurun dan merasa haus, jika tidak mendapatkan air, maka ia akan mati. Tetapi begitu kehidupan itu mendapatkan air, maka ia akan selamat. Sekali-pun orang yang haus di padang pasir, diberi uang, ia akan mati, tetapi kalau mendapatkan air dari surga, ia akan selamat. Inilah injil keselamatan/Kabar Baik.

Injil keselamatan = Firman penginjilan = susu seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus = Kabar Baik yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang pertama kali ke dunia, mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. YESUS sebagai Juruselamat dan kita harus meyakini bahwa satu-satunya Juruselamat adalah YESUS sebab hanya YESUS Manusia Yang tidak berdosa dan mau mati di kayu salib untuk menolong dan menyelamatkan manusia berdosa.

Jadi, injil keselamatan ini adalah memberitakan tentang YESUS sebagai Juruselamat untuk membawa orang-orang berdosa dan ini termasuk saya dulu, supaya percaya kepada YESUS sehingga diselamatkan dan diberkati oleh TUHAN. Sebab orang berdosa itu seharusnya dihukum sehingga sengsara dan binasa sebab berada di dalam kutukan, tetapi ada injil keselamatan yang memanggil orang berdosa untuk percaya kepada YESUS sehingga diselamatkan dan diberkati.

Proses/tanda dari orang yang berdosa yang seharusnya dihukum, tetapi dapat selamat bahkan diberkati, prosesnya adalah:
percaya kepada YESUS. Di luar iman tidak ada keselamatan

bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN

lahir baru dari air/baptisan air dan Roh/baptisan Roh Kudus sehingga kita mendapatkan hidup yang baru/hidup surgawi. Waktu YESUS dibaptis air kemudian ada Roh.Kudus turun dan langit terbuka = ada hubungan dengan surga. Kalau kita hanya dilahirkan oleh ibu kita masing-masing, sehebat apa-pun ibu itu, sebab kita hanya manusia darah daging yang tidak cocok dengan hidup di surga, maka kita akan binasa. Itu sebabnya manusia harus percaya, bertobat kemudian lahir baru dari air dan Roh = kelahiran baru supaya kita mendapatkan hidup baru/hidup surgawi = langit terbuka. Apa yang dimaksud


dengan hidup surgawi? Yaitu hidup di dalam kebenaran. Dosa = kutukan/ kebinasaan tetapi kebenaran adalah keselamatan dan berkat TUHAN.Orang benar diselamatkan dan diberkati oleh TUHAN sampai ke anak cucu. Inilah injil keselamatan.

Dulu saya mencari keselamatan di kuburan-kuburan dari orang-orang sakti dari nenek moyang karena keluarga saya tidak percaya kepada TUHAN. Tetapi lewat injil keselamatan, saya menjadi mengerti bahwa hanya YESUS Juruselamat dan kami sekeluarga diselamatkan/hidup di dalam kebenaran.

Itu sebabnya semua harus benar, secara pribadi harus benar, nikah juga harus benar, di sekolah juga harus benar, naik sepeda motor juga harus benar seperti harus memakai helm dan juga sim C, sebab ini adalah selamat/keselamatan. Bukan hanya di gereja kita benar, tetapi di mana-mana kita harus hidup benar. Seandainya kita naik sepeda motor dan diijinkan TUHAN, kita meninggal, kalau kita tidak benar sebab tidak memakai helm dan juga tidak mempunyai sim,apakah ada jaminan kita masuk surga? orang tidak benar, apakah ada jaminan untuk masuk ke surga?

Salah satu sahabat saya dan menjadi pendeta di sini, kemudian ia datang ke Malang dan mendengar tentang kebenaran (saya memberi contoh yang jelas). Kalau ada tanda tidak diijinkan untuk masuk ke daerah itu, maka saudara jangan masuk; (saudara ingat waktu ada bom di pasar) ada tukang ojek yang ada di depannya dan kebiasaannya ia masuk ke daerah yang terlarang itu. Ia bersaksi kepada saya, begitu ia mau masuk ke daerah itu, ia teringat akan Firman yang mengatakan bahwa saya harus hidup benar dan saya jangan masuk. Begitu tukang ojek itu masuk, ia berbelok dan sebentar lagi bom meledak. Kalau ia masuk daerah itu, maka ia akan terkena bom dan meninggal, siapa yang menanggung keselamatannya? Siapa yang menanggung keselamatan dari orang yang tidak benar? itu sebabnya dihari-hari ini kita harus sungguh-sungguh dengan memantapkan injil keselamatan. Tadi sambutan dari bapak sekda mengatakan kita harus memantapkan kerohanian kita = mantapkan kebenaran. Bagi saudara yang berada di dalam pemerintahan, harus memantapkan kebenaran, saudara jangan melakukan korupsi dllnya. Nikah harus benar, semuanya harus benar; sekali-pun Tentena digrojok oleh turis-turis dllnya, pasti tetap benar. Tidak perlu takut asal kita tetap berpegang pada injil keselamatan.

Tetapi ada ayat yang menyatakan, bahwa banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Ini berarti belumlah cukup kalau hanya minum susu sebab nanti pertumbuhannya akan menjadi abnormal, sudah berapa tahun percaya YESUS, bertobat, kita sudah lahir baru dan kita diberkati. Keadaan ini sudah lama/sudah berapa tahun kita mendengar ini, ini bukannya tidak penting, tetapi harus dimantapkan supaya kita berpindah/naik pangkat. Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih; kita jangan merasa puas hanya diselamatkan dan diberkati.

2 Korintus 4 : 3, 4,


3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka,
yang akan binasa,
4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Ay 4, tidak melihat cahaya injil tentang kemuliaan Kristus. Bukan YESUS Yang mati, YESUS Yang akan datang kedua kalinya, ini yang sekarang ini harus dilihat yang adalah Wujud ALLAH. Jadi, yang kedua adalah cahaya injil tentang kemuliaan Kristus = (Matius 25 : 6, lihat Mempelai datang, songsonglah Dia) Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang disebut sebagai makanan keras oleh rasul Paulus (Ibr 5). Ada susu dan juga ada makanan keras.

Kita lihat sudah berapa usia kerohanian kita? jangan terus minum susu, harus ada makanan keras/Firman pengajaran yang benar dan yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Kabar Mempelai. Inilah meningkatnya dari Kabar Baik menjadi Kabar Mempelai. Lebih dulu Kabar Baik/lebih dulu di injili baru diajar; itu sebabnya kita jangan berkata; wah penginjilan, kalau tidak ada injil, siapa yang akan diajar? Injil terlebih dahulu, barulah pengajaran → bekerja sama.

Kabar Mempelai = injil kemuliaan = injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga = Kepala = Suami untuk menyucikan sidang jemaat/menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai menjadi sempurna/tidak bercacat cela seperti YESUS. Inilah yang disebut Mempelai Wanita Surga. Kabar Mempelai = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/makanan keras untuk menyucikan dan mendewasakan rohani sampai sempurna/sampai menjadi dewasa sepenuhnya seperti YESUS dan menjadi Mempelai Wanita Surga.

Jadi, injil kemuliaan = Kabar Mempelai untuk memilih orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai menjadi sempurna seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai.

Inilah persiapan yaitu:
mendengarkan injil sampai menjadi mantap di dalam kebenaran sehingga diberkati, tetapi masih ada dosa, itu sebabnya harus

menerima Kabar Mempelai/pedang Firman yang menyucikan dan memilih kita sampai kita menjadi sempurna seperti YESUS/Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai.




Jadi, harus bekerja sama, injil harus diberitakan untuk menambah kuantitas dan pengajaran/Kabar Mempelai ini harus ditampilkan untuk menambah kualitas = sampai sempurna. Jumlah harus lengkap. Sebagai contoh, tangan yang hanya ada empat jari (saya tidak menyinggung orang) kemudian semua jari-jari itu diberikan cincin, kualitas hebat sebab semuanya memakai cincin, tetapi jari itu jumlahnya hanya empat, apakah keadaan seperti itu sempurna? tentu tidak sebab kurang satu. Jadi penginjilan itu penting, untuk menambah jumlah, pengajaran juga penting untuk menambah kualitas sehingga injil dan pengajaran akan menciptakan satu Tubuh Kristus yang sempurna, inilah kerja sama. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau rasul Paulus mengajarkan, sedangkan YESUS meneladankan bahwa IA memberitakan injil kekota-kota dan desa-desa, tetapi IA juga memberitakan pengajaran dari kota ke kota dan dari desa ke desa. Lukas 8 : 1 dan Lukas 13 : 22.
Lukas 8 : 1, Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

Lukas 13 : 22, Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Firman pengajaran membawa kita ke Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal. Jadi, rasul Paulus mengajarkan tentang dua macam makanan rohani/pemberitaan Firman dan YESUS meneladankan kepada kita. Semoga kita semua dapat mengerti dan kita semua masuk dalam satu kesatuan Tubuh Kristus.

Lukas 8 : 1,Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

Ay 1, memberitakan injil ke desa dan ke kota.

Lukas 13 : 22, Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Ay 22, Firman pengajaran membawa kita ke Yerusalem Baru (kerajaan surga yang kekal).

Rasul Paulus mengajarkan tentang dua macam makanan rohani (pemberitaan Firman) dan YESUS meneladankan kepada kita tentang dua macam pemberitaan Firman. Jadi ada susu dan ada makanan keras = ada Kabar Baik yang menyelamatkan (kuantitas) dan ada Kabar Mempelai yang menyempurnakan (kualitas).Semoga kita semuanya bisa menerima dan kita masuk dalam satu kesatuan Tubuh Kristus.



Kita kembali kepada apa yang harus dipersiapkan? membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat. Kabar Mempelai (Firman pengajaran) inilah yang disebut sebagai Firman nubuat. Firman nubuat yaitu Firman yang mengungkapkan sesuatu yang belum terjadi (YESUS datang kembali ke dua kali belum terjadi), tetapi pasti akan terjadi. Saya mau bertanya kepada saudara, apakah saudara sudah diselamatkan? amin. Mari kita harus meningkat dalam persiapan yang singkat ini. Jadi persiapan kita dalam waktu yang sudah dekat adalah membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat (Firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Kabar Mempelai). Firman penginjilan itu untuk orang yang belum percaya YESUS, seperti saya dahulu. Sekarang kita yang sudah percaya YESUS, mari meningkat kepada Firman pengajaran. Kalau Firman penginjilan, “saudara diberkati dsb”, itu untuk orang yang belum percaya YESUS. Yang sudah percaya YESUS, mari pergunakanlah waktu yang sudah singkat untuk membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat. Semoga kita dapat mengerti.

Wahyu 1 : 3 ini dikaitkan dengan Wahyu 22 : 7.

Wahyu 22 : 7, Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!

Ay 7, Sesungguhnya Aku datang segera = waktu kedatangan YESUS sudah dekat.

Tadi dalam Wahyu 1 : 3 berbahagialah orang yang membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat, tetapi didalam Wahyu 22 : 3 berbahagialah orang yang menuruti Firman nubuat, disini sudah tidak ada lagi yang membaca dan mendengar Firman nubuat. Inilah sebabnya mengapa persiapan kita harus sungguh-sungguh. Perhatikan ! Satu waktu tidak ada kesempatan lagi untuk membaca dan mendengar Firman nubuat (Kabar Mempelai), oleh sebab itu kita harus menggunakan waktu yang singkat (waktu yang sangat dekat) untuk dua hal :
Pertama: Kita harus banyak membaca dan mendengar Firman nubuat, terutama saat-saat beribadah. Kalau di rumah mungkin tugas-tugas kita banyak, sekalipun kita tetap harus tetap membaca, tetapi rasanya masih kurang waktu. Misalnya : saudara yang bekerja dibidang pemerintahan dsb, pulangnya sudah larut malam. Kalau di dalam ibadah saja tidak mau membaca dan mendengar Firman nubuat, bagaimana saat di rumah? Kapan lagi waktunya untuk mendengar dan membaca Firman nubuat? Saat-saat kita beribadah jangan digunakan untuk bergurau, saling menyalahkan, tetapi banyak membaca dan mendengar Firman nubuat. Semoga kita dapat mengerti.

Pertanyaannya pada saat ini, apakah tujuan dari ibadah kita baik di gereja masing-masing, termasuk di dalam fellowship/persekutuan seperti ini? Apakah hanya untuk saling bertemu dll?
Didalam Lukas 5 : 1, ada orang datang untuk mengerumuni YESUS, tujuan terpenting hanyalah satu.


Lukas 5 : 1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

Ay 1 sedang orang banyak mengerumuni Dia, seperti saat ini.

Jadi tujuan utama beribadah kepada TUHAN adalah untuk mendengarkan Firman ALLAH = untuk membaca dan mendengarkan Firman nubuat (bagi kita yang sudah selamat). Inilah yang harus kita dengar ! Maafkan kalau saya menyebutkan Kabar Mempelai, ini bukan untuk mengelompokkan, tidak ! Tetapi Kabar Mempelai ini ada didalam alkitab. Matius 25 : 6 “lihatlah mempelai datang, songsonglah Dia” (Kabar Baik ditingkatkan menjadi Kabar Mempelai). Alkitab ini adalah milik semua gereja, berarti Kabar Mempelai juga milik semua gereja dan kita tinggal mau menerima atau tidak/tinggal diungkapkan atau tidak.

Kalau Kabar Baik, semua gereja sudah mengungkapkan, Mari kita percaya YESUS dan diselamatkan, tetapi Kabar Mempelai, “Mari kita disempurnakan, untuk menyambut kedatangan YESUS”, ini belum semua gereja yang mengungkapkan. Oleh sebab itu Kabar Mempelai perlu dikabarkan, sebab waktunya sudah dekat. Semoga kita dapat mengerti.

Kita harus waspada sebab ada orang yang beribadah tetapi tujuannya lain = mengerumuni YESUS bukan untuk mendengarkan Firman. Yohanes 6 : 15 ini tentang pemecahan roti, lima roti untuk lima ribu orang. Jadi banyak yang datang kepada YESUS.

Yohanes 6 : 15, Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

Coba bayangkan, lima roti untuk limaribu orang dan masih sisa duabelas bakul (ini untuk lima ribu orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak) dan kalau YESUS menjadi Raja, kita tidak perlu bekerja lagi. Banyak hamba TUHAN, pelayan TUHAN, orang Kristen yang beribadah melayani TUHAN (mengerumuni YESUS) dengan tujuan untuk mendapatkan perkara yang jasmani. Mulai dari saya dikoreksi terlebih dahulu, saya diutus TUHAN ke Tentena, saya membayar sendiri, saya diutus TUHAN ke Amerika, Australia juga membayar sendiri, saya tidak mau dibayar oleh orang lain. Ini supaya tidak ada tujuan yang lain, tetapi tujuannya hanya satu yaitu hendak mendengarkan Firman TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Bukan hanya bapak, ibu dan saudara yang mendengarkan Firman TUHAN, saya juga mendengarkan Firman TUHAN, kalau tidak demikian, saya juga rugi. Mendapatkan perkara jasmani misalnya : uang, kedudukan, pujian, untuk bertemu orang dll. Kita beribadah melayani TUHAN untuk mendapatkan perkara jasmani =


menjadikan YESUS sebagai raja dunia (bukan menjadikan YESUS Raja segala raja). Mari kita bandingkan dengan Matius 4 : 8, 9.
Matius 4 : 8, 9,
8. Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
9. dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

Ay 9, Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. , Kamu akan ku angkat menjadi raja dunia dan semua dunia menjadi milik Mu. Disini setan juga berusaha untuk menjadikan YESUS sebagai raja dunia.

Kesimpulannya : kalau hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN, datang dalam ibadah pelayanan (ibadah fellowship) hanya untuk mencari perkara jasmani ini akan menjadi sama dengan setan (mohon maaf). Semoga kita dapat mengerti.

Tanpa Firman pengajaran yang benar (tanpa Firman nubuat), kita semuanya akan menjadi sama dengan setan, yang tetap berdosa (tidak bisa terlepas dari dosa). Oleh sebab itu kita harus mendengarkan Firman nubuat supaya kita disucikan. Semoga kita dapat mengerti.

Mungkin ini keras, tetapi untuk menolong kita semuanya, terutama saya nomor satu. Saya datang kesini apakah hanya untuk mendapatkan uang? kalau demikian, pulang dari sini menjadi sama dengan setan. Tanpa Firman pengajaran yang benar, semua ibadah dll, hanya menjadikan anak TUHAN seperti setan. Hanya Firman pengajaran yang benar (Firman nubuat) yang dapat menjadikan manusia senajis apapun menjadi seperti YESUS. Tadi bapak sekretaris kabupaten mengatakan, mari mengadakan ibadah, ini memang baik! tetapi ibadah untuk menampilkan Pribadi YESUS (pengajaran yang benar) supaya kita bisa hidup suci (dipagari) dan tidak akan terpengaruh oleh apapun di dunia. Semoga kita dapat mengerti.

Tadi Firman mengatakan, berbahagialah orang yang membaca, mendengar dan menuruti firman nubuat. Pertanyaannya adalah apakah kita berbahagia saat mendengar dan membaca Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Firman nubuat)? atau apa kita mengantuk, bosan atau bahkan mengamuk, ‘masakan orang datang beribadah dikatakan seperti setan’. Ini seperti perempuan bungkuk di bait ALLAH selama delapan belas tahun. Angka delapan belas jika dipecah menjadi 666. Perempuan ini berada di bait ALLAH tetapi dicap oleh antikrist karena tidak ada Firman pengajaran. Sesudah YESUS mengajar, perempuan ini disembuhkan. Jadi kalau tidak ada Firman pengajaran, maka kita menjadi bungkuk (mencari yang dibawah) dan menjadi sama dengan setan (dicap antikrist).

Jika kita berbahagia saat mendengarkan Firman pengajaran yang keras, maka kita
akan mengalami kebahgiaan-kebahagiaan selanjutnya, sampai kebahagiaan kekal di


surga. Karena Firman itu kekal, maka kebahagiaan di dalam Firman juga kekal. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau bosan, mengantuk, marah dll, saat mendengarkan Firman pengajaran yang benar = kehilangan kebahagiaan (menutup pintu kebahagiaan) = penderitaan yang bertambah-tambah sampai menderita selamanya dan binasa di neraka. Jadi mendengar Firman nubuat merupakan pintu untuk mendapatkan kebahagiaan demi kebahagiaan, sampai kebahagiaan kekal di surga. Nasib kita semuanya ditentukan saat mendengarkan Firman. Contohnya : ada orang sakit dan bisa disembuhkan, katakan sepatah kata, aku akan sembuh. Inilah kekuatan Firman. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau dalam ibadah pelayanan (termasuk dalam fellowship), kita mengalami kebahagiaan di luar Firman, maka itu merupakan kebahagiaan semu dari dunia yang membawa kepada kebinasaan. Misalnya :
Bahagia karena mendapatkan ongkos, dapat kedudukan, dapat pujian.

Bahagia saat menyanyi, tetapi waktu mendengarkan Firman susah, sedih, mengantuk, loyo. Ini seperti band di alun-alun, mereka menyanyi dengan bahagia sekali. Ini kita dikoreksi ! Kalau kebahagiaan dari surga, saat kita berdoa, menyanyi kita berbahagia, terutama puncaknya, saat mendengarkan Firman kita sangat berbahagia.

Perhatikan hal ini, kita jangan sampai di tipu, darimana kebahagiaan di gereja kita? kebahagiaan di dunia ini luar biasa, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Seumpama ada kkr di alun-alun (di lapangan), saat ada hujan orang Kristen bahkan lari, bahkan pembicaranya juga lari. Kalau mereka yang dari dunia ini, disemprot air tambah senang, tetapi ini tanpa Firman. Kita dapat berbahagia, bersuka cita, tetapi harus ada Firman, itulah kebahagaiaan dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Kedua: Kita menggunakan waktu untuk menuruti Firman nubuat (taat dengar-dengaran kepada Firman nubuat) = Firman pengajaran yang benar sudah harus menjadi praktik dalam kehidupan kita (sudah mendarah daging dalam kehidupan kita).

Kalau kita berbicara harus sesuai dengan Firman, kalau kita bekerja harus sesuai dengan Firman, itulah mendarah daging. Kalau di gereja semuanya baik-baik, tetapi waktu di kantor kita korupsi, waktu di jalan raja tidak mempunyai sim, kalau demikian, maka Firman itu belumlah mendarah daging. Sebaliknya kalau Firman sudah mendarah daging, maka dimana saja, kapan saja, situasi apa saja, perkataan dan perbuatan kita sesuai dengan Firman pengajaran. Inilah yang harus terjadi, sebab
waktunya sudah dekat. Terlebih lagi seorang hamba TUHAN, baik dalam keuangan dll
harus sesuai dengan Firman.


Ajaran yang saya terima dari Lembaga Pendidikan Alkitab (Lempin-El) Kristus Ajaib yaitu hamba TUHAN sepenuh tidak boleh berhutang. Ini tidak gampang untuk dipraktikkan. Waktu saya sekolah tiga bulan, saya masih di rumah sendiri (rumah kontrak). Saya berhenti bekerja semuanya, tidak ada sponsor (nol). Satu waktu saya pulang, mau makan tidak ada, mau minum tidak ada (air minumnya tidak dapat dibuat untuk minum) dan uang lima puluh rupiah saja tidak ada, lalu mau praktik Firman bagaimana? waktu saya masih bekerja, banyak restoran-restoran (warung) langganan saya, sebenarnya saya bisa kesana untuk berhutang, tetapi saya mau mempraktikan Firman dengan tidak berhutang, tidak boleh meminta, apalagi mencuri. Saya waktu itu bertekad,kalau TUHAN mengijinkan empat puluh hari tidak makan dan tidak minum, kalau saya kuat ya kuat, kalau mati ya sudah sampai disini Akhirnya tidak diduga-duga TUHAN mengirimkan seseorang. Dia dulu belajar kepada saya, saya dulu juga sebagai guru memberi pelajaran tambahan matematika, fisika, kimia, tetapi dia tidak pernah membayar. Kali itu dia meminta ampun dan membayar ratusan ribu, padahal waktu itu saya hanya membutuhkan uang seribu rupiah saja, tetapi TUHAN mengirimkan lebih. Jadi Firman harus sudah dipraktikkan.

Waktu saya dikirim ke Malang, bangunan gereja belum selesai. Semua orang mengatakan, pak, ambil di toko saja, biasanya kami mengambil dahulu di toko, lalu nanti membayarnya. Saya tidak begitu, rumah saya sendiri saja, saya berhutang malu. Itu rumah saya, apalagi untuk rumah TUHAN saya herus berhutang! Masa TUHAN kita berhutang? Jangan-jangan kita berhutang kepada orang yang tidak percaya TUHAN, ini akan lebih memalukan lagi! Malah kita dengan memelas-melas memakai nama TUHAN, ini untuk rumah TUHAN, TUHAN yang mana yang berhutang-hutang dan yang meminta-minta? TUHAN kita tidak begitu, tidak meminta-minta dan tidak berhutang. Saya sebagai orang baru di test, lalu saya katakana, iman saya tidak demikian. Ada uang lima belas rupiah, maka uang lima belas rupiah dibelikan barang. Ada satu orang yang kaya datang, pak saya pinjamkan sekian juta, selesaikan pak, nanti cicil ke saya. Tidak, lebih baik saudara berikan saya satu rupiah, kalau mau berkorban untuk TUHAN dan saya akan pakai satu rupiah tersebut. Inilah, mari kita mempraktikan Firman. Maaf ini hanyalah contoh pengalaman saya yang kecil. Bapak-bapak mungkin mempunyai pengalaman yang lebih besar.

Firman sudah harus menjadi praktik dalam hidup, jangan hanya berkata, ini Firman, ini Firman, tetapi tidak ada praktik. Kalau kita mendengar dan membaca Firman, tetapi tidak mempraktikan Firman atau praktiknya menyimpang, maka kita menjadi penipu ulung (menipu diri sendiri). Apalagi yang berkotbah tetapi tidak mempraktikan Firman, ini menjadi sangat penipu.

Yakobus 1 : 22, Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya
pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Menipu orang tua, menipu orang lain itu berbuat jahat, menipu TUHAN itu sangat


jahat, kalau menipu diri sendiri, itu berarti terlalu jahat (paling jahat). Masa diri sendiri rela ditipu? Coba kalau tangan kita sakit, lalu kita berkata tidak sakit, inilah terlalu jahat. Seperti itulah orang yang menipu diri sendiri. Kami sebagai hamba TUHAN nomor satu, kami dapat berkotbah, tetapi kami sendiri tidak mempraktikkan Firman, itu juga terlalu jahat, karena menipu diri sendiri.

Mari sekarang ini kita belajar mempraktikkan Firman, setelah mendengar, membaca, kita harus menuruti Firman nubuat. Ini ada prosesnya, tidak dapat secara langsung begitu saja.

Roma 10 : 17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Ay17, Firman Kristus, Firman di dalam urapan Roh Kudus. Kita mau mempraktikkan atau tidak, dan ini dimulai dari mendengarkan Firman terlebih dahulu.

Proses untuk taat dengar-dengaran atau mempraktikkan kepada Firman nubuat :
Pertama, kita membaca, mendengar Firman pengajaran yang benar (Firman nubuat) dalam urapan Roh Kudus, sehingga Roh Kudus menolong kita untuk bisa mendengarkan Firman nubuat dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kebutuhan. Ini seperti orang lapar yang mau makan roti, bahkan seperti perempuan Kanaan bagaikan anjing yang menjilat remah-remah roti. Harus seperti inilah saat-saat kita mendengarkan Firman.

Kita mendengarkan Firman itu bukan mendengarkan pidato, kampanye, dongeng, lawakan bukan ! Melainkan kita mendengarkan Firman seperti jiwa kita yang sedang mencari makanan. Tadi seperti kata bapak Olesimus, saya setuju sekali, seperti kita makan roti. Kalau jiwa kita sedang lapar dan mencari makan, mana mungkin kita tertawa-tertawa dsb. Kalau lapar itu akan mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh. Maaf, inilah yang membuktikan ada Roh Kudus atau tidak ditengah-tengah kita.

Kalau kita mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kebutuhan, seperti orang lapar yang makan roti, bahkan kita sebagai bangsa kafir (anjing babi) seperti menjilat remah-remah roti, maka itu benar-benar ada Roh Kudus. Kalau kita seperti mendengarkan kampanye, dongeng, lawakan itu bukanlah urapan Roh Kudus tetapi urakan (tidak tertib, tidak teratur = daging). Kalau menyanyi saja sudah tidak tertib, tidak teratur, bagaimana saat mendengarkan Firman? Yang menyampaikan Firman juga bagaimana lagi? itulah kalau tidak ada urapan Roh Kudus. Biarlah kita berada di dalam urapan Roh Kudus.

Kedua: Roh Kudus menolong kita untuk bisa mengerti firman pengajaran yang benar., sehingga Firman ditulis didahi.


Kita mengerti Firman, contohnya : oo ... beginilah injil keselamatan, saya dulu belum percaya YESUS sekarang saya dapat percaya YESUS, O .. ada Firman pengajaran, saya mengerti. Tetapi ini tidak cukup sampai disini. Kalau sudah cukup sampai disini saja, maka Firman = matematika dan fisika = pengetahuan. Jika demikian, nanti Firman akan didiskusikan, diperdebatkan.

Ketiga: Roh Kudus menolong kita untuk percaya atau yakin kepada Firman pengajaran yang benar, sehingga Firman pengajaran yang benar menjadi iman didalam hati (Firman ditulis didalam hati). Disinilah letak perbedaan antara Firman dengan pengetahuan, setelah mengerti, kita percaya atau yakin kepada Firman. Orang lain mau apa terserah, yang penting kita percaya kepada Firman. Iman seperti ini tidak dapat digoyah oleh apapun.

Kalau bapak, ibu, saudara dapat mendengar dan membaca Firman, sampai mengerti, sampai percaya dan yakin kepada Firman, ini sudah ada hasilnya. Belum sampai mempraktikkan Firman, tetapi sudah ada hasilnya.

Kita datang ke gereja, ke fellowship sudah ada hasilnya.
Ibrani 10 : 16, 17,
16. sebab setelah Ia berfirman: Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu, Ia berfirman pula: Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
17. dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.

Ay 16, Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka, dihati (menjadi iman).
‘menuliskannya dalam akal budi mereka’, didahi.

Jadi kita mendengarkan Firman, bukan yang lawakan-lawakan dll, bukan ! tetapi ini urusannya dengan dosa diampuni atau tidak! Inilah urusannya dengan mendengarkan Firman. Kalau kami datang kesini, saya selalu mengatakan kepada panitia, panitia bertanggung jawab, terlebih lagi saya sebagai pembicara juga harus bertanggung jawab, mau dibawa kemana jemaat yang mendengarkan Firman? Apakah tambah menambah dosa, tertawa-tertawa, menyindir orang lain atau bagaimana?’ Jika Firman pengajaran ditulis di dahi dan di hati, maka mulut mengaku dosa hati percaya, mulut bisa mengaku dosa.

Firman nubuat ini juga mengungkapkan dosa-dosa, kalau kita percaya/yakin di dalam hati, maka mulut mengaku dosa-dosa kepada TUHAN dan sesama (kayu salib), maka kita mengalami pengampunan dosa oleh Darah YESUS = kita dibenarkan oleh Darah YESUS = kita diselamatkan dan diberkati oleh TUHAN. Inilah hasilnya kalau kita mendengarkan Firman. Dari dalam hati ini sudah melonjak ke mulut, saya salah, saya nanti minta ampun kepada istri, suami. Dan kalau Firman dan Roh Kudus mendorong



kita, maka sudah tidak ada lagi domba, gembala, pengerja. Jika gembala bersalah kepada pengerja, harus minta ampun kepada pengerja.

Jangan seperti Yudas yang menimbun dosa didalam hati. Yudas tidak pernah menerima Firman (Firman tidak masuk di dalam hati), sampai yang terakhir, orang yang mencelupkan roti didalam pinggan bersama Aku, dialah itu. Ini sudah langsung ditunjuk oleh TUHAN. Yudas menjawab, bukan aku, ya TUHAN. Setelah itu apa yang terjadi? dosa-dosa YANG sudah ditimbun didalam hati, sekalipun orang lain tidak tahu (murid-murid lainnya tidak tahu), Yudas kelihatan dipakai oleh TUHAN dan sampai yang terakhir saat perjamuan suci Yudas kerasukan setan, lalu Yudas pergi. Buat apa kita beribadah, berfellowship sekarang ini, kalau hanya untuk menimbun dosa didalam hati dan akan pecah. Satu waktu dosa itu akan diungkap, tetapi sudah terlambat dan tidak ada pengampunan lagi.

Lebih baik sekarang ini, Firman yang tajam menusuk sampai di hati, sehingga mulut mengaku dan kita diampuni, diselamatkan, diberkati oleh TUHAN. Inilah pemberitaan Firman dan tanggung jawab saya bersama dengan panitia. Semoga kita dapat mengerti.

Keempat: Roh Kudus menolong kita untuk mempraktikkan Firman pengajaran yang benar (taat dengar-dengaran), sehingga ditulis di tangan.
‘Melakukan’ itu menunjuk tangan. Bukan cuma di dahi dan di hati, kalau Firman dilakukan, maka Firman ditulis di tangan.

Ulangan 11 : 18,Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

Jadi Firman dituliskan di dahi, di hati dan di tangan, ini luar biasa. Tadi, kalau Firman dituliskan di dahi dan di hati, kita bisa mengakui dosa-dosa baik sebagai istri, suami, pendeta, jemaat. Apalagi pengerja-pengerja, tidak mengapa bersepeda motor tidak memakai sim dan memakai helm, sebab kita ini melayani TUHAN. TUHAN diajak untuk berbuat tidak benar, ini bagaimana? Ini tidak boleh! Semoga kita dapat mengerti dan bertanggung jawab dihadapan TUHAN.

Kalau Firman sudah bisa dipraktikkan ini lebih luar biasa lagi, sebab ada perlindungan dari TUHAN.

Wahyu 13 : 16 – 18,
16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada
dahinya,



17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Ay 16, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, ingat anak-anak sekolah Minggu (kecil), anak-anak kita semuanya.

diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, kalau tidak ditandai dengan Firman, maka akan diberikan tanda yang lain.

Ay 18, bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam, dicap 666 di dahi dan di tangan.

Cap 666 ini ada yang mempelajari untuk memakai mikrochip dan sebagainya, saya tidak mempelajari tentang ini, tetapi kita mempelajari tanda secara rohaninya saja.

Kalau dahi dan tangan tidak dicap dengan Firman pengajaran yang benar, pasti akan dicap 666 (cap antikrist). Kalau dahi, hati dan tangan sudah dicap dengan Firman pengajaran yang benar, maka antikris tidak dapat memberi cap 666 kepada kita dan kita dilindungi dari cengkeraman antikrist. Semoga kita dapat mengerti.

Kita jangan sibuk mencari tanda 666 yang jasmani, biar saja itu menjadi urusannya orang yang ahli komputer, hamba TUHAN tidak perlu mencari tanda 666 secara jasmani ! melainkan cari tanda yang rohani. Misalnya : kalau tidak taat, Firman berkata A, tetapi kita lakukan B = melawan Firman, itulah cap dari antikrist. Sekalipun tidak ada mikrochipnya, tetapi jika tidak taat = sudah dicap oleh antikrist. Saat antikrist berkuasa di bumi, kita akan dilindungi dari antikrist dan kita disingkirkan ke padang belantara dengan dua sayap burung nasar yang besar. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi orang yang menuruti/mempraktikkan Firman pengajaran yang benar (taat dengar-dengaran) sampai daging tidak bersuara lagi = mengulurkan dua tangan kepada TUHAN = mengasihi TUHAN lebih dari semuanya (lebih dari anak, orang tua, suami, istri, pekerjaan) dan berkata, ‘terserah Engkau TUHAN’. Kalau YESUS, taat sampai mati di kayu salib, padahal YESUS orang yang baik. Seharusnya yang mati di kayu salib itu adalah orang yang terkutuk (bukan cuma sekedar orang yang jahat). YESUS merupakan orang yang baik, tetapi rela mati di kayu salib, terserah Engkau Bapa. Itulah taat dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita taat / mengulurkan dua tangan kepada TUHAN (mengasihi TUHAN lebih
dari semuanya), maka TUHAN akan mengulurkan dua tangan belas kasih dan kuasa


-Nya kepada kita semuanya. Kita jangan takut !

Hasilnya adalah
Pertama: Ayat-ayatnya tidak perlu dibaca, saya kira dari sekolah Minggu kita sudah mengerti. Abraham menerima perintah TUHAN harus menyembelih Ishak anaknya. Abraham taat atau tidak terhadap perintah TUHAN? Abraham taat kepada perintah TUHAN untuk menyembelih Ishak, ini berarti Abraham taat sampai daging tak bersuara. Kalau dagingnya Abraham masih bersuara, ini anakku satu-satunya TUHAN, tidak bisa! Tetapi karena dagingnya tak bersuara (mengasihi TUHAN lebih dari semuanya), terserah Engkau TUHAN, maka TUHAN tidak membiarkan Abraham dan TUHAN mengulurkan Tangan-Nya. Ketaatan itu sampai daging tak bersuara lagi.

Abraham taat kepada TUHAN sampai mengorbankan perasaannya. Saya mempunyai satu orang anak, tentunya saudara-saudara juga memiliki anak. Kalau anak sakit, kadangkala kita berkata, lebih baik aku saja yang sakit. Abraham diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri, bagaimana perasaannya? Seringkali Firman ini disangkut pautkan dengan pengetahuan. Kalau ini ditanyakan kepada profesor, ahli budaya dll, pasti mereka berkata, jangan, ngawur itu, sebaiknya kita bertanya kepada TUHAN saja (membaca alkitab saja, jangan membaca yang lainnya). Kita seringkali tidak taat, karena memakai perasaan daging. Kita harus mengorbankan perasaan daging, maka TUHAN mengulurkan dua Tangan belas kasih dan kuasa-Nya =
TUHAN sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada (Jehova Jireh).

TUHAN sanggup mengembalikan apa yang sudah kita korbankan.

TUHAN sanggup memelihara kita ditengah kemustahilan.

Mungkin kita berkata, oom, tidak ada jemaat, tidaklah mengapa, kita taat saja kepada TUHAN karena kita tidak hidup dari jemaat, tetapi hidup dari dua Tangan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Saya dilatih oleh bapak pendeta Pong Dongalemba, beliau sebagai guru sekaligus ayah mertua saya. Kalau saya diutus kemana-mana, saya tidak pernah diberikan ongkos, sedangkan saya sudah tidak mempunyai penghasilan dan juga tidak ada sponsor. Waktu diutus ke Kalimantan, kamu, nanti kotbah kaum muda di Kalimantan dan juga ke Poso tetapi saya tidak pernah diberikan ongkos. Sekalipun sudah menjadi pembicara, saya pernah tidur di emperan sekolah dasar sampai sepatu saya hilang. Ini dilatih, supaya tidak bergantung kepada sesuatu di dunia ini, melainkan bergantung kepada dua Tangan TUHAN. Saya bersaksi, saya tidak pernah meminta, tidak berhutang untuk melayani sampai dengan detik ini (dari mulai saya sekolah alkitab atau dari tidak ada jemaat sampai dengan sekarang). Ada dua Tangan TUHAN
yang luar biasa, Yang sanggup menciptakan yang tidak ada menjadi ada.



Sekarang ini mungkin ada yang harus diserahkan sesuatu untuk taat kepada TUHAN, mungkin sampai mengorbankan perasaan. Ada yang menyerahkan pekerjaan untuk
menjadi fulltimer, kita jangan takut ! Saya lari selama sepuluh tahun tahun, nanti mau makan apa, sedangkan ayah saya bukanlah seorang pendeta? nanti saya sekolah alkitab dan juga menjaga toko. Inilah pikiran saya, sebab itu saya lari. Akhirnya tokonya dihabiskan oleh TUHAN. TUHAN mau membuktikan, kamu sekolah alkitab, bukan untuk menjaga toko. Lalu saya masuk sekolah alkitab untuk menjadi hamba TUHAN dan apa yang dikorbankan tidak akan hilang, semuanya diganti oleh TUHAN. Itu sebabnya kita jangan takut!

Mungkin ada orang tua yang anaknya mau menjadi fulltimer, jangan dihalang-halangi tetapi doakan saja, sebab TUHAN tidak menipu kita ! Abraham juga diberkati oleh TUHAN. Tadi ditambahkan, TUHAN sanggup memelihara dan memberkati kita (Abraham) sampai ke anak cucu.

Kedua: Musa menghadapi laut Kolsom (mengorbankan pikirannya). Musa selama empat puluh tahun sekolah di Mesir, kalau sekarang ini menunjuk gelar Doktor (bisa lebih). Keluaran 14 : 16, 21-22
16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
22. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Musa dan bangsa Israel menghadapi laut Kolsom (didepan) dan menghadapi Firaun dengan tentara (dibelakang), sebelah kiri dan kanan tidak bisa = hanya satu perkataan yaitu mereka takut dan mati. Kalau waktu itu perintah TUHAN, buatlah kapal, kita bisa percaya tetapi perintah TUHAN adalah ulurkanlah tanganmu.

Tadi, perintah TUHAN kepada Abraham sembelihlah anakmu, ini mudah atau sulit ?
Jawabannya mudah, kalau kita mengasihi TUHAN lebih dari semuanya.

Jawabannya sulit, kalau kita mengasihi anak lebih dari TUHAN.

Jadi masalahnya bukan mudah atau sulitnya, melainkan tentang dua loh batu (Markus 13) = apa yang ada didalam hati kita? Kita mengasihi TUHAN lebih dari semuanya atau mengasihi semua lebih dari TUHAN. Kecuali perintah TUHAN, Abraham kamu harus mempunyai anak, ini perintah yang sulit, sebab ada manusia
yang tidak bisa memiliki anak. Sebenarnya memiliki anak atau tidak punya anak ini
sama saja dan seijin dari TUHAN. Jadi ini tergantung dari hati kita, kalau mengasihi


TUHAN ini berarti taat sampai daging tak bersuara.

Sekarang, Musa yang hampir mati bersama ribuan bangsa Israel, diperintahkan oleh TUHAN, ulurkanlah tanganmu. Coba kalau orang pandai disuruh seperti itu, ini tidak logis. Musa ini doktor, masa mengulurkan tangan didepan orang banyak, nanti ditertawakan orang-orang yang akan berkata apa-apaan itu? Musa mengorbankan pikiran daging atau kemampuan dagingnya untuk dapat taat kepada TUHAN. Begitu Musa mengulurkan tangannya ke laut, maka dua Tangan TUHAN diulurkan (Tangan belas kasih dan kuasa TUHAN) berupa angin timur yang bertiup membelah lautan, artinya :
Tangan belas kasih dan kuasa TUHAN sanggup untuk memberikan jalan keluar dari segala masalah, bahkan sampai dengan masalah yang mustahil = menyelesaikan segala masalah yang mustahil menjadi tidak mustahil.Kita jangan menggunakan pikiran daging, sebab ini mengecilkan kuasa TUHAN. Seringkali kita menggunakan logika terus, inilah yang mengecilkan kuasa TUHAN, bahkan sampai ada yang bilang, itulah fenomena alam. Jika demikian, ini bahaya sekali ! ini bukanlah iman lagi. Kita membaca Alkitab tinggal percaya atau tidak ! Kalau percaya, kita bisa mengaku dosa dan dosa diampuni. Kalau tidak percaya, semuanya akan hilang ! Semoga kita dapat mengerti. Musa harus mengorbankan pikiran daging, dia mengulurkan tangan dan semuanya selesai. Seringkali pikiran daging berkata, mana bisa? ini tidak semudah membalik telapak tangan,tetapi begitu kita taat kepada TUHAN, semuanya akan menjadi lebih mudah daripada membalik telapak tangan, kalau TUHAN yang bekerja. Mari rekan-rekan hamba TUHAN dimana saja, di pedalaman, saya pernah mengalami mungkin saudara juga mengalami makan tidak makan, silahkan saja ! Asalkan kita taat, maka pasti ada jalan keluar dan semuanya selesai.

Israel berangkat ke Kanaan, inilah ada kegerakan yang besar. Nanti akan ada kegerakan yang besar. Sekarang ini di Poso, baru saja di Malang, dua minggu yang lalu saya baru dari Tarakan, nanti ke Medan. Jadi ini artinya : tangan belas kasih dan kuasa TUHAN sanggup untuk memakai kita dalam kegerakan yang besar yaitu kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (kegerakan menuju Kanaan Samawi, Yerusalem Baru). Kita akan dipakai oleh TUHAN dan tidak akan dapat dihalangi oleh siapapun juga. Firaun/setan atau laut Kolsom tidak akan dapat menghalangi kita, asal kita ada penyerahan sepenuh (taat sampai mengorbankan pikiran daging). Semoga kita dapat mengerti.

Abraham ini gambaran pria, sebab itu suami bertanggung jawab ke mana rumah tangganya akan dibawa kemana? Gembala bertanggung jawab, jemaat mau dibawa kemana? Kalau gembala tidak seperti Abraham (perasaan saya gengsi), Musa (saya pandai) mau dibawa kemana jemaat itu?

Ketiga: Matius 14 : 27-29,
27. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"


28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "TUHAN, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Ay 28, 29, Petrus ini taat kepada TUHAN untuk berjalan di air yang bergelombang. Memang seperti inilah keadaan gereja TUHAN di akhir zaman, bagaikan kita berjalan diatas air yang bergelombang (lautan sudah bergelombang). Tadi sambutan-sambutan sudah mengarah kesana (dunia di akhir zaman). Di bidang jasmani sampai segala bidang kita menghadapi gelombang (hantaman, pencobaan-pencobaan).

Petrus taat kepada perintah TUHAN, sehingga dia bisa berjalan diatas air yang bergelombang, ini luar biasa ! Petrus ini harus mengorbankan perasaan dan pikiran. Sebenarnya ini lebih berat dari Abraham dan Musa. Kalau seperti Abraham, mungkin kita sudah bilang, berat sekali seperti Abraham yang harus menyembelih anak, ini hanya mengorbankan perasaan. Kalau seperti Musa, harus menghadapi laut Kolsom, ini hanya mengorbankan pikiran. Bagi kita sekarang (Petrus), bagaikan harus berjalan di air yang bergelombang, artinya :
Dunia akhir zaman yang ditimbus oleh gelombang jasmani = pencobaan-pencobaan dan masalah yang mustahil.

Gelombang rohani yaitu
Dosa makan minum = merokok, mabuk, narkoba.

Dosa kawin mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri), kawin cerai, kawin campur, kawin mengawinkan, seks bebas.

Inilah yang akan menghantam anak-anak TUHAN di akhir zaman ini. Kita harus taat dengar-dengaran sampai mengorbankan perasaan dan pikiran seperti Petrus.
Petrus dapat berjalan diatas air yang bergelombang, ini berarti Petrus sudah mengalami tangan belas kasih dan kuasa TUHAN untuk menolong Petrus. Tetapi sayang, tidak berapa lama ada angin dan Petrus menjadi bimbang.

Matius 14 : 30, 31,
30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "TUHAN, tolonglah aku!"
31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

Jadi Petrus sudah melakukan perintah TUHAN (sudah bisa berjalan diatas air yang
bergelombang), tetapi sayang Petrus bimbang sewaktu ada angin. Petrus bimbang
terhadap apa :


Terhadap Pribadi TUHAN (pengajaran yang benar). Kalau kita sudah memiliki pengalaman terhadap Firman pengajaran yang benar, jangan ragu-ragu, sebab kalau kita ragu, maka kita dapat tenggelam.

Terhadap kuasa TUHAN, sehingga banyak berhadap kepada orang lain. Misalnya : baru mau mengadakan kkr semacam ini, sudah bingung membuat proposal dan mencari kesana kemari.

Satu waktu saya diundang dari daerah Jawa, sekian ratus hamba TUHAN datang. Saya bilang, baik, silahkan pak. Lalu mereka mengatakan, nanti proposal tentang dana-dananya? Akhirnya saya bilang, tidak jadi. Ini apanya yang mau dibangun ? kebaktian kebangunan rohani itu apa? kebaktian kebangunan rohani yang dibangun adalah iman. Kalau disini tidak ada iman, mau apa? Kalau ada iman sebiji sesawi saja, nanti akan ditumbuhkan.

Kita jangan berharap manusia, kuasa TUHAN sanggup dari segi apapun. Dari segi bahasa, saya paling tidak bisa berbahasa, bahasa Indonesia saya campur dengan bahasa Madura. Saya dikirim ke Amerika berdua saja, lalu pendeta disana berkata, pak, nanti kalau di imigrasi bapak ditanya, maka bapak menjawab dengan tegas dan jelas. Saya didalam hati, tegas dan jelas bagaimana? mengerti bahasanya saja tidak. Didalam pesawat, kurang satu jam mendarat di New York, saya berdoa saja, Haleluya YESUS, saya tidak tahu apa-apa, tolonglah saya TUHAN. Saat dibagian imigrasi, ada dua orang bule (turis) dimarahi, melihat itu saya menjadi kecut, saya yang tidak bisa berbahasa asing, ini bagaimana ? Saat saya dengan istri datang, belum apa-apa sudah diketok (disetujui). Inilah kuasa TUHAN dalam bidang apa saja.

Kita jangan ragu dan jangan bimbang, kalau bimbang akan tenggelam = jasmani, nikah, rohani, pelayanan merosot semuanya dan dapat binasa kalau tidak ditolong TUHAN. Untunglah saat tenggelam, secara otomatis Petrus mengulurkan tangan. Kita jangan salah paham, kalau TUHAN mengijinkan kita dalam keadaan tenggelam, saya tidak muncul-muncul, pelayanan saya sudah sekian tahun. Ini terjadi sebab kita belum pernah mengulurkan tangan (kita masih memakai pikiran dan perasaan sendiri), kita jangan seperti itu ! Kalau orang sudah tenggelam, serahkanlah pikiran dan perasaan kepada TUHAN (kita sudah tidak memakai ilmu, gelar dsb) dan hanya menyeru YESUS tolong. Inilah yang diharapkan oleh TUHAN. Kalau kita mengharap yang lain, menyeru teman-teman (tidak menyeru YESUS), kita pasti tenggelam.

Sekarang ini masih tentang pria. Memang lima ribu orang laki-laki terlebih dahulu, baru setelah itu perempuan dan anak-anak. Suami atau gembala harus mengorbankan semuanya (pikiran perasaan dikorbankan) dan harus memiliki pikiran perasaan seperti YESUS. Pikiran dan perasaan YESUS itu hanya taat sampai mati di
kayu salib = taat sampai daging tak bersuara YESUS, terserah sudah. Kalau ada



ketenggelaman dan kemerosotan yang ditunggu oleh TUHAN bukan kepandaian dll, melainkan YESUS tolong saya (serahkan semuanya kepada TUHAN), maka TUHAN mengulurkan Tangan kepada kita untuk mengangkat kita dari ketenggelaman, artinya
TUHAN memulihkan apa yang sudah hancur.

TUHAN memakai kita dalam kegerakan hujan akhir (seperti Petrus dipakai oleh TUHAN) = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus.

Petrus menjadi kuat didalam Tangan belas kasih dan kuasa TUHAN, Petrus sudah tertolong dan terangkat. Sekarang Petrus memberi nasehat bagi wanita dan kaum muda di dalam surat Petrus. Karena ini kebaktiannya bersifat umum sebanyak lima kali, jadi TUHAN juga berfirman kepada wanita dan kaum muda.

Setelah Petrus mengalami sendiri pertolongan TUHAN, dia memberi nasehat kepada :
Wanita yang harus tunduk kepada suami. Seperti Sarah tunduk kepada Abraham.
1 Petrus 3 : 5, 6,
5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Ay 5, perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah, perempuan yang mengangkat tangannya kepada TUHAN.

Sarah tunduk kepada Abraham dan yang harus ia korbankan adalah pikiran dan perasaannya. Sarah diberikan kepada laki-laki lain sebanyak dua kali. Kalau wanita baik-baik diberikan kepada laki-laki lain, mungkin berkata, lebih baik aku mati, tetapi untuk menolong suaminya, Sarah tetap tunduk. Sarah mempunyai kelemahan permanen yaitu mandul dan mati haid (ini sudah tidak mungkin lagi), karena Sarah tunduk maka pintu rahim Sarah dibuka oleh TUHAN, artinya :
pintu-pintu di dunia akan terbuka. Kalau istri-istri, ibu-ibu, ibu gembala tunduk kepada suami seperti tunduk kepada TUHAN (terserah Engkau TUHAN), maka pintu-pintu akan terbuka.

Sampai pintu surga juga terbuka.

Suami dimenangkan (Abraham dimenangkan).

Kaum muda.
1 Petrus 5 : 5, 6,
5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang
yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab:


"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan TUHAN yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Kaum muda jangan sombong (terlalu sombong), masih minta uang SPP tetapi malah melawan orang tua, orang tuaku ini tidak sekolah. Inilah kesombongan! Setiap kebaktian kaum muda, diakhir doa saya selalu mendoakan, kepada orang tua kami, ini juga termasuk orang tua saya, kepada orang tua kami TUHAN, kami belum dapat membalas apa-apa, TUHAN balaskanlah berkat kepada mereka dan selamatkanlah mereka semuanya. Saya sudah berbuat untuk orang tua, tetapi saya merasa itu semuanya tidak cukup. Kaum muda jangan sombong, tetapi rendahkanlah diri.

Tidak jarang kaum muda yang direndahkan (gagal, hancur)! Sekarang ini kalau ada kaum muda yang gagal, hancur, TUHAN hanya merindukan agar saudara mengulurkan tangan kepada Dia. Tunduk kepada TUHAN dan tunduk kepada orang tua, maka TUHAN akan mengangkat kita:
dari kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktu Nya.

Sampai satu waktu jika YESUS datang kembali ke dua kali, semuanya baik pria, wanita, kaum muda akan diubahkan menjadi sama dengan Dia dan diangkat di awan-awan yang permai bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Ini ada bagiannya sendiri-sendiri :
gembala/suami mungkin seperti Abraham yang harus mengorbankan perasaannya. Korban apa saja lakukanlah kalau untuk TUHAN, sebab ada Jehova Jireh. Mungkin juga seperti Musa yang harus mengorbankan pikirannya. Lakukan saja, maka laut akan terbelah, sebab ada Tangan belas kasih dan kuasa yang tidak berubah, baik dulu, sekarang bahkan selamanya.

Istri-istri tunduklah. Kalau rumah tangga seperti mandul, mati haid (hancur), tunduklah kepada TUHAN dan kepada suami. Mungkin ibu-ibu gembala melihat pelayanan suami merosot, tunduklah (angkat dua tangan), biar TUHAN yang memulihkan semuanya.

Demkian juga anak muda akan ditinggikan sehingga menjadi berhasil dan indah. Sampai dengan TUHAN datang nanti semuanya akan terangkat di awan-awan dan kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Semoga ini bisa menjadi berkat bagi kita semuanya.Mungkin saudara sudah melihat, orang lain sudah ditolong oleh TUHAN. Sekarang ini siapa tahu giliran kita untuk ditolong oleh TUHAN. Sebab orang yang tenggelam itu tidak dapat ditunda waktunya, pertolongan harus tepat waktu. Kalau sekarang ini kita tidak ditolong, maka kita akan habis. Kita berdoa kepada TUHAN, supaya TUHAN menolong kita semuanya. (CP)

TUHAN memberkati.

Pendeta Wijaya Hendra
GPT Kristus Kasih

dilihat : 6258 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution