Rabu, 19 Desember 2018 03:55:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 115
Total pengunjung : 451884
Hits hari ini : 817
Total hits : 4161324
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pdt. Hanny Prayogo: Gereja Itu Harus Menabur






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 26 Agustus 2014 00:00:00
Pdt. Hanny Prayogo: Gereja Itu Harus Menabur

SURABAYA,LewiNews- Berbincang dengan pendeta Hany Prayogo tidak akan lepas dari pelayan diakonia. Setidaknya itu kesan pertama ketika LewiNews menemui laki-laki paruh baya ini di gerejanya GBI Familly Blessing di kawasan Citra Land Surabaya awal agustus lalu.

Gedung gereja yang berada di sisi kanan jalan dan posisi bangunan yang agak lebih tinggi dari jalan-membuat gereja berlantai dua yang baru dibangun awal taon 2006 itu tampak kokoh, dan lumayan besar tapi tidak menampakkan wajah mentereng. Sosoknya pas menggambarkan rumah Tuhan.

Saat tiba di gedung gereja, lewiNews langsung diajak ngobrol di ruang gembala yang terdapat di lantai satu. Di lantai satu juga terdapat beberapa ruangan yang diperuntukkan untuk playgrup. GBI Family bBlessing mempunyai playgrup untuk sekolah anak jemaat dan juga memiliki panti asuhan yang menampung tigapuluhan anak.

“Gereja harus peduli pada persoalan sesama. Kita harus terus menabur membantu kaum papa” ujar pendeta Hany membuka percakapan. Pendeta yang sebelumnya adalah seorang pebisnis alat-alat permesinan lantas bercerita kalau semua yang dimiliki gereja nya adalah mukzizat Tuhan lewat doa yang terus dilakukan bersama jemaat. Kalau meliat jemaat yang dilayani, adalah mustahil jika muncul anggapan gereja GBI Family Blessing terberkati oleh jemaat. Fakta yang ada, mayorita jemaat GBI Family Blessing yang jumlahnya sekitar 200 orang lebih itu- adalah dari kalangan kurang mampu. Mayoritas anak-anak playgrup adalah jemaat kampong di luar perumahan citraLand.

Lokasi gereja yang berada di perumahan elit mau tidak mau pihak gereja harus menyediakan transportasi untuk menjemput para jemaat yang domisilinya di seputar perkampungan yang ada di Surabaya Barat. Pihak gereja harus menyediakan empat sampai lima mini bis untuk menjemput jemaat dari poll yang sudah ditentukan.

Tidak hanya itu, secara berkala, GBI Family Blessing membagikan sembako dan nasi bungkus buat para tukang becak yang ada di bilangan Surabaya barat. Pdt Hanny juga mengadopsi kelurahan ujung-sebuah kelurahan termiskin di Surabaya utara. “Sudah hampir 5 taon ini kami rajin melakukan baksos di Keluruahan Ujung. Mulai dari buat MCK, pelayanan kesehatan dsbnya” ujar pria berkumis tebal ini sambil menyodorkan sepiring gado-gado menemani wawancara.
Tidak Kaya
Pendeta Hany dengan gayanya yang blak-blakan itu mengaku kalau dirinya bukan seorang Hamba Tuhan yang kaya. Walau gerejanya lumayan gede, pendeta hanny ternyata tidak tinggal di gereja. Dirinya beserta istri dan anak masih setia tinggal di rumah lamanya di perumahan di sekitar Manukan- wilayah yang berbatasan dengan perumahan Citra Land. “Manukan bukan perumahan mewah mas. Lebih mirip perkampungan” ujar pak pendeta berperawakan gemuk itu sambil tertawa renyah.

Sebelum memutuskan menjadi Hamba Tuhan full time, pendeta Hanny adalah aktivis gereja Bethany Surabaya. Disela-sela kesibukannya menjadi pemimpin cabang perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta, pendeta hany sangat giat melayani di Bethany Surabaya. Setelah melalui pergumulan yang keras dan doa yang sungguh-sungguh, akhirnya di awal tahun 2005, pendeta Hanny memutuskan untuk menjadi gembala fulltime dan segera mendirikan jemaat. Bermula dari sebuah ruko di daerah citraLand, pendeta Hany memulai pelayanannya.

Tidak sampai lima tahun pelayanannya diberkati Tuhan dengan luarbiasa sampai mendapatkan sebidang tanah yang kemudian dibangunkan gedung gereja yang saat ini ditempati. Selesai bangunan utama gereja selesai pertumbuhan dilanjutkan dengan membangun panti asuhan yang letaknya persis di belakang gedung gereja. Panti asuhan tersebut menampung bayi yang kelahirannya tidak diharapkan orangtua. Lalu membangun play grup di sisi kanan gedung gereja.

“Puji Tuhan mas. Ini semua berkat doa dan hati tulus melayani sesama. Kalau pikiran manusia yang kita gunakan, maka tidak akan masuk akal ini semua dapat terwujud” ujar pendeta asli Malang ini menutup wawancara. (sp/snt)

dilihat : 695 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution