Minggu, 18 November 2018 21:36:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 238
Total pengunjung : 441314
Hits hari ini : 1821
Total hits : 4073801
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PGI Tegas Tolak Pilkada Lewat Dewan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 14 September 2014 13:38:45
PGI Tegas Tolak Pilkada Lewat Dewan

Manado,PL.net - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyatakan dengan tegas menolak pelaksanaan Pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pernyataan ini disampaikan langsung Ketua Umum PGI Pendeta DR Andreas Anangguru Yewangoe, saat bertandang ke kantor redaksi redaksi Surat Kabar Harian Tribun Manado, Sabtu (13/9/2014) siang.

Dia memastikan, PGI secara resmi telah mengirim surat kepada Presiden SBY, dimana salah satu poin yang dikritisi terkait wacana pelaksanaan Pilkada melalui dewan.

Beberapa poin yang tercakup dalam surat tersebut antara lain, PGI menilai bahwa proses demokrasi yang sudah bergulir hingga hari ini di Indonesia salah satunya ditunjukkan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung.

Kedua, Indonesia dipuji negara lain dengan pelaksanaan×Pilkada langsung sebagai bukti komitmen terhadap demokrasi.

Ketiga, Indonesia dinilai sebagai bangsa yang berhasil mempertemukan antara× Islam dan demokrasi, yang tak pernah terjadi di negara muslim lain.

"Kenapa pada akhirnya sekarang kita harus mundur lagi ke belakang dan melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan?" tutur Yewangoe.

Dalam menyikapi hal ini, dia kembali menegaskan posisi PGI bukanlah sebagai organisasi politik, tetapi sebagai organisasi moral yang berkewajiban ikut mengkritisi dan mengawal pemerintahan dan negara.

"Dalam hal ini kami netral, tak ikut terlibat dalam politik praktis," tegasnya.

Yewangoe menyayangkan sikap elit politik tertentu yang berupaya untuk mengembalikan× Indonesia ke zaman sebelum demokrasi ditegakkan.

"Kami melihat politik yang terjadi saat ini ibarat politik jegal-menjegal, politik balas dendam, yang sebenarnya dipicu oleh sikap tidak dewasa dalam berpolitik. Inilah yang harus dibenahi termasuk menjadi perhatian serius bukan hanya bagi pemerintahan yang baru, tapi juga menjadi perhatian kita semua," tandasnya. - MWP

dilihat : 297 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution