Selasa, 17 Juli 2018 05:15:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 175
Total pengunjung : 406111
Hits hari ini : 2302
Total hits : 3701972
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -TUHAN Sanggup Selesaikan Sgala Masalah Kita
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 06 September 2014 08:19:04
TUHAN Sanggup Selesaikan Sgala Masalah Kita

Banyak pergumulan yang kita hadapi di hari-hari ini, biarlah kita berada di bawah Kaki TUHAN Yang merupakan tempat yang paling aman dan kita hanya berseru kepada TUHAN dan TUHAN Yang hanya menjawab doa-doa kita dan TUHAN akan mengadakan keajaiban-keajaiban ditengah-tengah kita sekalian.

Mazmur 141 : 2, 3,
2. Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.
3. Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

Jadi, doa seperti persembahan ukupan = doa penyembahan.

Tanganku terangkat = penyerahan. Jadi doa penyembahan dengan tangan terangkat/dengan penyerahan sepenuh kepada TUHAN = terserah Engkau TUHAN = kita jangan mengajukan apa-apa lagi kepada TUHAN.

Praktek dari doa penyembahan dengan penyerahan sepenuh kepada TUHAN yaitu:
Yang pertama: Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku, artinya kita mengalami penyucian dan pembaharuan lidah/mulut. Orang yang menyembah TUHAN itu akan menghasilkan perkataan-perkataan yang benar dan baik. Jadi tidak perlu dilihat apakah pribadi itu menyembah/tidak. Mulut yang menghasilkan perkataan yang benar dan baik itu yang menentukan nasib hidup kita

1 Petrus 3: 10, Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Jadi, tidak ada dusta dll, tetapi lidah hanya menghasilkan perkataan yang benar dan baik, akan menuntun kita pada masa depan yang baik = semua menjadi baik.

Mazmur 141 : 4, Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka.

Yang kedua: mengalami penyucian dan pembaharuan dari hati nurani. Hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang baik itulah taat dengar-dengaran, maka Tangan belas kasihan TUHAN mencurahkan berkat Abraham. Seperti Abraham taat, kita-pun taat sehingga kita berhak menerima berkat Abraham yaitu berkat jasmani sampai ke anak cucu dan berkat rohani itulah Roh.Kudus dicurahkan. Terutama bagi bangsa kafir membutuhkan Roh.Kudus. Roh. Kudus menyucikan kita sampai kita berkenan kepada TUHAN. Awalnya bangsa kafir ini seperti anjing dan babi sehingga tidak boleh dipersembahkan dan tidak berkenan oleh TUHAN. Tetapi kalau disucikan oleh Roh.Kudus, maka bangsa kafir dapat melayani dan dikenan oleh TUHAN.


Roma 15 : 16, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa
bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

Roh.Kudus menyucikan kita supaya kita dapat beribadah dan melayani TUHAN dan berkenan kepada TUHAN. Hidup dan ibadah pelayanan kita berkenan kepada TUHAN. Inilah hati yang taat dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.

Yang ketiga: Mazmur 141 : 8, Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!

Yang ketiga ini, kita mengalami penyucian dan pembaharuan mata = pandangan hanya tertuju kepada TUHAN/kepada Imam Besar Yang duduk disebelah Kanan Tahta ALLAH Bapa sehingga kita tidak pernah goyah sedikit-pun.

Di dalam Mazmur 16 : 8, Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Pandangan kita hanya kepada TUHAN/kepada Imam Besar Yang duduk disebelah Kanan ALLAH Bapa sehingga kita tidak goyah tetapi kita tetap kuat dan teguh hati.

Mari, menghadapi apa saja sekarang ini dan juga banyak pergumulan di dalam kita, biarlah kita berdoa dan menyembah TUHAN bagaikan mengangkat dua tangan kita kepada TUHAN = menyerahkan semuanya kepada TUHAN. Doa penyembahan dengan penyerahan sepenuh kepada TUHAN = terserah Engkau TUHAN dan TUHAN mengulurkan Tangan-Nya kepada kita sehingga kita mengalami penyucian dan pembaharuan mulut yang berkata benar dan baik = semuanya menjadi baik.

Demikian juga dengan hati yang mengalami pembaharuan dan penyucian sehingga menjadi hati yang taat dengar-dengaran dan berkat Abraham dicurahkan.

Kemudian mata disucikan dan dibaharui sampai kita hanya memandang TUHAN/Imam Besar Yang duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa saja sehingga tidak goyah tetapi selalu kuat dan teguh hati, artinya kita berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar. Kita jangan menyimpang sehingga kita tidak akan diombang-ambingkan oleh pengajaran yang lain. Kemudian kita tetap hidup benar = jangan berbuat dosa.

Inilah mata yang hanya memandang kepada TUHAN, kita jangan memandang kepada yang lain. Firman yang benar itulah alkitab. Jadi harus cocok dengan alkitab. Jangan goyah. Kemudian kita tetap hidup benar apa-pun risikonya, kita tidak mau



berbuat dosa sekali-pun dipaksa atau diapakan, kita tetap hidup benar. Mohon kepada TUHAN, kalau ada godaan-godaan maka kita menyebut Nama YESUS untuk menolong, supaya kita tetap hidup benar/tidak berbuat dosa.

Kemudian kita tidak kecewa, tidak putus asa ketika harus menghadapi apa-pun juga di dunia ini, tetapi kita tetap percaya kepada TUHAN, hanya berharap kepada TUHAN dan juga taat dengar-dengaran dengan menyembah kepada TUHAN.

Jika kita diperhadapkan dengan masalah sehingga kita tidak dapat berbuat apa-apa, kita jangan sampai berputus asa sebab justru ini merupakan kesempatan untuk menyembah TUHAN = menyerahkan semuanya kepada TUHAN. Kita kuat dan teguh hati = hanya percaya kepada TUHAN dan meyembah TUHAN; seperti Salomo yang membangun bait ALLAH Salomo. TUHAN menjamin sampai pembangunan bait ALLAH selesai; TUHAN tidak pernah meninggalkan kita sendiri/TUHAN bergumul untuk kita, asal kita kuat dan teguh hati.

Hasilnya: 1 Tawarikh 28 : 20, Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

Biarlah ayat ini menjadi ayat pegangan kita, kalau kita tetap kuat dan teguh hati ketika menghadapi ajaran-ajaran lain, menghadapi dosa atau masalah, maka hasilnya TUHAN tidak membiarkan kita = TUHAN bersama kita, TUHAN memperdulikan kita, memperhatikan kita, bergumul bersama kita sampai semua selesai pada waktunya. TUHAN pasti sanggup, TUHAN masih sanggup untuk menyelesaikan segala masalah kita seperti masalah secara jasmani seperti pekerjaan, studi, masalah keuangan, masalah nikah dan rumah tangga. Dan juga masalah rohani itulah pembangunan bait ALLAH secara rohani itulah pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = TUHAN mampu mengubahkan dan menyucikan kita sampai kita menjadi sempurna seperti Dia. Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna selesai = Mempelai Wanita terwujud untuk layak menyambut kedatangan-Nya Yang kedua kali.

Mari, sekarang ini, kita menjaga mulut dengan berkata baik, maka semuanya menjadi baik.

Menjaga hati sehingga dapat taat, maka berkat Abraham yang akan dicurahkan sampai ke anak cucu yaitu berkat Roh.Kudus supaya kita layak dan berkenan kepada TUHAN; kalau kita tidak taat, maka kutukan yang akan dicurahkan.

Dan juga menjaga mata, mata hanya memandang Imam Besar. Apa-pun yang akan terjadi, kita tetap kuat dan teguh hati, TUHAN masih dan pasti sanggup


menyelesaikan semua masalah secara jasmani dan juga secara rohani sampai kita menjadi sempurna seperti Dia.

Rut 3 : 18, Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."

Rut ini bangsa kafir, kita juga sebagai bangsa kafir yang tidak memiliki apa-apa dan juga tidak dapat berbuat apa-apa seperti Rut yang dikatakan oleh ibu mertuanya untuk duduk saja. Untuk sekarang, duduk saja = meyembah saja = duduk di bawah Kaki TUHAN, ini saja yang dapat kita lakukan.

Pekerjaan kita hanya duduk menanti = menyembah TUHAN.

Sebab orang itu = YESUS, dulu Boaz, sekarang adalah YESUS Imam Besar kita, Gembala Agung kita.

Tidak akan berhenti sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari itu juga = YESUS tidak akan pernah berhenti bekerja sampai semuanya selesai tuntas mulai sekarang ini. YESUS tidak akan membiarkan kita, tidak akan meninggalkan kita, Dia bergumul bersama dengan kita dan Dia pasti sanggup, Dia masih sanggup menyelesaikan semuanya tepat pada waktunya.

Kita hanya duduk menanti = menjaga mulut, menjaga hati, menjaga mata dan hanya menyembah, terserah Engkau TUHAN dan TUHAN akan menyelesaikan semuanya tepat pada waktunya. TUHAN memberkati kita sekalian.(CP)

Pendeta Wijaya Hendra
GPT Kristus Kasih


dilihat : 1715 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution