Jum'at, 14 Desember 2018 22:50:35 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 253
Total pengunjung : 450519
Hits hari ini : 1974
Total hits : 4150707
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Polisi Tembak Mati Warga di Areal Gereja






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 14 September 2014 03:22:20
Polisi Tembak Mati Warga di Areal Gereja
MEDAN - Ngakunya menembak paha, tapi peluru justru bersarang di ulu hati Riduan Surbakti (42). Drama penangkapan dan penembakan yang menewaskan ayah dua anak ini terjadi di Jl. Sedap Malam III, Kel. Sempakata, Kec. Medan Selayang, Selasa (9/9) malam lalu. Polisi berdalih terpaksa menembak korban yang dilapor kasus pengrusakan itu berusaha kabur saat akan ditangkap.

Info yang dihimpun Sumut Pos (JPNN Grup) dari lokasi kejadian, kasus ‘tembak mati’ warga Jl. Parang Satu, Kel. Kwala Bekala, Kec. Medan Johor itu bermula saat petugas Unit Reskrim Polsek Delitua menerima laporan dari perwakilan Yayasan Surya Kebenaran International (YSKI).

Riduan diadukan telah merusak dua gubuk dan membakar sepeda motor Yamaha Vega R milik mereka. Peristiwa itu disebut terjadi di areal Gereja Bethel Indonesia Sumatera Resort, Jl. Jamin Ginting KM 11,5, Medan Selayang pada Sabtu 12 Juli 2014 lalu.

Berbekal laporan itu, petugas langsung melakukan pengejaran. Setelah melakukan penyelidikan, Selasa (9/9) sekira pukul 23.00 WIB lalu, polisi akhirnya mengetahui keberadaan Riduan.

Tak mau buruannya kabur, petugas Polsek Delitua itu pun langsung bergerak cepat dengan mendatangi lokasi. Di sana, Riduan berhasil dibekuk tanpa perlawanan. Bahkan saat ditangkap, Riduan sempat menanyakan salahnya pada petugas. Kala itu polisi mengatakan bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan gubuk dan pembakaran sepeda motor.

Merasa tidak bersalah, Riduan disebut berusaha melarikan diri. Saat itulah ia ditembak. Namun nahas personel Polsek Delitua itu langsung menembak paha kanan Riduan. Tak ayal, seketika itu juga Riduan tersungkur dengan posisi telungkup di lokasi. Saat dibangunkan, ternyata Riduan sudah tak benyawa lagi. Alhasil, petugas pun memboyong jenazahnya ke RS Brimobdasu Medan.

"Pas ditembak itu, kami melihat dia sudah tidak benyawa lagi. Dibantu warga kami bawa yang bersangkutan ke rumah sakit," ujar salah seorang personel Polsek Delitua pada yang ikut dalam penangkapan itu.

Masih kata petugas yang enggan namanya dikorankan itu, pihaknya menembak Riduan setelah 3 kali meletuskan tembakan peringatan. "Dari pada kabur ya ditembak sajalah bang. Dari pada kami dianggap tidak kerja," jelas polisi itu.

"Rupanya tewas dia. Nyesal juga kami. Tapi mau bagaimana lagi, ya udahlah," akunya enteng.

Sementara itu, menurut warga sekitar, Riduan ditembak dari jarak dekat. “Ia bang maunya diusut itu bang. Jadi biar jelas. Ditembak dari jarak dekat (tembak tempel-red) dia itu,” ungkap warga Jl. Sedap Malam III itu. (DAP)

sumber:
http://www.jpnn.com/read/2014/09/13/257572/Polisi-Tembak-Mati-Warga-di-Areal-Gereja-#

dilihat : 280 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution