Rabu, 18 Juli 2018 13:52:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 139
Total pengunjung : 406533
Hits hari ini : 977
Total hits : 3706058
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kamu Akan Kujadikan Penjala Manusia (bagian 3)
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 20 Agustus 2014 01:56:47
Kamu Akan Kujadikan Penjala Manusia (bagian 3)

Kita tetap pada tema kita yang terdapat di dalam injil Matius 4 : 19, Yesus
berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Dari penjala ikan, menjadi penjala manusia dan ini menunjuk pada kewibawaan YESUS sebagai Imam Besar Yang mampu melepaskan kita dari ikatan apa-pun juga untuk dipakai menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN.

Malam ini kita dapat datang berkumpul dari jauh mau-pun dari dekat, semuanya ini hanya karena wibawa dari TUHAN. Saya mengetahui bahwa kita semua sibuk, tetapi kalau sampai dapat berkumpul, maka ini karena kewibawaan dari YESUS sebagai Imam Besar, bukan karena manusia.

Murid-murid sedang sibuk menebarkan jala dan juga ada yang sedang membereskan jala, tetapi mereka semua dapat dipanggil untuk dipakai menjadi hamba TUHAN atau pelayan TUHAN.

Kita sudah membaca di dalam injil Matius 4 : 18 – 22, Petrus dan Andreas yang dipanggil (ay 18, 19), kemudian Yakobus dan Yohanes (ay 21 ) yang sedang bersama dengan ayah mereka. Jadi, sebenarnya ada lima orang, tetapi yang dipanggil hanya empat orang yaitu Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes.

Mengapa hanya empat orang yang dipanggil oleh TUHAN sedangkan satu ditinggalkan? Di dalam kitab Wahyu 4 : 6, 7,
6.Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Yang dipanggil hanya empat orang, sebab di surga ada empat makhluk yang mengelilingi Tahta. Jadi, di bumi ada empat murid yang mengelilingi YESUS. Itu sebabnya pelayanan di bumi harus sama dengan yang disurga. Jadi pelayanan YESUS sesuai dengan pola kerajaan surga/pola tabernakel. Tidak boleh salah.

Kalau manusia, banyak kali merasa sungkan, ada mobil yang hanya dapat di isi dengan empat orang dan ini sesuai dengan peraturan, tetapi karena ada lima orang, apalagi itu merupakan orang tuanya, diikutkan saja di dalam mobil itu, sekali-pun hal itu menyalahi aturan hanya karena merasa sungkan. Inilah cara dari orang dunia.

Tetapi kami juga sebagai hamba TUHAN, seringkali melayani dengan cara dunia yang salah yaitu melayani tidak sesuai dengan surga/tidak sesuai dengan alkitab. Yang penting banyak orang, dapat ini, dapat itu sekali-pun salah. Teladan dari YESUS adalah pelayanan yang sesuai dengan pola dari kerajaan surga/pola tabernakel,
sekali-pun akan dicaci maki dengan berkata, huh, orang tuanya ditinggal, itu tanda
dari orang yang tidak memiliki aturan, terserah!! Yang penting sesuai dengan pola
kerajaan surga/sesuai dengan Firman/pola tabernakel. Jadi pelayanan kita, juga harus dengan pola kerajaan surga/pola tabernakel/ sesuai dengan Firman pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

Empat murid = empat makhluk
Petrus = makhluk yang mempunyai muka sama seperti singa dan ini menunjuk


YESUS sebagai Raja di atas segala raja.

Andreas = makhluk yang mempunyai muka sama seperti lembu dan ini menunjuk YESUS sebagai seorang Hamba. YESUS Raja, tetapi Ia juga Hamba. Itu sebabnya kita jangan hanya belajar YESUS Raja, tetapi Ia juga seorang Hamba.

Yakobus = makhluk yang mempunyai muka sama seperti manusia dan ini menunjuk YESUS sebagai Manusia.

Yohanes = makhluk yang mempunyai muka sama seperti burung nazar dan ini menunjuk YESUS sebagai Anak ALLAH.

Kemarin sudah ditunjukkan hal ini dengan ciri masing-masing dan sekarang akan saya tunjukkan secara global dan kalau empat titik itu dibuat garis, maka itu menunjuk pada kayu salib.

Jadi, yang vertikal terlebih dahulu yaitu YESUS sebagai Anak ALLAH Yang berkuasa dan Yang Suci dan Mulia, tetapi YESUS juga sebagai Manusia Yang menderita, harus ada imbangannya. Itu sebabnya kalau kita menerangkan tentang YESUS harus lengkap, sebab banyak dari kita yang hanya menerangkan tentang YESUS sebagai Anak ALLAH Yang berkuasa, tetapi setelah kita menderita sengsara, maka kita akan berkata, katanya YESUS itu Anak ALLAH, tetapi mengapa saya sengsara? Harus diingat, bahwa YESUS juga sebagai Manusia Yang sengsara sampai mati di kayu salib. Jadi, ada imbangannya.

Sekarang yang horizontal yaitu YESUS sebagai Raja, tetapi Ia juga seorang Hamba. Kita sering mengatakan, katanya YESUS sebagai Raja, tetapi mengapa saya harus melayani? YESUS juga sebagai Hamba. Harus ada imbangannya. Inilah kayu salib.

Jadi empat murid = empat makhluk di Tahta TUHAN adalah kehidupan yang mengalami salib = sengsara daging bersama YESUS. Itu sebabnya agar dapat sampai ke Tahta, harus melalui jalan salib/mengalami sengsara daging bersama YESUS. Tidak bisa tidak. Inilah kesimpulannya.

Bentuk salib/sengsara bersama YESUS ada macam-macam, seperti:
Sengsara karena ibadah, dari kantor belum mandi, langsung pergi beribadah

Sengsara karena kebenaran, karena pengajaran yang benar

Sengsara dalam berpuasa dan berdoa, dari pagi tidak makan, tidak minum apalagi ada kegiatan di kantor, ada kegiatan di sekolah.

Inilah salib, perjalanan menuju ke Tahta. Pelayan-pelayan TUHAN harus melayani seperti empat makhluk di Tahta dan jalannya lewat salib. Yang paling langsung mengalami sengsara/bentuk salib adalah berdoa dan berpuasa.

Kita pelajari tentang doa puasa, Markus 2 : 20 – 22,
20. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
21. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
22. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

Jadi ada puasa, TUHAN menekankan dan YESUS sudah memberi contoh bahwa Ia berpuasa dan murid-murid juga akan berpuasa.

Ada waktunya untuk berpuasa, dan kapan waktu yang tepat untuk berpuasa?
yaitu saat Mempelai diangkat, artinya saat kita terpisah dari YESUS dan dibuktikan dengan adanya masalah-masalah yang tidak terselesaikan. Inilah waktu untuk berpuasa yaitu di saat Mempelai diambil dari kita = saat kita terpisah dari YESUS dan dibuktikan dengan adanya masalah-masalah yang tidak terselesaikan.

Contohnya di injil Markus 9, dan injil Matius 17, YESUS berada di atas gunung bersama dengan tiga orang murid, sedangkan kesembilan murid lainnya berada di bawah gunung dan mereka menghadapi penyakit ayan yang tidak selesai-selesai sembuh, kambuh, sembuh, kambuh lagi = masalah yang tidak selesai. Inilah istilah terpisah dari YESUS.

Penyakit ayan rohani/gila babi, mungkin nikah yang terganggu sehingga nikah dan buah nikah hancur dan inilah saatnya kita berpuasa. Mungkin juga dengan masalah ekonomi yang tidak terselesaikan, mari berpuasa sebab ini merupakan saat yang tepat. Juga sebagai gembala, harus berpuasa sebab menanggung masalah sidang jemaat, jangan enak-enakan kalau dipercaya memiliki jemaat yang banyak, sebab jemaat yang ada banyak, berarti pasti ada masalah, tidak mungkin tidak ada masalah. Itu sebabnya gembala juga harus berpuasa, sebab menanggung masalah di dalam keluarganya sendiri, juga menanggung masalah di dalam sidang jemaat. Semoga kita dapat mengerti.

Berpuasa ini secara kesehatan, juga baik seperti saya kalau berpuasa, perut saya terasa nyaman dan herannya kalau makan, maka perut saya ini terasa tidak nyaman
sebab merasa kembung dlsbnya. Kalau berpuasa, perut terasa nyaman dan inilah bukti kalau berpuasa itu sehat. Jangan di balik, kalau kita berpuasa, kita harus minum banyak air supaya ginjal tidak terganggu, ini merupakan ilmu kedokteran; tetapi kalau kita berpuasa menurut TUHAN, maka kita tidak perlu takut sebab TUHAN Yang akan menolong kita.

Kalau saudara mendapatkan masalah, maka saya sebagai gembala akan berusaha menolong dengan berpuasa dan berdoa, tetapi kalau saudara sendiri yang memiliki masalah dan tidak mau berpuasa, maka sangatlah rugi sebab itu merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa.

Saat Mempelai diambil, artinya saat YESUS naik ke surga sampai datang kembali kedua kalinya. Inilah waktu-waktu bagi kita untuk berpuasa supaya kita menjadi satu dengan YESUS. Ini bukan menyelesaikan masalahnya, sebab satu masalah selesai, akan ada lagi masalah yang lain; tetapi menyatu dengan YESUS, sebab kalau kita menyatu, maka tidak akan ada masalah/semua masalah selesai. Dan juga terutama menyatu selama-lamanya dengan Dia di saat YESUS datang kembali kedua kalinya. Inilah tujuan dari berpuasa yang benar.

Hasil dari kita berpuasa adalah kita mengalami pembaharuan.

Ada dua macam pembaharuan dalam berpuasa yaitu:
Markus 2 : 21, Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
Pembaharuan pakaian/baju = pembaharuan solah tingkah laku/perbuatan.

Pakaian yang lama, Galatia 5 : 19 – 21,
19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: (1)percabulan, (2)kecemaran, (3)hawa nafsu,
20. (4)penyembahan berhala, (5)sihir, perseteruan, (6)perselisihan, (7)iri hati, (8)amarah, (9)kepentingan diri sendiri, (10)percideraan, (11)roh pemecah,
21. (12)kedengkian, (13)kemabukan, (14)pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Pakaian lama = perbuatan-perbuatan daging yang membinasakan. Perbuatan-perbuatan daging ini yang harus dimatikan lewat berpuasa.

Pakaian baru, Galatia 5 : 22 – 24,
22. Tetapi buah Roh ialah: (1)kasih, (2)sukacita, (3)damai sejahtera, (4)kesabaran, (5)kemurahan, (6)kebaikan, (7)kesetiaan,
23. (8)kelemahlembutan, (9)penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-
hal itu.
24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan
segala hawa nafsu dan keinginannya.

Kalau daging disalibkan lewat berpuasa, maka akan ada pakaian baru/perbuatan-perbuatan yang baru itulah sembilan buah-buah Roh. Dalam kita berpuasa, maka akan muncul kesembilan buah-buah Roh itu. Kesembilan buah-buah Roh ini terus dibaharui sampai menjadi pakaian Mempelai.

Wahyu 19 : 8, Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Jadi, puncak dari pembaharuan yaitu dari pakaian lama menjadi pakaian baru sampai pada puncak dari pembaharuan pakaian adalah kita memiliki pakaian Mempelai yang putih berkilau-kilauan sehingga kita layak untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya di awan-awan yang permai. YESUS sebagai Mempelai Pria Surga dan kita sebagai Mempelai Wanita yang harus memiliki pakaian Mempelai yang putih berkilau-kilauan.

Itu sebabnya daging yang memiliki perbuatan daging seperti percabulan, iri hati, kebencian dan dendam harus kita tekan/dimatikan melalui berpuasa sampai akan muncul pakaian baru yaitu sembilan buah-buah Roh seperti kasih, damai, kesetiaan dllnya. Dan jika ini terus terjadi, maka akan sampai pada puncak pembaharuan yaitu kita memiliki pakaian Mempelai yang putih berkilau-kilauan.

Kalau kita mau sampai pada empat makhluk yang melayani dari empat murid/pelayan di bumi ini, nanti sampai pada pelayan di Tahta TUHAN/empat makhluk lewat salib dan salah satu bentuk dari salib adalah berpuasa.Tetapi sekarang ini banyak ditentang oleh pengajaran Mempelai yang mengatakan bahwa ‘ada Mempelai, jadi tidak perlu berpuasa’.

Ada Mempelai  betul!! Tidak ada masalah, sehingga kita tidak perlu berpuasa. Tetapi ada Mempelai secara sesungguhnya YESUS sudah berada di surga, kita berada di bumi dan ini berarti kita masih terpisah sehingga kita perlu berpuasa dan harus berpuasa.

Markus 2 : 22, Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan

kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

Kantong/kirbat. Jadi yang kedua adalah pembaharuan kantong/kirbat = pembaharuan hati manusia. Hati ini bagaikan kirbat yang menampung segala sesuatu.

Jadi pembaharuan perbuatan/pembaharuan kain, di luar, tetapi juga pembaharuan hati/kantong/kirbat. Dari hati ini akan timbul di mulut = isi hati ini akan meluap di mulut; kirbat/hati ini menampung apa, maka akan keluar dari mulut. Ini untuk hal yang rohani. Demikian juga dengan hal yang jasmani, apa yang kita makan, kalau keluar, maka itulah yang kita makan, ini di dalam perut. Yang rohani di dalam hati.

Yakobus 3 : 11, 12,
11. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
12. Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Kirbat yang lama = hati yang lama/hati yang keras dan berisi tiga hal yaitu:
menampung air tawar, ini menunjuk tawar hati/hati yang tawar, putus asa, kecewa karena sesuatu yang ada di dunia. Kita harus berhati-hati sebab kalau kita kecewa dan berputus asa, maka kita tidak dapat menanti kedatangan YESUS Yang kedua kali, sebab tidak tahan uji dan akan putus di tengah jalan karena sudah tidak memiliki kekuatan lagi.

menampung air pahit, ini menunjuk pada kepahitan hati/hati yang pahit seperti iri, dendam sehingga hati menjadi tidak damai sejahtera dan hidupnya menjadi berat.

menampung air asin, kita ingat akan laut Mati yang kadar garamnya sangat tinggi sehingga tidak ada kehidupan di sana. Jadi menampung air asin = menampung dosa. Hati yang menampug dosa = hati yang jahat dan najis. Seperti di dalam injil Markus 7, Matius 15, ada banyak ditulis tentang macam-macam dari isinya hati. Hati yang jahat dan najis.

Jahat ini mengarah ke kikir dan serakah = terikat akan uang
Sedangkan najis ini = makan minum dan kawin mengawinkan
Dan kedua hal di atas ini mengakibatkan kerohanian menjadi kering sampai mati kerohaniannya = tidak ada kehidupan seperti laut Mati. Kehidupan itu tidak dapat membaca Firman, tidak dapat berdoa dan jika menyanyi tidak merasakan apa-apa. Inilah kirbat yang lama/hati yang lama yang harus diperbaharui lewat dosa puasa.

Kirbat yang baru menampung anggur yang baru/Roh.Kudus. Kirbat yang baru/hati
yang baru = hati yang lembut.

Yehezkiel 36 : 26, 27,
26. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
27. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Roh-Ku akan diam di dalam batinmu = anggur baru/kuasa Roh.Kudus.


Sekarang ini:
Pakaian baru = perbuatan daging diperbaharui menjadi perbuatan-perbuatan Roh sampai kita memiliki pakaian Mempelai

Kirbat diperbaharui = hati yang tawar/tawar hati dan mungkin kecewa, mari dikuatkan lagi. Dan juga hati yang pahit dan juga hati yang asin/jahat dan najis, mari, diperbaharui menjadi hati yang lembut, taat dengar-dengaran sehingga diisi dengan anggur yang baru/kuasa Roh.Kudus.

Kegunaan dari anggur yang baru/kuasa Roh.Kudus adalah:
Roma 5 : 5, Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Roh.Kudus membuat kita menjadi kita kuat dan teguh hati sehingga kita tidak putus asa, tidak kecewa, tidak berbuat dosa, tidak meninggalkan TUHAN ketika menghadapi segala sesuatu, tetapi tetap setia, berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN dan juga tetap tekun untuk menantikan kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Inilah Roh.Kudus yang menolong kita dari hati yang tawar, hati yang najis karena dosa sehingga kita menjadi kuat dan teguh hati.

Mazmur 27 : 14, Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Sekarang ini jika ada hati yang loyo, lemah dan pahit, mari, kuat dan teguh hati, tidak mau berbuat dosa, tetapi tetap setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir/sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang dan juga tekun untuk menantikan kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

Mungkin ada sedikit gangguan penyakit, mari kuatkan dan tetap tekun, setia dan berkobar-kobar, jangan mundur dan Roh.Kudus yang akan menolong.

Roma 8 : 26 – 28,
26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada
Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Ay 26, daging tidak dapat berdoa, tetapi Roh yang membantu kita berdoa dan menyembah sampai pada keluhan yang tidak terucapkan dan puncaknya adalah kita
dapat berbahasa Roh.

Jadi, Roh.Kudus menolong kita agar kita dapat menyembah TUHAN sesuai dengan kehendak TUHAN, sampai keluhan yang tidak terucapkan dan puncaknya adalah sampai kita dapat berbahasa Roh dan kita mengalami mujizat Roh itulah keubahan hidup. Sebab jika kita berdoa dan doa itu tidak sesuai dengan kehendak TUHAN, maka doa kita itu tidak akan dijawab oleh TUHAN.

Sebagai contoh: jika anak kita minta dibelikan sepeda motor dan sepeda motor itu tidak digunakan untuk pergi kuliah tetapi dipakai untuk mengebut, tentu orang tua itu tidak akan memberikan. Itu sebabnya kita jangan mengatakan bahwa orang tua


itu jahat atau TUHAN itu jahat tetapi justru baik.

Di dalam penyembahan YESUS naik ke atas gunung dan Wajah-Nya bersinar bagaikan matahari dan pakaian-Nya putih berkilau-kilauan.

Wajah ini menunjuk pada mulut = jujur dari hati, mulut jujur. Jika mulut kita jujur, maka kita menjadi rumah doa = suka/gemar berdoa. Jadi Roh.Kudus menolong kita sampai kita dapat menyembah (awalnya kita tidak dapat menyembah, bosan dan kering di saat menyembah) TUHAN sesuai dengan kehendak TUHAN, kita dapat menyembah TUHAN dengan keluhan yang tak terucapkan, sampai puncaknya kita dapat berbahasa Roh dan kita akan mengalami mujizat terbesar secara rohani yaitu keubahan/pembaharuan/wajah berubah dan bersinar seperti TUHAN dan juga mulut ini jujur. Di saat mulut ini sudah jujur, maka kita akan menjadi rumah doa/gemar berdoa.

Amsal 15 : 8, Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

Doa orang jujur dikenan-Nya = kita menjadi rumah doa = gemar berdoa dan menyembah. Kalau mulut ini jujur, kita gemar berdoa dan menyembah, tetapi orang yang berdusta akan kering dan malas berdoa apalagi berpuasa.

Doa orang jujur, dijawab oleh TUHAN, berarti terjadi mujizat jasmani = semuanya menjadi baik. ALLAH turut bekerja; saat kita menyembah, ALLAH turut bekerja sehingga terjadi mujizat jasmani =
ALLAH turut bekerja untuk menjadikan semuanya menjadi baik

ALLAH turut bekerja untuk menjadikan semuanya indah pada waktunya = semua berhasil pada waktunya.

Kita harus yakin dan jangan berputus asa dengan berkata saya sudah berpuasa dan mengikuti doa rantai, tetapi doa belum dijawab jadi saya berhenti saja. Kita jangan berhenti tetapi terus berdoa dan berpuasa sampai kita menjadi rumah doa dan kita gemar berdoa sehingga doa kita berkenan kepada TUHAN, pasti ALLAH turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Semuanya menjadi baik, indah, berhasil dan semuanya selesai pada waktunya apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Inilah rumah doa, secara rohani kita diubahkan menjadi jujur dan jika sudah jujur, pasti kita akan terus menerus diubahkan sehingga hal yang jasmani-pun mengikuti. Kita mulai ditata menjadi rapi sehingga menjadi indah, apa yang busuk-busuk dan sudah hancur menjadi baik dan berhasil. Dan masalah benang kusut sedikit demi sedikit menjadi selesai. Jika YESUS datang kedua kalinya, kita mengalami pembaharuan/keubahan hidup yang terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sempurna = menjadi sama mulia dengan YESUS.

Mulut sudah tidak salah lagi, tetapi hanya berseru haleluyah, haleluyah dan ini merupakan tanda bahwa kita sudah sempurna, kita dapat terangkat diawan-awan dan tidak terpisah lagi/kita bertemu dengan YESUS diawan-awan. YESUS sekarang naik ke surga sehingga kita terpisah, tetapi nanti jika YESUS datang kembali diawan-awan, kita akan bersama dengan Dia dan pada saat itulah kita betul-betul tidak perlu berpuasa lagi/tidak ada puasa lagi sebab:
kita sudah bertemu diawan-awan

kita sudah menikmati anggur baru

Mari, sekarang kita latihan untuk berseru haleluyah, (sebab nanti akan ada sorak sorai diawan-awan dari empat penjuru akan berseru haleluyah) dan Roh.Kudus akan menolong kita untuk berdoa dan kita akan menjadi rumah doa. TUHAN memberkati. Tamat

(CP)


Pendeta Wijaya Hendra
GPT Kristus Kasih



dilihat : 578 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution